Hanya Satu di Indonesia, Mengenal Prodi Magister Laboratorium Klinis yang Ada di UNIMUS

Hanya Satu di Indonesia, Mengenal Prodi Magister Laboratorium Klinis yang Ada di UNIMUS
info gambar utama

Sebagai negara dengan jumlah masyarakat atau penduduk terbanyak, kesehatan dan tenaga yang mendukung bidang satu ini menjadi hal yang sangat penting dan perlu diutamakan. Karenanya, tak heran jika pendidikan yang melahirkan para tenaga kesehatan di berbagai bidang turunannya masih menjadi hal yang banyak diminati.

Selain perawat dan dokter, ada berbagai profesi di bidang kesehatan Indonesia yang saat ini masih mengalami kendala dalam hal pemenuhan tenaga ahli, terlebih dengan pengetahuan yang cakap dan modal pendidikan yang tinggi, salah satu bidang yang dimaksud yakni bidang Ilmu Laboratorium Klinis.

Bicara mengenai kelangkaan jurusan, di Indonesia rupanya program studi Ilmu Laboratorium Klinis menjadi salah satu prodi yang langka dan jarang tersedia. Pada jenjang yang bisa diambil oleh para lulusan siswa setara SMA, prodi tersebut hadir dalam pilihan pendidikan vokasi D3 dan D4 Teknologi Laboratorium Medik, yang awalnya lebih dikenal sebagai analis kesehatan, dan lulusannya akan mendapatkan gelar S. Tr. Ak.

Setelahnya, belum ada prodi lanjutan untuk jenjang S2 atau Magister yang bisa memberikan ilmu lebih mendalam mengenai bidang satu ini, setidaknya hingga tahun 2018. Pada tahun tersebut, Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memiliki program Magister Ilmu Laboratorium Klinis (ILK).

Masih Langka, 5 Jurusan Kuliah Jenjang Sarjana Ini Hanya Ada Satu di Indonesia

2 angkatan pertama yang banyak dicari

Wisudawan angkata ke-2 Ilmu Laboratorium Klinis UNIMUS
info gambar

Diresmikan oleh Kemenristekdikti lewat SK nomor 452/KPT/I/2018, prodi Magister yang baru ada satu di Indonesia tersebut untuk saat ini memang masih menyandang akreditasi B. Meski begitu, keberadaannya memiliki peran penting dalam menghadirkan tenaga yang banyak dibutuhkan oleh industri, terutama di bidang kesehatan yang memegang peran krusial di tanah air.

Sebelumnya pada kisaran bulan Februari kemarin, program magister tersebut baru saja melakukan wisuda untuk angkatan ke-2 jurusannya. Mengutip keterangan di laman resmi UNIMUS, ada sebanyak enam wisudawan yang semuanya meraih predikat Cum Laude, dan selanjutnya berhak memperoleh gelar M. Kes.

Adapun enam mahasiswa yang mengikuti wisuda ke-2 pada tahun 2022 ini yaitu I Gusti Agung Ayu Satwikha Dewi, Ainutajriani, Dina Ferdiani, Amellya Octifani, Nurul Hadiatun, dan Siska Zafrida.

Menurut salah satu wisudawan yakni Ayu Satwikha Dewi, apa yang ia dapat selama menempuh pendidikan lanjutan di jurusan tersebut sangat berkualitas, salah satunya dalam sesi kuliah pakar. Bukan tanpa alasan, hal tersebut lantaran kuliah pakar yang diadakan Magister ILK memang sering menghadirkan para ahli di bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri.

Sementara itu menurut Dr. Sri Darmawati M. Si., selaku Ketua program studi Magister ILK UNIMUS, sampai saat ini Magister ILK telah meluluskan 2 angkatan, dengan total lulusan dari angkatan pertama dan kedua sebanyak 23 orang.

“Lulusan Magister ILK sangat dibutuhkan dan telah banyak institusi yang telah menanti lulusan untuk bergabung,” ujar Sri Darmawati.

Hal tersebut terbukti, setelah beberapa sumber menyebut jika semua lulusan program Magister ILK UNIMUS di tahun ini memang sudah ‘diburu’ secara khusus, oleh beberapa institusi di bidang kesehatan.

Tak Ada di Negara Lain, Inilah Jurusan Kuliah Unik dan Langka di Indonesia

Apa yang membuat lulusan ILK begitu dicari?

unimus
info gambar

Laboratorium klinis merupakan bagian tak terpisahkan dan sangat penting dalam dunia medis. secara sederhana, para tenaga ahli di bidang ini berperan besar dalam mengambil keputusan akan hasil analisis pada berbagai uji kesehatan yang dilakukan pada laboratorium.

Adapun berbagai hasil uji yang dilakukan meliputi analisis sampel klinis seperti darah, urin, dan jaringan tubuh, yang biasanya dilakukan untuk pengecekan darah lengkap, kadar kolesterol, dan lain-lain.

Secara sederhana, ketika ada satu orang atau masyarakat yang melakukan cek di laboratorium kesehatan, maka tahap mulai dari pengambilan darah atau sampel jaringan sampai analisisnya dilakukan oleh para tenaga ahli yang memiliki bekal ilmu pendidikan laboratorium klinis.

Dalam cakupan lebih luas, tenaga ahli di bidang ini juga memiliki peran dalam mengembangkan metode pencegahan terjadinya kesalahan pada pemeriksaan kimia klinik, dan berbagai pemeriksaan laboratorium seperti hematologi, bakteriologi, virologi, parasitologi, dan masih banyak lagi.

Karena itu tak heran jika para lulusan dari prodi satu ini sangat dicari, sehingga para mahasiswa bahkan yang prestasi di kelasnya di bawah rata-rata dapat dengan mudah mendapat pekerjaan di berbagai instansi, minimal di tingkat puskesmas.

Bagaimana Kondisi Kesehatan Nasional Indonesia Saat Ini?

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini