Masjid Walima Emas dan Tempat Wisata Religi di Kota Serambi Madinah

Masjid Walima Emas dan Tempat Wisata Religi di Kota Serambi Madinah
info gambar utama

Jika Banda Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah, di Sulawesi juga ada kota yang disebut Serambi Madinah yaitu Gorontalo. Julukan tersebut merupakan manifestasi nilai adat, kesopanan, dan norma agama yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Diketahui masyarakat di Gorontalo menerapkan nilai-nilai agama Islam dalam berbagai aspek kehidupan termasuk kebudayaan.

Slogan kota yang dikenal punya pemandangan alam yang indah tersebut adalah “Aadati hula-hula to Sara', Sara' hula-hula to Kuru'ani” artinya “Adat Bersendikan Syara’, dan Syara’ Bersendikan Kitabullah.”

Kental dengan nuansa Islami, pemerintah daerah juga akan menjadikan Gorontalo sebagai destinasi wisata halal di Indonesia yang akan menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Salah satu tujuan wisata religi terpopuler di Gorontalo adalah Masjid Walima Emas yang tidak hanya memiliki bangunan megah, tapi juga pemandangan yang eksotis.

Binarundak, Tradisi Reuni Lebaran Ala Suku Mongondow

Masjid Walima Emas

Masjid Walima Emas berada di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. Dari Bandar Udara Djalaludin, pengunjung bisa menempuh perjalanan dengan mobil atau motor sekitar 1 jam 20 menit dan jalurnya menuju ke perbukitan.

Masjid ini dibangun tahun 2008 dan diresmikan tahun 2012. Selain digunakan sebagai tempat untuk beribadah, masjid unik di Gorontalo ini juga dijadikan untuk tempat wisata religi yang terbilang sangat terkenal di tanah air. Oleh karena itu, merupakan pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu liburan di masjid ini dengan mengajak rombongan. Dengan begitu, Anda bisa beribadah dengan nyaman sekaligus berlibur untuk menjernihkan pikiran dan hati.

Salah satu keunikan masjid ini adalah kubah berwarna emas yang menjadikan rumah ibadah tersebut begitu megah. Dengan ukuran kubah yang besar pula, keindahannya sudah tampak jika dilihat dari kejauhan. Bentuk kubahnya sendiri terinspirasi dari kue walima, penganan tradisional yang biasa dihidangkan masyarakat Gorontalo saat momen maulid nabi.

Walima merupakan susunan hidangan tradisional yang terdiri dari berbagai menu makanan seperti kolombengi, wapili, tutulu, telor ayam rebus, hingga ayam panggang yang disusun tinggi-tinggi dan dibentuk seperti bangunan rumah.

Keunikan lain yang ada di Masjid Walima Emas adalah pemandangan berbagai nama bulan dalam penanggalan Hijriah dalam ukuran besar. Masjid yang terdiri dari dua lantai ini dimanfaatkan untuk tempat ibadah dan acara keagamaan, serta ada area khusus untuk menikmati pemandangan di sekitar seperti pesisir pantai Gorontalo dan Teluk Tomini. Usai salat subuh, banyak jemaat yang sengaja masih berlama-lama di area masjid untuk menyaksikan keindahan matahari terbit.

Soal fasilitas di masjid ini juga sudah ada beberapa spot foto yang estetis, juga toko dan warung yang menjual makanan, minuman, hingga oleh-oleh khas Gorontalo.

Pukul Manyapu, Tradisi Lebaran Ekstrem Simbol Pengorbanan Para Pejuang di Maluku

Wisata religi di Gorontalo

Selain Masjid Walima Emas, destinasi wisata religi lain yang ada di Gorontalo adalah Desa Bongo atau juga dikenal dengan nama Desa Bubohu. Desa yang terletak di Kecamatan Batudaa Pantai ini telah ditetapkan pemerintah provinsi Gorontalo sebagai desa wisata religius karena memang memiliki pesona wisata budaya yang menarik.

Des adat tersebut juga merupakan lokasi pesantren alam di mana para santri tengah mengenyam pendidikan agama Islam sekaligus mempelajari sejarah dari Kerajaan Gorontalo. Di sana ada Maa Taduwolo, tempat yang menyimpan berbagai sumber yang terkait kerajaan. Pengunjung dapat melihat langsung ribuan fosil dan benda-benda bersejarah.

Lokasi desa pun terbilang unik karena diapit dua bentang bukit karst besar yang disebut Gunung Tidur, ditambah dengan pemandangan Teluk Tomini. Di desa tersebut juga ada Wambohe atau pondok khas Desa Bongo, lengkap dengan kolam renang yang jernih.

Dari Desa Bongo, perjalanan wisata religi bisa dilanjutkan ke Masjid Hunto Sultan Amai. Ini merupakan masjid tertua di Gorontalo dan telah dibangun tahun 1495 oleh Sultan Amai, pemimpin Kerajaan Gorontalo yang pertama kali masuk Islam. Nama Hunto pada masjid ini merupakan singkatan dari Ilohuntungo yang artinya perkumpulan Islam pada masa itu.

Di dalam masjid ini masih banyak ditemukan benda-benda peninggalan dan bersejarah. Misalnya Al-Qur’an yang ditulis tangan, buku bahasa Gorontalo dengan tulisan Arab Melayu, jam dinding berusia lebih dari 500 tahun, dan lima makam di lokasi masjid yang salah satunya adalah makam Sultan Amai Gorontalo.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini