Daya Tarik Kota Kediri Selain Kampung Inggris

Daya Tarik Kota Kediri Selain Kampung Inggris
info gambar utama

Jika mendengar nama Kota Kediri, kebanyakan orang akan langsung mengingat sebuah tempat yang terkenal sebagai pusat edukasi Bahasa Inggris, yakni Kampung Inggris yang secara spesifik berada di Kecamatan Pare.

Tidak salah, karena memang sudah berpuluh-puluh tahun tepatnya sejak 1977 hingga saat ini, Kediri tersohor karena keberadaan Kampung Inggris yang kerap menjadi pilihan wisata jangka panjang yang dibarengi dengan kesempatan menjalani edukasi melatih kemampuan Bahasa Inggris bagi para peminatnya.

Namun, di lain sisi sebenarnya ada sejumlah hal unik yang dimiliki dari Kota Kediri. Apa saja keunikan yang dimaksud?

Mengenal Kampung Inggris di Pare Kediri

Lokasi salah satu pesantren tertua di Indonesia

Salah satu unit pondok Pesantren Lirboyo
info gambar

Namanya Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, salah satu ponpes tertua di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1910, yang artinya sudah berusia lebih dari 1 abad. Didirikan oleh KH. Abdul Karim, sesuai namanya pesantren ini terletak di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Dalam praktiknya, ponpes ini menjadi pesantren salaf yang menekankan pada kemampuan membaca dan mengkaji kitab-kitab salaf (kitab kuning) untuk pembelajaran sehari-hari.

Dalam periwayatannya, pesantren Lirboyo menjadi salah satu pusat studi Islam sejak puluhan tahun sebelum kemerdekaan Indonesia. Bahkan saat peristiwa dan berbagai upaya merebut serta mempertahankan kemerdekaan, pesantren ini selalu ikut andil dalam pergerakan perjuangan dengan mengirimkan santri-santrinya ke medan perang seperti Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Ponpes Lirboyo telah berkembang dan memiliki sebanyak 18 unit pondok, disertai 5 ponpes cabang yang tersebar di Kediri, Malang, Blitar, dan Majalengka.

Hingga saat ini, ponpes Lirboyo dikenal sebagai pesantren yang mampu mengharmonisasikan antara budaya yang mampu mengisi modernisasi, setelah terbukti melahirkan banyak tokoh-tokoh yang saleh dalam bidang keagamaan, sekaligus saleh dalam bidang intelektual.

Sepenggal Kisah Hidup Syekh Ihsan bin Dahlan, Ulama Asal Kediri

Ragam situs candi bersejarah

Tak kalah dengan wilayah baik kota atau kabupaten lain di Pulau Jawa, Kediri juga menjadi tempat dari ditemukannya berbagai situs candi yang memiliki nilai sejarah dan berkaitan dengan Kerajaan Kediri di masa lampau. Salah satu situs bersejarah yang dimaksud adalah Candi Tondowongso, yang ditemukan pada awal tahun 2007 di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Selain itu, ada juga Candi Tegowangi yang berada di Desa Tegowangi Kecamatan Plemahan, yang diperkirakan dibuat pada tahun 1400 Masehi. Candi ini memiliki bentuk bujursangkar dan menghadap ke barat dengan memiliki ukuran sekitar 11,2 x 11,2 meter dan tinggi 4,35 m.

Lain itu, di bagian halaman candi juga terdapat beberapa arca Parwati Ardhenari, Garuda berbadan manusia, dan sisa candi di sudut tenggara. Arca-arca tersebut menjelaskan identitas jika candi Tegowangi memiliki latar belakang agama Hindu.

Hingga saat ini, candi Tegowangi menjadi area wisata yang cukup terawat dengan lahan luas yang terbuka. Terawat dengan baik, sama sekali tidak terlihat sampah bertebaran kecuali daun-daun kering dari pepohonan yang berguguran.

Selain itu, masih ada sejumlah candi lain seperti candi Gurah, Surowono, dan masih banyak lagi. Bahkan menurut masyarakat lokal, sebenarnya masih banyak situs candi terpendam yang hingga saat ini belum ditemukan keberadaannya.

Sejarah Hari Ini (25 Maret 804) - Prasasti Sukabumi dari Kediri

Diapit dua gunung dengan potensi wisata besar

Kota Kediri yang dikelilingi wilayah kabupaten dan 26 kecamatan faktanya juga diapit oleh dua gunung yang memiliki potensi wisata besar di sisi barat dan timurnya. Pada sisi barat, ada Gunung Wilis sebagai gunung berapi yang diketahui sudah tidak aktif. Sedangkan di bagian timur terdapat Gunung Kelud sebagai gunung berapi terendah yang masih aktif, di mana letusan terakhirnya terjadi pada tahun 2014 silam.

Karena itu pula, Pemkab Kediri akhirnya lebih menghidupkan pariwisata di Gunung Wilis, yang memiliki dua destinasi air terjun, yakni air terjun Irenggolo dan air terjun Dolo.

Namun di sisi lain, di kaki Gunung Kelud tepatnya pada ketinggian 100 mdpl-nya juga terdapat cagar alam yang sudah berusia cukup tua yakni Cagar Alam Manggis Gadungan di Kecamatan Puncu. Sudah dibuka sejak zaman kolonial Belanda tepatnya pada tahun 1911, cagar alam ini terkenal dengan populasi keranya sehingga pengunjung dapat berinteraksi dengan ratusan monyet yang hidup liar di hutan tersebut.

Terbaru tepatnya pada tanggal 23 Maret lalu, cagar alam tersebut juga telah ditetapkan sebagai Pusat Ficus Nasional Pertama di Indonesia. Ficus atau ara sendiri merupakan tumbuhan yang baik daun maupun buahnya menjadi bagian penting bagi alam dan lingkungan, sebagai sumber pakan dari satwa-satwa yang ada dalam kawasan tersebut.

Amukan Gunung Kelud, Cerita Balas Dendam Lembu Sura yang Melegenda

Menghidupkan potensi Kediri

Pembangunan bandara Dhoho Kediri
info gambar

Di lain sisi, tak menampik jika dibandingkan dengan kota-kota lain yang ada di Provinsi Jawa Timur, Kediri masih belum terlalu dikenal dan banyak diminati untuk menjadi tujuan atau destinasi wisata akhir. Hal tersebut diakui oleh Hanindhito Himawan Pramana selaku Bupati Kediri, yang di saat bersamaan juga mengungkap sejumlah upaya untuk membesarkan potensi wisata baik di Kota maupun Kabupaten Kediri.

"Karena memang pada dasarnya Kota atau Kabupaten Kediri itu tempat transit. Artinya orang yang mau ke Malang, Surabaya, atau orang yang dari satu kota ke kabupaten lain itu transit aja di sini" papar Dhito, mengutip Asumsi.co.

Di saat bersamaan, Dhito mengungkap jika Kediri kini menjadi titik tumpu baru selain Surabaya, dalam cakupan wilayah Tunggal Rogo Mandiri (Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, dan Kediri). Hal tersebut lantaran traffic atau mobilitas masyarakat di kawasan tersebut semakin meningkat selama beberapa waktu terakhir.

Akhirnya Pemkot maupun Pemkab Kediri, dibarengi dengan Pemerintah Pusat terus melakukan upaya untuk melancarkan pembangunan. Pembangunan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahwa di Jawa Timur bukan hanya ada Kota Surabaya, melainkan juga ada Kediri, Trenggalek, Nganjuk, dan Kota Kabupaten lainnya.

Salah satu pembangunan yang dilakukan adalah dengan digarapnya Bandara Dhoho, yang mulai dibangun pada pertengahan tahun 2020 dan diharapkan dapat membuat Kediri menjadi titik episentrum baru. Bandara Dhoho sendiri disebut akan menjadi bandara internasional yang melayani penerbangan untuk keperluan ibadah haji dan umroh, dan ditargetkan akan beroperasi pada bulan Juni tahun 2023.

Mengenal Kediri, Kota Terkaya di Indonesia dengan Pendapatannya yang Fantastis

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
AH
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini