ASEAN SME Academy: Mengangkat UMKM Asia Tenggara Selama Krisis

Dato Lim Jock Hoi

Secretary General of ASEAN

ASEAN SME Academy: Mengangkat UMKM Asia Tenggara Selama Krisis
info gambar utama

Dampak signifikan dan luas dari pandemi COVID-19 telah sangat mempengaruhi kalangan masyarakat umum dan pebisnis di ASEAN, khususnya UMKM. Jutaan pemilik usaha kecil di seluruh Asia Tenggara telah berjuang untuk tetap bertahan dalam dua tahun terakhir karena banyak dari aktifitas mereka terhenti karena pandemi.

Tingkat keparahan krisis telah menempatkan UMKM kita di wilayah yang sama sekali belum dipetakan. Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank / ADB) melaporkan bahwa hingga 70 persen dari UMKM di wilayah ASEAN telah menghentikan kegiatan selama periode sulit ini.

UMKM adalah tulang punggung perekonomian ASEAN; dan merupakan 97 persen perusahaan di ASEAN, dan merupakan penyedia lapangan kerja yang signifikan. Tugas kita adalah membantu UMKM kita agar mereka tetap terinspirasi dan terangkat selama krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.

UMKM yang bersemangat, berkembang, dan kompetitif merupakan hal mendasar bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi kawasan yang berkelanjutan.

Di tengah setiap krisis terdapat peluang besar

Memang, pandemi global ini sangat terasa dampaknya. Namun, UMKM kita telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa dan terus menginspirasi kawasan ini untuk membangun kembali dengan lebih baik.

Kreativitas dan tekad mereka telah memungkinkan mereka untuk mempertahankan pendapatan selama keadaan sulit, dan memanfaatkan peluang baru seiring pemulihan ekonomi secara bertahap.

Huong Giang adalah penjual baju di depan Thai Nguyen University of Education di Vietnam. Selama pandemi COVID-19, tokonya mengalami penurunan penjualan yang signifikan karena ia kehilangan pelanggan utamanya, yakni anak-anak sekolah, menyusul penutupan sekolah untuk menahan penyebaran virus.

Agar bisnisnya tetap berjalan, Huong Giang beralih ke digital dengan menjual produknya secara online melalui Facebook seperti yang diajarkan dalam kursus pelatihan Go-Digital ASEAN-nya.

Usahanya membuahkan hasil positif. Penjualannya telah kembali normal, selain itu juga menambah sejumlah besar pelanggan baru yang terhubung melalui media sosialnya untuk membeli produk-produknya.

Seperti dalam kasus Huong Giang, banyak yang memanfaatkan teknologi digital untuk menjaga bisnis mereka tetap berjalan dan bahkan melaporkan pertumbuhan penjualan karena mereka menerima sejumlah besar pelanggan baru yang dapat mengakses produk dan layanan mereka secara online.

Pandemi ini tentu saja telah mendorong transisi ASEAN ke dalam ekonomi dan masyarakat digital. Pada akhir tahun 2021, kawasan ini mencatat peningkatan nilai barang dagangan bruto e-commerce (e-commerce gross merchandise value) sebesar 62 persen.

Sekitar 60 juta orang di Asia Tenggara beralih ke digital untuk pertama kalinya, sebuah angka pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, padahal kawasan ini hanya menambah 100 juta pengguna internet baru yang terakumulasi dalam lima tahun sebelumnya. Hal ini memperkuat posisi ASEAN sebagai pasar internet terkemuka di dunia.

Pasar digital kita yang berkembang juga telah menarik modal teknologi global untuk berinvestasi di kawasan ini. Seringkali UMKM adalah bagian tak terpisahkan dari bisnis perusahaan ini. Namun, Amazon Web Services (AWS) melaporkan bahwa 90 persen UMKM di Asia Tenggara menyadari kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan digital mereka.

Google juga menyoroti bahwa agar ekonomi digital regional dapat berkembang, ekosistem kolaboratif di antara komunitas serta sektor publik dan swasta sangat penting. Dalam hal ini, ASEAN bertekad untuk bekerja sama dengan mitra kami untuk memberdayakan UMKM kami dalam menavigasi era digital.

ASEAN telah mengambil langkah nyata untuk memastikan bahwa transformasi digital bersifat inklusif dan bermanfaat bagi semua.

Tahun lalu, kami mengadopsi Bandar Seri Begawan Roadmap, yang menguraikan inisiatif untuk memberikan keterampilan yang diperlukan bagi UMKM untuk menyambut kenormalan baru (new normal), tetap kompetitif, dan bersiap menghadapi krisis di masa depan.

ASEAN SME Academy: Platform pembelajaran online pertama untuk UMKM

Dengan visi dan misi bersama untuk mendukung pertumbuhan dan perluasan UMKM kita untuk berkembang dan berkontribusi lebih lanjut untuk kemakmuran kawasan, ASEAN telah mengumpulkan dukungan dari US-ASEAN Business Council (US-ABC) dan Pemerintah AS untuk meluncurkan ASEAN SME Academy (selanjutnya disebut Akademi) pada tahun 2016.

Akademi ini menawarkan program pendidikan kewirausahaan untuk membantu UMKM meningkatkan bisnis mereka. Platform ini mengumpulkan kursus online dari perusahaan multinasional besar seperti Microsoft, Google, Amazon, Visa, dan Mastercard dengan topik mulai dari keuangan, operasi, pemasaran, logistik hingga alat digital.

Kursus ini gratis untuk diakses oleh UMKM, dan telah mengumpulkan 465.000 kunjungan serta 10.000 pengguna di seluruh ASEAN hingga saat ini.

Akademi ini membekali UMKM dengan keterampilan dan strategi untuk membantu memperluas volume penjualan dan jangkauan pasar mereka. Salah satu contoh keberhasilannya adalah Yulia Prayanti, 26 tahun seorang user ASEAN SME Academy, pengusaha dari Lombok, Indonesia.

Dia mengembangkan bisnis makanan ringannya di luar kota kelahirannya setelah mempelajari cara menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menjual produknya melalui Akademi. Yulia kini mendapatkan pesanan dari tempat-tempat yang selama ini tak terbayangkan olehnya, seperti Sumbawa, Kalimantan, hingga Jawa Tengah.

ASEAN SME Academy 2.0: Belajar kapan saja, di mana saja

Pandemi telah membuat Akademi jauh lebih relevan untuk UMKM saat ini dan memberi kami dorongan untuk terus melakukan yang lebih baik. Kemitraan ini berkomitmen untuk meningkatkan Akademi agar menjangkau khalayak yang lebih luas melalui platform yang didesain ulang yang ramah pelajar, kaya konten, dan inklusif.

Hasilnya, platform yang diperbarui, ASEAN SME Academy 2.0, diluncurkan pada 8 April 2022 dengan tujuan untuk menjadi platform online satu atap di Asia Tenggara untuk ide dan sumber daya terkait UMKM.

Platform yang diubah sekarang lebih mobile-friendly, tidak memakan bandwidth yang berat, dan memungkinkan pembelajaran kapan saja, di mana saja bahkan di daerah terpencil.

Dengan peningkatan ini, platform ini juga menawarkan dukungan multibahasa dalam bahasa Indonesia, Thailand, dan Vietnam serta kesempatan untuk menerima sertifikasi yang diakui secara global yang akan membantu mereka tetap relevan dan kompetitif di pasar kerja.

Bangun kembali lebih baik dan lebih kuat dengan meningkatkan UMKM ASEAN

Karena digitalisasi mengubah setiap aspek bisnis dan masyarakat, menjadi kunci bagi UMKM di ASEAN untuk memanfaatkan teknologi ini dan mengoptimalkan pertumbuhan bisnis mereka.

Berpartisipasi dalam ekonomi digital kini menjadi keharusan bagi UMKM tidak hanya untuk bertahan dari krisis akibat pandemi, tetapi juga untuk menangkap peluang baru.

ASEAN Academy 2.0 adalah contoh yang bagus dari inisiatif ASEAN yang secara langsung mendukung peningkatan keterampilan tenaga kerja kita dan memberdayakan bisnis dalam menavigasi peluang di dunia pascapandemi.

Kami didorong untuk mendengar cerita seperti Yulia, dan juga berharap lebih banyak UMKM akan bergabung dengan yang lain dalam perjalanan transformasi digital dan pemulihan ekonomi ini melalui penggunaan perangkat pembelajaran yang ditawarkan di ASEAN SME Academy 2.0.

Akademi UKM ASEAN dapat diakses melalui tautan https://asean-sme-academy.org/

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dato Lim Jock Hoi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dato Lim Jock Hoi.

DH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini