Pulau Gam Tawarkan Keindahan Gua Batuan Karst dan Laguna Misterius di Raja Ampat

Pulau Gam Tawarkan Keindahan Gua Batuan Karst dan Laguna Misterius di Raja Ampat
info gambar utama

Membahas keindahan Raja Ampat memang tak pernah ada habisnya. Secara geografis Kabupaten Raja Ampat memiliki empat pulau besar yaitu Pulau Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool, kemudian terdiri dari 1.847 pulau kecil. Dengan banyaknya jumlah pulau, tak heran bila daya tarik untuk kunjungan wisata pun sangat tinggi. Raja Ampat juga disebut-sebut sebagai surga di wilayah Indonesia timur.

Selain beberapa spot terkenal seperti Piaynemo, Misool, dan Wayag, ada satu wilayah lagi yang wajib dijelajahi wisatawan yaitu Pulau Gam. Lokasinya belum banyak diketahui dan baru mulai dipromosikan oleh dinas pariwisata setempat pada tahun 2019 silam.

Pulau Gam berada di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, tepatnya berada di Desa Sawinggrai, Distrik Meos Mansar. Ada banyak kegiatan yang ditawarkan untuk wisatawan, mulai dari menyelam, mengamati burung dan satwa liar, serta menjelajahi berbagai spot wisata alam.

Berikut beberapa pesona Pulau Gam yang menarik untuk dieksplorasi jika berlibur ke Raja Ampat:

Pesona Pulau Sempu yang Penuh Keindahan Tapi Terlarang Bagi Wisatawan

Daya tarik Pulau Gam

Pulau Gam | @Zaferkizilkaya Shutterstock
info gambar

Salah satu keunikan Pulau Gam adalah keberadaan Gua Batuan Karst di Selat Pulau Gam. Gua ini juga masih belum populer di kalangan wisatawan karena akses ke dalamnya yang cukup sulit. Gua Batuan Karst memiliki ornamen yang unik dan indah. Pada bagian dasar gua, wisatawan dapat melihat air yang jernih dan tak jarang bisa melihat kelelawar berterbangan di dalam gua. Meski harus melewati jalur yang rumit, pemandangan di gua ini tak akan mengecewakan.

Selain Gua Batuan Karst, Pulau Gam juga memiliki laguna misterius. Ini karena laguna hanya akan muncul ketika air laut sedang surut. Wisatawan bisa masuk ke laguna dan menyaksikan pemandangan laut yang memanjakan mata. Perpaduan birunya laut ditambah dengan gugusan karst khas Raja Ampat adalah dua hal yang akan Anda saksikan di sana. Di area ini wisatawan juga bisa menyelam dan menjelajahi keindahan bawah laut.

Pada dasarnya Pulau Gam memiliki tiga spot utama yang jadi daya tarik wisatawan, yaitu Selat, Teluk Barat dan Teluk Tersembunyi. Derah Selat merupakan pemisah antara Pulau Gam dengan Pulai Wigeo yang memiliki pemandangan berupa gugusan pulau-pulau kecil. Sedangkan pada Teluk Tersembunyi, wisatawan dapat melihat deretan koral yang cantik, bahkan terkadang ada hiu yang muncul di dekat bebatuan. Sementara Teluk Barat yang menghadap ke Pulau Pef juga menawarkan pemandangan yang tak kalah mengagumkan.

Kegiatan unik lain yang dapat dilakukan di Pulau Gam adalah menyaksikan proses pelepasliaran duyung. Memiliki ekosistem padang lamun, Pulau Gam menyediakan sumber makanan dan habitat duyung. Sementara itu di daratan, wisatawan juga dapat melihat habitat dari 14 spesies hewan menyusui seperti marsupialia, hewan pengerat, kelelawar, wupih sirsk, dan cecadu pisang. Tentunya juga ada spesies endemik seperti tikus air yang hidup di Gua Wape.

Wisatawan juga bisa berkesempatan melihat burung merak di habitat aslinya. Tentunya ini merupakan pengalaman luar bisa bertemu dengan burung yang terkenal dengan keindahan bulunya.

Tak jauh dari Pulau Gam juga ada Selat Dampier yang merupakan kawasan konservasi perairan terbesar kedua di Raja Ampat. Selat Dampier terdiri dari tiga bagian yaitu pesisir Gam dan Kepulauan Mansuar, pesisir Pulau Batanta, dan pesisir Pulau Salawati Utara atau Timur Laut. Selat Dampier sendiri merupakan selat yang memisahkan Kepala Burung Papua dan kepulauan Raja Ampat.

Selat Dampier memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di seluruh wilayah Raja Ampat dan dikenal dengan kekayaan terumbu karang dan kehidupan laut. Di wilayah selat ini terdapat banyak ikan pelagis besar seperti hiu, tuna, kakap, kerapu, barakuda dan kue. Selain itu juga menjadi tempat berlindung mamalia laut seperti paus, lumba-lumba, duyung, dan menjadi wilayah agregasi untuk dua spesies pari manta.

Selat Dampie juga memiliki 28 desa di wilayah pesisir yang dapat menunjang kegiatan wisata dan konservasi. Beberapa desa yang jadi destinasi wisata budaya antara lain Sawinggrai, Arborek, Sawandarek, Yenbuba, Saporkren, dan Arefi. Mengunjungi desa tersebut, wisatawan dapat berinteraksi dengan penduduk lokal, menyaksikan kesenian tradisional, melihat burung cenderawasih, bermain kayak, dan menginap di homestay lokal.

Idenberg, Danau Misterius di Kawasan Puncak Jaya Wijaya

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini