Hidup Damai Tanpa Rasa FOMO

Hidup Damai Tanpa Rasa FOMO
info gambar utama

#FutureSkillsGNFI

Kehidupan digital sekarang ini membuat manusia muda maupun tua mengalami ketakutan akan rasa tertinggal. Kehidupan para influencer seakan menjadi patokan utama bagi followersnya. Banyaknya pilihan dicampur adukan dengan trend terkini memang membuat orang mengalami ketakutan akan ketertinggalan.

FOMO sendiri memiliki arti Fear Of Missing Out, perasaan dimana seseorang takut apabila ia meninggalkan suatu aktivitas tertentu. Apabila kamu masih bingung dengan penjelasan diatas, mari kita perdalam lagi konsep FOMO. Ketika teman kamu, artis, ataupun orang yang kamu ikuti di media sosial mengunggah foto - foto cantik dan indah, kamu mengaguminya hingga lama-kelamaan kamu merasakan "kecemasan" dalam dirimu. Kamu merasa bahwa semua orang yang kamu lihat tadi bisa menjalani hidup dengan jauh lebih baik, seru, sukses, menarik, tak pernah ada masalah.

Perasaan seperti itulah yang diistilahkan dengan FOMO. Perasaan ini terbatas pada hal-hal yang kita lihat di media sosial. FOMO juga menghantui pegawai eksekutif paruh baya yang merasa terjebak di kantor sementara rekan-rekannya yang lebih muda diundang meghadiri konferensi di Las Vegas. FOMO juga menghantui anak muda yang tidak bisa menolak ajakan temannya untuk nongkrong padahal ia sedang sibuk dengan tugas sekolahnya.

PENYEBAB FEAR OF MISSING OUT 

Penyebab FOMO| pixabay.com

Setelah membahas sedikit konsep dari Fear Of Missing Out, sekarang mari membahas Apa Sih Penyebab Dari Adanya Perasaan FOMO? 

  1. Adanya akses informasi tanpa henti: Dulu, manusia mendapatkan informasi melalui media cetak, omongan tetangga, berita televisi. Dunia terasa lebih damai karena ruang lingkup mereka kecil, sehingga mereka baik-baik saja ketika hidup ditengah ketidaktahuannya. Hari ini, dengan segala kemudahannya, internet menyajikan informasi yang terus-menerus. Mulai dari berita artis, isu dunia, isu terpanas, berita terbaru, semuanya masuk ke dalam ponsel genggam. Sehingga kamu bisa mengaksesnya dimana saja dan kapan saja, ditambah adanya kolom komentar membuat orang menjadi bebas untuk mengekspresikan tanggapan mereka mengenai berita tersebut. Komunikasi media digital inilah yang membuat orang kecanduan dan membuat orang selalu merasa terkoneksi dengan yang lain. Hal tersebut membuat hidup tanpa internet terasa mustahil. Bahkan, menurut survei yang dilakukan oleh Asurion, bahwa sebagian besar orang Amerika hanya bisa bertahan satu hari tanpa ponsel. Sebagai perbandingan, para responden dalam survei yang sama menyatakan mereka juga hanya bisa bertahan satu hari tanpa air dan makanan
  2. Interkonektivitas Ekstrem: Media sosial dibentuk sebagai pengekspresian diri terhadap dunia maya. Berbagi hal melalui cerita, feed yang dapat berupa gambar maupun video. Media sosial juga menawarkan fitur-fitur yang bisa membuat orang yang mengikuti kita dapat berkomentar atau sekadar memberikan respon dengan 'like'. Berbagai survei menemukan bahwa 56 persen orang takut ketinggalan acara, berita, dan status penting bila tidak memantau media sosial secara terus menerus. Artinya, sudah lebih dari setengah pengguna media sosial mengalami FOMO. Ia menghabiskan waktunya berjam-jam untuk berinteraksi dengan dunia maya.
  3. Reference Anxiety: Pernahkah kamu melihat temanmu atau artis yang mengunggah foto jalan-jalan ke Disneyland atau memotret secangkir coffee mahal? Setelah itu kamu merasa bahwa hidupmu sangat membosankan karena tidak pernah merasakannya? Bagaimanapun sifat itu merupakan hal yang normal dan naluriah karena pada dasarnya manusia rentan dengan rasa minder. FOMO memang bukan masalah sepele. Akibat dari adanya rasa membandingkan diri sendiri dengan orang lain ataupun rasa cemas karena tidak sesukses atau sebahagia orang lain adalah mengambil keputusan secara emosional bukan rasional, dan membuat orang tak lagi percaya pada intuisi. 

CARA MENGATASI FEAR OF MISSING OUT 

joy of misssing out

Perasaan FOMO dapat memicu berbagai hal negatif apabila kita tidak berusaha untuk mencegahnya. Rasa cemas berlebihan, stress,kelelahan dapat kamu rasakan apabila kamu tidak pernah merasa cukup dengan hidupmu. Rasa damai dan enjoy ketika melihat seseorang melakukan aktvitas diluar kendali kita atau biasa disebut perasaab JOMO (Joy Of Missing Out) dapat dicapai dengan berbagai cara:

  1. Fokus pada apa yang kita bisa: Setiap orang pasti memiliki batas kemampuan sendiri sendiri, kamu juga pasti mempunyai keahlian. Cobalah fokus dengan apa yang kamu bisa tanpa harus mengemis pembuktian dari orang lain. Pilih satu hal yang kamu bisa lakukan dengan nyaman, lakukanlah terus-menerus hingga kamu menjadi ahlinya. 
  2. Hiduplah di dunia nyata: Ini merupakan hal yang sekarang sulit untuk dilakukan oleh banyak orang karena mereka lebih suka tenggelam di dunia maya daripada dunia nyata. Mereka menjadi kurang menikmati hidup sebagai manusia karena dunia maya lebih menarik baginya. Hal sederhana secara tidak sadar kita lakukan adalah mengabaikan omongan orang dan lebih asyik membalas pesan online dari teman atau pacar. Tidak menikmati makanan yang disediakan malah asyik menonton youtube sambil menyendokkan makanan ke mulut. 
  3. Apresiasi dirimu sendiri: Mulai dengan menghargai apa yang kamu punya, gunakanlah sebaik mungkin tanpa harus membandingkan dengan orang lain. Karena sejatinya, dirimu lebih berharga daripada benda apapun.

Teman ataupun artis yang mengunggah sosial media merupakan hasil dari kurasi, jadi jangan jadikan mereka patokan dalam bertindak. Dengan kamu berdamai dengan diri kamu dan selalu merasa bersyukur atas apa yang kamu punya, maka FOMO tidak pernah ada dalam dirimu. Tertinggal bukan berarti kuno, kamu hanya memiliki standar dalam melakukan sesuatu. Itulah penyebab dan solusi terhindar dari FOMO. 

REFERENSI:KEMENKEU | "Fear Of Missing Out" by Patrick J. McGinnis| ASURION

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini