Kapal Landing Craft Tank Buatan Samarinda Laku Dibeli Uni Komoro

Kapal Landing Craft Tank Buatan Samarinda Laku Dibeli Uni Komoro
info gambar utama

Indonesia sebelumnya kerap dikenal akan kemampuan dalam membuat beberapa armada alutsista baik udara, darat, dan laut untuk kebutuhan militer. Beberapa bahkan ada yang terjual dan laris manis di beli beberapa negara lain.

Di saat bersamaan, kemampuan memproduksi alat transportasi rupanya tak hanya datang untuk armada berjenis alutsista saja. Untuk kebutuhan umum, beberapa perusahaan galangan kapal yang ada di tanah air terbukti mampu membuat alat transportasi yang juga dilirik oleh negara lain.

Belakangan, transaksi jual beli kapal buatan Indonesia yang dikonfirmasi pemerintah dan langsung mencuri perhatian adalah kapal berjenis Landing Craft Tank (LCT), atau kapal angkutan barang yang menarik minat dan dibeli oleh otoritas Uni Komoro dengan harga terbilang besar.

Kisah Pulau Onrust, Tempat Tukang Kapal Terbaik di Dunia pada Masa Lampau

Dibeli seharga Rp21 miliar

Mengutip keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), kapal LCT yang berhasil terjual ke Uni Komoro merupakan asli buatan dalam negeri, tepatnya sebuah perusahaan galangan kapal asal Samarinda, Kalimantan Timur.

Lebih detail, dijelaskan bahwa kapal yang dimaksud sebelumnya merupakan suatu produk dengan nama Anugerah Perdana 36. Setelah dibeli oleh Uni Komoro seharga Rp21 miliar, kapal tersebut akan berganti nama menjadi Falk Njema.

Transaksi pembelian kapal ini sendiri merupakan buah hasil diplomasi dan kerja sama ekonomi yang terjalin antara Indonesia dengan Uni Komoro, yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Hal tersebut diungkapkan oleh Benny Yan Pieter Siahaan, selaku Kepala Perwakilan RI di Antananarivo-Madagaskar merangkap Uni Komoro, yang memfasilitasi transaksi pembelian kapal satu ini.

“Saya sangat senang sekali karena KBRI Antananarivo dapat berkontribusi meningkatkan kerja sama perdagangan Indonesia dengan Uni Komoro. Pembelian kapal angkut barang (Landing Craft Tank) LCT Falk Njema adalah bukti peningkatan hubungan ekonomi kedua negara tersebut," ucapnya.

Membahas mengenai bentuknya, kapal LCT yang dimaksud memiliki bobot sekitar 800 ton, dengan panjang 67 meter dan lebar 12 meter.

Kabarnya, saat ini kapal tersebut sedang dalam perjalanan berlayar menuju negara pembeli sejak tanggal 25 April lalu. Jika tidak ada kendala, perjalanan diperkirakan akan berlangsung selama satu bulan sampai tiba di Uni Komoro.

Mengenal 3 Unit Kapal Bantu Rumah Sakit yang Beroperasi di Indonesia

Mengenal fungsi kapal LCT

Kapal
info gambar

Sakadar informasi, Uni Komoro sendiri merupakan sebuah negara kepulauan yang ada di Samudra Hindia serta terletak di antara daratan Benua Afrika dan Pulau Madagaskar. Adapun negara Afrika yang paling dekat dengan Uni Komoro adalah Mozambik dan Tanzania.

Beberapa pulau yang ada di negara tersebut di antaranya Moroni, yang merupakan Ibu Kota Uni Komoro dan terletak di Pulau Komoro Besar. Selain itu masih ada pulau utama lain yang meliputi Pulau Mayotte, Komoro Besar, Anjouan, dan Moheli.

Masih mengutip sumber yang sama, kapal LCT bernama Falk Njema itu nantinya akan digunakan sebagai salah satu sarana moda transportasi angkutan kapal laut antar pulau di negara tersebut. Sebagaimana diketahui, akhir-akhir ini Uni Komoro memang mengalami krisis pemenuhan bahan-bahan kebutuhan pokok karena kelangkaan transportasi antar pulau.

Sudah menjadi hal yang wajar, karena selama ini kapal berjenis LCT yang dimaksud memang banyak dikenal sebagai kapal yang berfungsi untuk sarana transportasi, atau pengangkut komoditas berbagai barang pokok, mulai dari barang tambang hingga kendaraan dan alat berat lainnya.

Penjualan kapal LCT ke Uni Komoro ini diharapkan dapat aktif berperan dan membantu penguatan diplomasi, guna berkontribusi memulihkan fasilitas ekonomi Uni Komoro yang juga tak luput dari kondisi krisis akibat terdampak pandemi selama beberapa tahun terakhir.

Karena itu dengan terselesaikannya proses pembelian kapal yang dimaksud, Pemerintah Uni Komoro disebut telah menyatakan kepuasan mereka. Mereka juga bertekad akan menjajaki pembelian kapal-kapal lain dari Indonesia terutama untuk varian kapal berjenis kargo dan kapal tongkang di kesempatan selanjutnya.

Melihat Perkembangan Kapal Pinisi dan Budaya Maritim di Nusantara

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini