Ars-Vita Alamsyah, Perempuan Indonesia Anak Buah Elon Musk di SpaceX

Ars-Vita Alamsyah, Perempuan Indonesia Anak Buah Elon Musk di SpaceX
info gambar utama

Saat ini segala sesuatu yang berkaitan dengan seorang Elon Musk memang selalu menarik perhatian. Betapa tidak? Sosok satu ini menjadi orang yang disegani di dunia khususnya bidang teknologi, karena peran dan pemikirannya yang visioner berhasil menghadirkan inovasi yang memberi lompatan besar bagi masyarakat dunia.

Tak heran, jika kesempatan untuk dapat terhubung atau bersinggungan baik secara langsung atau tidak dengan Elon selalu menjadi hal yang membanggakan. Seperti yang terjadi baru-baru ini, saat di mana delegasi dari Indonesia mendapat kesempatan untuk menjajaki peluang kerja sama di bidang industri baterai untuk kendaraan listrik.

Adapun bentuk pencapaian membanggakan lain yang tak bisa dilewatkan, adalah dengan adanya sejumlah insan tanah air yang berkesempatan untuk terlibat menjadi bagian dari dua perusahaan besar yang dibangun oleh Elon, apalagi kalau bukan Tesla dan SpaceX.

Satu nama yang mungkin sudah tidak asing dan sebelumnya kerap diberitakan sebut saja Moorissa Tjokro, yang berperan sebagai engineer di Tesla. Kemudian masih di perusahaan sama ada juga Niko Questera, yang setelah dari Tesla kini diketahui kembali ke Indonesia untuk mengembangkan industri kendaraan listrik di tanah air.

Belakangan, ada satu nama baru yang kembali menyita perhatian karena keberhasilan berkarier menembus SpaceX, perusahaan manufaktur pesawat luar angkasa yang mungkin hanya ada beberapa di dunia. Sosok yang dimaksud adalah Ars-Vita Alamsyah.

Garap Inovasi EV, Niko Questera: Fokus Kita Membuat Orang Kenal Motor Listrik dengan Baik

Rekam jejak di industri aerospace

Vita Alamsyah saat ini diketahui berperan sebagai Supply Chain Reliability Engineer di SpaceX. Melihat dari profil di laman profesional LinkedIn miliknya, Vita memang tercatat memiliki sederet pengalaman pada sejumlah instansi ternama di industri luar angkasa dan terkait, seperti NASA, Administrasi Penerbangan Federal (FDA) AS, dan Northrop Grumman.

Yang menarik, Vita mengaku jika ia pada awalnya sama sekali tidak menyasar SpaceX sebagai target perusahaan utama untuk berkarier. Namun sejak awal, dirinya memang memiliki cita-cita untuk berkarya di bidang atau industri teknologi.

"Waktu kecil saya suka melihat bagaimana sesuatu dirakit dan dibuat, saya terinspirasi oleh kakek saya yang merupakan seorang insinyur mesin" terang Vita, mengutip VOA Indonesia.

Lulus menempuh pendidikan jenjang sarjana di University of Maryland, dirinya memiliki pengalaman cukup panjang dengan mendalami industri aerospace (ruang angkasa) dan rantai pasokan globalnya.

Kemampuan Vita semakin diasah setelah dirinya melanjutkan studi Magister atau jenjang S2 di Massachusetts Institute of Technology (MIT), jurusan Supply Chain Management.

"Saya ingin menjadi bagian dari inovasi besar, mencoba menyelesaikan masalah yang kompleks dan melihat perkembangan teknologi maju" paparnya.

Moorissa Tjokro, Wanita Indonesia di Balik Fitur Tertinggi Autopilot Mobil Tesla

Tantangan sebagai seorang engineer perempuan

Dalam kesempatan yang sama, Vita juga bercerita mengenai bagaimana dirinya menjalani peran sebagai seorang insinyur perempuan yang berkarier di bidang teknologi terutama teknik, di mana untuk saat ini masih didominasi oleh kalangan laki-laki.

"Salah satu tantangan yang mungkin kita hadapi adalah untuk meyakinkan dan membuktikan bahwa kita mampu memberikan hasil terbaik." jelas Vita.

Karena itu, menurutnya sangat penting bagi seorang perempuan memiliki kepercayaan diri untuk memastikan jika karya atau pekerjaan yang dilakukan, bisa setara dengan apa yang berhasil dilakukan oleh kalangan pekerja atau karyawan laki-laki.

Tantangan besar lain yang bisa dibilang tak kalah menarik perhatian, adalah kenyataan bahwa Vita sekaligus menjadi perempuan muslim berhijab pertama dari Indonesia yang berhasil menembus SpaceX.

Berangkat dari kondisi tersebut, Vita juga mengaku tetap percaya diri untuk merepresentasikan dirinya sebagai seorang muslim. Ia justru mengaku menggunakan kesempatan itu untuk memperkenalkan jati diri dan kepercayaannya kepada sesama rekan kerja di SpaceX, dan ia sama sekali tidak merasa terganggu akan hal tersebut.

"Saya tidak takut untuk memperkenalkan diri saya apa adanya, seperti memakai hijab, dan berbeda dari (perempuan) lain (di SpaceX). Karena bagi saya, saya tidak melihat seseorang dari segi tampilan itu, dan mudah-mudahan orang lain pun demikian," ungkap Vita.

Bicara Lingkungan, Karier, dan Perempuan, Raline Shah: Peran Kita Bukan Hanya Satu

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini