Menilik Wacana Pembangunan Kampung Inggris di Kota Bandung

Menilik Wacana Pembangunan Kampung Inggris di Kota Bandung
info gambar utama

Jika mendengar istilah “Kampung Inggris”, sebagian besar orang pasti akan langsung teringat dengan salah satu wilayah atau kecamatan yang berada di Kabupaten Kediri, yakni Pare. Tak heran, karena sejak lama lokasi ini memang telah dikenal sebagai lokasi instansi kursus Bahasa Inggris lokal terbaik di Indonesia.

Lebih tepatnya sejak tahun 1977, Kampung Inggris Pare pertama kali didirikan oleh sosok bernama Muhammad Kalend Olsen. Dan seiring berjalannya waktu, popularitas sekaligus kualitas dari tempat kursus satu ini terus berkembang hingga tak perlu diragukan lagi.

Pengakuan akan kualitasnya tentu bukan sekadar klaim mandiri semata, keberhasilan Kampung Inggris Pare dalam memberikan kursus bahasa asing bahkan mendapat apresiasi dari Dubes Inggris langsung pada tahun 2017, yakni Moazzam Malik.

Hingga saat ini, Kampung Inggris Pare tercatat sudah mendidik dan meluluskan sekurangnya 27 ribu peserta yang kemudian menghasilkan sebaran alumni di tingkat nasional maupun internasional.

Menjadi aset istimewa khususnya bagi kabupaten Kediri karena dapat memberi nilai tambah baik dari segi wisata sekaligus pendidikan, membuat konsep edukasi yang diterapkan oleh Kampung Inggris Pare dewasa ini banyak diterapkan oleh pendiri instansi serupa di berbagai kota.

Salah satu yang menarik, wacana mengenai pembangunan ‘duplikasi’ Kampung Inggris rupanya juga sempat disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, yakni Ridwan Kamil pada kisaran awal tahun 2022 lalu.

Kagum dengan Kampung Inggris Pare, Dubes Inggris Berniat dirikan Kampung Indonesia di Inggris

Fasilitas pendukung untuk generasi muda

Ridwan Kamil dan pendiri Kampung Inggris Pare (Kalend Olsen)
info gambar

Ungkapan mengenai kemungkinan pembangunan Kampung Inggris ala Pare di Bandung pertama kali terucap saat Ridwan Kamil melakukan kunjungan kerja ke Kediri pada tanggal 21 Januari 2022. Kala itu, dirinya bertemu dengan pendiri Kampung Inggris Mr. Kalend.

Mengutip keterangan dari laman Pemprov Jabar, Gubernur yang terkenal dengan sapaan Kang Emil tersebut mengungkap jika tak menutup kemungkinan Jabar akan mengembangkan Kampung Inggris seperti di Kediri, Jawa Timur.

"Tak ada yang tidak mungkin dibangun seperti ini di Jabar," katanya.

Menurutnya hal tersebut bisa terjadi lantaran kemampuan berbahasa Inggris sekarang ini harus dimiliki oleh generasi muda, dan pemerintah perlu menyiapkan fasilitas pendukung.

Di saat bersamaan, menurutnya belajar bahasa tak harus melulu ke lembaga formal dan dengan biaya yang mahal. Kampung Inggris seperti di Kediri hadir sebagai solusi pilihan belajar bagi masyarakat menengah ke bawah dengan kualitas terbaik.

"Kampung Inggris Kediri sangat terkenal di Indonesia, lulusannya sudah pasti mahir berbahasa Inggris," ujar Kang Emil.

Daya Tarik Kota Kediri Selain Kampung Inggris

Butuh waktu lama

proses belajar di Kampung Inggris Pare
info gambar

Meski memiliki wacana tersebut, Kang Emil juga mengaku jika membangun duplikasi atau kampung Inggris di Bandung yang serupa seperti layaknya di Pare bukanlah perkara mudah, melainkan membutuhkan waktu yang lama.

Meski begitu, dirinya mengaku sudah mempelajari mengenai proses dan teknis pengembangan satu wilayah yang punya kekhasan tertentu.

"Saya sudah pelajari, tidak sesederhana itu memang karena butuh waktu untuk mengedukasi," tambahnya.

Hal senada rupanya juga disampaikan oleh Bupati Kabupaten Kediri, yakni Hanindhito Himawan Pramana. Dirinya mengaku menyambut baik niat Gubernur Jabar untuk membangun Kampung Inggris di Bandung, dengan konsep sister city atau sistem serupa layaknya yang ada di Pare.

Namun, menurutnya ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan, terutama dari segi standarisasi kurikulum dan penataan lembaga. Lebih jauh, Dhito mengungkap jika selama ini sebenarnya sudah banyak Kampung Inggris yang ada di wilayah Indonesia termasuk di Bandung sendiri, namun dengan konsep dan sistem yang berbeda dari yang ada di Pare.

“Kampung Inggris di Indonesia khususnya di Pulau Jawa, tapi itu semua di-create (dibuat). Sedangkan yang ada di Pare (Kediri), keberadaannya memang benar-benar tumbuh karena kesadaran dan rasa butuh dari Pak Kalend Osen.” ujar Dhito, mengutip Asumsi.

Di saat bersamaan, Dhito juga mengungkap jika keberadaan pusat edukasi layaknya Kampung Inggris perlu dikelola dengan baik, secara matang, dan dalam jangka waktu yang panjang.

Mengenal Kampung Inggris di Pare Kediri

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini