Tradisi Unik Selama Bulan Ramadan di Seluruh Dunia

Tradisi Unik Selama Bulan Ramadan di Seluruh Dunia
info gambar utama

#FutureskillsGNFI

Hai Goodmates! Ternyata tradisi unik di bulan Ramadan tidak hanya di Indonesia saja. Di berbagai belahan negara lain, banyak juga yang memiliki tradisi-tradisi unik.

Biasanya, tradisi hadir untuk menyambut dan memeriahkan hari-hari besar tertentu, termasuk saat Ramadan. Yuk, kita intip tradisi apa saja selama bulan Ramadan di berbagai belahan dunia!

1. Mesir

Tradisi di Mesir | Foto: Liputan6

Negeri padang pasir ini memiliki tradisi dengan menyalakan lilin di dalam lentera warna-warni dengan nama tradisi “Fanous”. Nama tersebut sesuai dengan nama lentera warna-warni tersebut.

Awalnya, tradisi ini masyarakat Mesir lakukan untuk merayakan kelahiran dewa-dewa Mesir kuno. Namun, sejak berkembangnya Islam di Mesir, masyarakat menggunakan fanous sebagai hiasan di rumah atau pertokoan untuk memeriahkan suasana selama bulan suci Ramadan berlangsung. Wah, cantik-cantik ya lenteranya?

Baca juga: Yuk, Masak Menu Takjil untuk Temani Waktu Ngabuburit Kamu!

2. Lebanon

Menembak meriam | Foto: moduaceh
info gambar

Di Lebanon, selama bulan Ramadan akan ada tradisi penembakan meriam yang bernama "Midfa Al Iftar”. Tradisi ini sudah berlangsung selama kurang lebih 200 tahun lamanya.

Sebagai informasi, penembakan meriam akan mulai terlaksana saat waktu berbuka telah tiba. Jadi, selain suara azan, adanya bunyi tembakan meriam merupakan salah satu penenda waktunya berbuka telah tiba.

Jangan khawatir, masyarakat sekitar sudah sangat terbiasa dengan tradisi ini, lo. Bahkan, ini merupakan salah satu momen yang sangat masyarakat Lebanan tunggu-tunggu bahkan para wisatawan di sana. Unik sekali, ya, Goodmates?

Baca juga: Terapkan 5 Kebiasaan Kecil Saat Bulan Ramadan, Berani Coba?

3. Irak

Tradisi pria lempar cincin | Foto: Suara
info gambar

Jika Mesir dan Lebanon mewarnai Ramadan dengan tradisi yang sangat meriah, nah kalau di Lebanon tradisi ini hanya kaum pria lakukan setelah berbuka puasa saja. Tradisi ini adalah “Mhebibes”. Mhebibes merupakan tradisi permainan yang sering kaum pria lakukan di Lebanon selama bulan Ramadan.

Permainan ini biasanya berlaku untuk 40-250 pemain pria dalam kelompok yang terbagi. Lalu, seseorang dalam kelompok akan menyembunyikan sebuah cincin dan pemain lawan hanya dapat menebaknya menggunakan bahasa tubuh.

Yang tidak kalah unik dari tradisi permainan ini adalah kamu harus coba menebak bahasa tubuh lawan. Gimana, mau coba permainan ini enggak Goodmates? Harus punya feeling yang kuat, ya.

Baca juga:Berburu Kuliner di Kampung Ramadan Jogokaryan

4. Pakistan

Pakai hena | Foto: Kumparan
info gambar

Kalau tadi di Lebanon tradisi kamu pria yang mendominasi, kini sebaliknya kalau di Pakistan ini ada yang namanya tradisi “Chaand Raat”. Dalam bahasa Sansekerta, chaand raat berarti malam melihat bulan.

Artinya, selama tradisi ini berlangsung, masyarakat bersama-sama menyaksikan hilal yang menandakan bulan kemenangan telah tiba. Namun, para wanita memiliki aktivitas khusus selama berlangsungnya tradisi ini.

Mereka akan merias kuku secantik mungkin dengan menggunakan hena yang berlangsung selama berjam-jam. Tradisi ini biasanya berlangsung pada awal Ramadan.

5. Uni Emirat Arab

Anak-anak di uea | Foto: Pikiran rakyat

Tradisi satu ini lebih mirip Trick-or-Treat saat Halloween di Amerika Serikat. Namanya “Haq Al Laila”, biasanya berlaku pada 15 Sya’ban sebelum bulan Ramadan. Bedanya tradisi ini dengan trick-or-treat, yaitu anak-anak yang menggunakan kostum sambil menjinjing tas kecil berisi permen dan kacang ialah Kharyta.

Mereka juga akan menyanyikan lagu tradisional arab, seperti "Aatona Allah Yutikom, Bait Makkah Yudikum". Jika kita membaca terjemahannya dari bahasa Arab menjadi "Berikan kepada kami dan Allah akan membalas Anda dan membantu Anda mengunjungi Rumah Allah di Mekah".

Nah, itu dia tradisi unik di berbagai belahan dunia pada saat ramadan. Kalau di daerah kamu, apa tradisi uniknya?

Referensi:Viva | CNBC | Traveling 

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini