Laporan Google: Orang Indonesia Mulai Sering Belanja Bahan Pokok Secara Daring

Laporan Google: Orang Indonesia Mulai Sering Belanja Bahan Pokok Secara Daring
info gambar utama

Dua tahun hidup dalam kondisi pandemi Covid-19 tentu membawa banyak perubahan. Bagi sebagian orang Indonesia, ini berarti mengevaluasi kembali nilai-nilai, kebiasaan, cara bekerja dan hidup.

Dengan segala perubahan tanpa henti, orang-orang terus mencari informasi di mesin pencarian untuk memuaskan keingintahuan mereka. Data mengenai penelusuran informasi itu kemudian dikumpulkan Google dalam Laporan Year in Search 2021 dan memberikan gambaran tentang hal-hal yang dipedulikan masyarakat.

Dari hasil kolektif tentang penelusuran itu menjadi sebuah tren yang dimanfaatkan oleh para produsen untuk lebih memahami konsumen. Ada begitu banyak variasi topik penelusuran yang datanya dikumpulkan, salah satunya mengenai pencarian bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, daging, telur, garam, juga bumbu-bumbu masak.

Dilaporkan Google bahwa pada bulan Maret 2022 bahwa penelusuran untuk bahan pokok naik 24 persen dan ini menjadi potensi besar bagi para penjual daring.

Perputaran Uang di Tempat Wisata Mencapai Rp72 Triliun Selama Libur Lebaran 2022

Peningkatan penelusuran bahan pokok

Data Google Trends | Dok. Google Indonesia


Data Google Trends menunjukkan bahwa penelusuran terkait bahan pokok naik 24 persen dari Q1 (kuartal 1 atau kuartal pertama periode 1 Januari – 31 Maret) 2021 hingga Q2 tahun 2022. Kenaikan ini juga terjadi seiring dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang membeli produk makanan dan minuman dari rumah demi kemudahan.

“Tren ini sejalan dengan laporan 2021 e-Conomy SEA yang menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia didorong oleh e-commerce, yang tumbuh sekitar 52 persen per tahun dan nilainya diperkirakan akan mencapai 104 miliar dolar AS (Compounded Annual Growth Rate/CAGR) hingga 2025,” jelas Randy Jusuf, Managing Director Google Indonesia.

Laporan e-Conomy SEA tahun 2021 yang disusun oleh Google, Temasek dan Bain & Company menunjukkan bukti adanya pertumbuhan yang kuat terjadi di semua sektor ekonomi digital di Indonesia.

Randy juga menjelaskan bahwa pandemi telah menimbulkan tambahan 21 juta pengguna internet di Indonesia dengan 72 persen di antaranya berasal dari area non-metropolitan. Para konsumen digital baru ini diprediksi akan terus menggunakan layanan digital karena memberikan begitu banyak kemudahan dalam aktivitas harian. Bahkan, layanan digital sudah jadi bagian dari rutinitas mereka seperti berbelanja lewat e-commerse, menggunakan layanan antara makanan, dan mengakses media daring.

Dengan peningkatan pengguna internet ini, tidak heran jika ada begitu banyak pengguna yang belanja bahan pokok secara daring. Hal ini juga mengingat kemajuan dan kemudahan di bidang logistik dan manajemen inventaris.

Dalam laporan e-Conomy menunjukkan bahwa di Asia Tenggara belanja bahan pokok secara daring baru dua persen dibandingkan dengan 25 persen populasi yang kini gemar belanja daring untuk produk selain bahan pokok.

Disebutkan pula dalam laporan lain yaitu L.E.K Insights (pada November 2021) bahwa penjualan bahan pokok secara daring tumbuh 4-5 kali lipat dari 2019 hingga 2020. Untuk nilaiinya diperkirakan akan mencapai 5-6 miliar dolar AS hingga 2025.

Google Trends melalui Tab Shopping di Google Search juga mencatat adanya kenaikan minat penelusuran pada sejumlah bahan pokok utama selama periode satu tahun dari kuartal satu dan kuartal dua (April-Juni) tahun 2022 yaitu penelusuran sayur tumbuh 90 persen, garam tumbuh 60 persen, madu tumbuh 50 persen, mi tumbuh 25 persen, telur tumbuh 22 persen, dan susu tumbuh 18 persen.

“Kami percaya bahwa omnichannel groceries merupakan tahap lanjutan atas metode berbelanja kebutuhan sehari-hari, dimana pelanggan dapat merasakan pengalaman yang seamless baik secara online maupun offline, juga mendapatkan produk yang dibutuhkan langsung di lokasi mereka berada,” kata Edward Kilian Suwignyo, CMO, Blibli.

“Untuk itu, infrastruktur, rantai pasok, juga logistik yang terintegrasi memegang peranan penting dalam memberikan nilai tambah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mulai dari menghadirkan pilihan produk berkualitas dan lengkap, harga kompetitif, hingga pengiriman cepat.”

Soal belanja bahan pokok daring di Indonesia memang sudah sangat mudah. Mengingat situs dan aplikasi belanja pun begitu beragam dan dapat dipilih sesuai preferensi masing-masing. Beberapa di antaranya adalah Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, JD ID, Happy Fresh, Sayur Box, Tanihub, TukangSayur.co, Astro, Sesa Indonesia, dan Segari.

Ragam Strategi UMKM Pertahankan Usaha di Tengah Hantaman Pandemi

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini