Terkenal Licik dan Egois, Seperti Apa Kehidupan Burung Wiwik Kelabu?

Terkenal Licik dan Egois, Seperti Apa Kehidupan Burung Wiwik Kelabu?
info gambar utama

Sebagai negara tropis, Indonesia diberkahi dengan keragaman burung atau aves yang tinggi. Dari sekitar 1-013 ribu spesies burung yang ada di seluruh dunia, Indonesia mempunyai 1.812 jenis burung dengan keunikannya masing-masing.

Anggota keluarga hewan bertulang belakang ini dikenal dengan kemampuannya untuk terbang, meski ada beberapa yang tidak bisa, dan karakteristiknya dapat dipengaruhi oleh habitat di mana ia tinggal. Burung yang hidup di hutan, danau, pantai, sungai, gua, dan sabana akan memiliki karakter yang berbeda.

Meski beberapa burung kecil tampak serupa dan sulit dibedakan, jika diamati lebih lanjut, mereka memiliki identitas yang menarik. Tak hanya dari penampilan, tetapi juga dari cara mereka hidup.

Mari berkenalan dengan burung wiwik kelabu. Masyarakat mungkin mengenalnya dengan nama lain seperti burung kedasih, daradasih, sit uncuing, sirit uncuing, manuk uncuing, atau emprit ganthil. Memiliki nama ilmiah Cacomantis merulinus dan dalam bahasa Inggris disebut plaintive cuckoo, burung ini punya kehidupan yang tergolong unik. Di alam, wiwik kelabu terkenal sebagai burung yang egois dan licik. Mengapa demikian?

Tiong Batu Kalimantan, Burung Endemik dengan Suara Mirip Klakson

Karakter wiwik kelabu

Wiwik Kelabu | Wikimedia Commons
info gambar

Wiwik kelabu termasuk burung berukuran kecil yang panjang tubuhnya sekitar 21 cm. Warna ketika muda dan dewasa akan berbeda. Burung muda akan berwarna kecokelatan dengan garis-garis hitam di sisi atas. Sedangkan setelah dewasa warnanya lebih kelabu di kepala, leher, dan dada atas kemudian punggungnya berwarna kecokelatan dan perutnya kuning-jingga. Sisi bawah ekornya berwarna putih dengan ujung-ujung bulu kehitaman.

Burung tersebut memiliki warna iris mata kemerahan dan kakinya berwarna kuning. Ia punya ekor dan paruh yang cukup panjang. Bulu-bulu di atas kepalanya berwarna keabuan dan cukup lebat.

Wiwik kelabu punya suara yang khas yaitu mendayu-dayu. Suaranya mengalun dengan volume kecil dan lambat laun akan meninggi. Jika didengarkan baik-baik, suaranya terkesan seperti ratapan yang menyayat hati.

Lantas, mengapa ia disebut burung yang licik dan egois? Sebenarnya ini karena wiwik kelabu tidak pernah mau membuat sarang untuk bertelur, bahkan ia juga enggan mengerami telurnya sendiri. Setelah bertelur, ia akan meninggalkan telurnya di sarang burung lain. Telur-telur tersebut kemudian dierami dan dirawat oleh burung lain. Burung prenjak merupakan jenis paling sering dititipkan untuk mengerami telur wiwik kelabu.

Tak hanya sekadar menitip, wiwik kelabu juga menggunakan cara manipulatif untuk mengelabui burung prenjak. Biasanya wiwik kelabu akan menaruh telurnya diam-diam di sarang burung prenjak. Burung prenjak pun tidak mengetahui kalau telur yang ia erami bukan telurnya sendiri.

Liciknya lagi, wiwik kelabu bahkan membuang telur yang memang asli milik burung prenjak secara diam-diam sehingga burung prenjak akan merawat dan membesarkan bayi wiwik kelabu. Selain burung prenjak, wiwik kelabu juga bisa melakukan hal serupa pada burung cinenen, cica daun, dan burung-burung kecil lain.

Kancilan Flores, Burung Arwah Bersuara Nyaring di Danau Kelimutu

Kehidupan wiwik kelabu di alam

Wiwik Kelabu | Wikimedia Commons
info gambar

Selain licik, wiwik kelabu juga dikenal karena sebuah mitos yang menyeramkan. Konon, jika burung ini datang ke suatu tempat dan berkicau, maka diyakini akan datang musibah pada orang-orang di sekitarnya. Masyarakat di sejumlah daerah percaya bahwa keberadaan burung ini identik dengan malapetaka dan jadi penanda kabar kematian.

Wiwik kelabu hidup di hutan-hutan terbuka, tepi hutan, hutan sekunder, pegunungan yang memiliki ketinggian 1.300 meter dari permukaan laut, hingga pemukiman bernuansa pedesaan. Terkadang burung ini juga ditemukan di taman-taman kota, tetapi biasanya bersembunyi di antara pohon yang rimbun atau turun ke semak belukar.

Untuk bertahan hidup, wiwik kelabu terbiasa makan buah-buahan kecil, laba-laba, kumbang, dan serangga lain. Namun, ia bukanlah burung yang senang hidup berkelompok. Ia cenderung penyendiri dan tangguh ketika mencari makan.

Di Indonesia, wiwik kelabu ditemukan di berbagai daerah di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan. Burung ini juga tersebar di Semenanjung Malaya, Filipina, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar, China, Bangladesh, hingga India.

Status konservasinya di International Union for Conservation of Nature (IUCN) masih resiko rendah (least concern) yang berarti populasinya masih melimpah dan belum terancam punah. Wiwik kelabu juga tidak termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi.

Maleo, Burung Endemik Sulawesi yang Dikenal Setia Pada Pasangannya

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini