Peruri dan Kepercayaan Sejumlah Negara yang Mencetak Uang di Indonesia

Peruri dan Kepercayaan Sejumlah Negara yang Mencetak Uang di Indonesia
info gambar utama

Uang merupakan satu-satunya alat tukar atau alat pembayaran yang sah dalam lingkup ekonomi, dan memegang peran besar nan penting dalam kehidupan umat manusia sehari-hari. Meski kelihatannya hanya berupa lembar kertas biasa, tapi nyatanya kebijakan mengenai komponen dan proses pembuatannya tidak bisa dibilang sederhana, terlebih jika bicara mengenai peredaran.

Lazimnya, setiap negara memiliki instansi khusus yang berwenang dalam menentukan jumlah uang yang beredar dan bagaimana proses percetakannya berjalan. Di Indonesia, dan sama halnya seperti di negara lain, wewenang tersebut sudah pasti dimiliki oleh Bank Sentral atau dalam hal ini Bank Indonesia.

Sementara itu mengenai pihak yang melakukan pencetakan uang, Indonesia sendiri memiliki perusahaan yang sejak lama memang telah ditunjuk, dan memiliki tugas khusus untuk melakukan hal tersebut, yakni Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri).

Perputaran Uang di Tempat Wisata Mencapai Rp72 Triliun Selama Libur Lebaran 2022

Mengenal Peruri

Peruri
info gambar

Eksistensi Peruri sebagai perusahaan yang berada di bawah naungan negara (BUMN), dimulai saat pertama kali didirikan pada tahun 1971. Perusahaan ini sebenarnya merupakan gabungan atas peleburan dua perusahan negara yakni Arta Yasa dan Pertjetakan Kebajoran.

Sebelumnya, Arta Yasa sendiri dikenal sebagai perusahaan pencetak uang logam, sedangkan Pertjetakan Kebajoran adalah perusahaan pencetak uang kertas.

Bicara perannya, selain mencetak uang sebagai alat pembayaran yang sah, Peruri juga memegang peran dalam mencetak dokumen atau surat berharga lain yang berlaku di Indonesia. Beberapa dokumen yang dimaksud mencakup paspor Indonesia, pita cukai, meterai, prangko, dan sertifikat tanah.

Dibangun dengan target menjadi perusahaan pencetakan uang terbesar di dunia, saat ini pusat produksi atau pencetakan uang Peruri berdiri di atas lahan seluas 202 hektare di kawasan Karawang, Jawa Barat, yang dibangun pada tahun 1991.

Mulai tahun 2011 Peruri juga diketahui mulai berekpansi ke jasa keamanan digital, dengan menyediakan jasa otentikasi elektronik, identitas elektronik, pembayaran elektronik, dan pusat data.

Menilik Rencana Bank Indonesia Menghadirkan Mata Uang Rupiah Digital

Dipercaya sejumlah negara

pengiriman mata uang soles ke Peru
info gambar

Mimpi untuk menjadi perusahaan pencetakan uang terbesar yang diperhitungkan rupanya perlahan tapi pasti mulai terelalisasi dari tahun ke tahun. Dalam perjalanannya, tercatat jika Peruri tidak hanya mencetak mata uang rupiah atau dokumen penting dalam negeri, melainkan juga dipercaya oleh sejumlah negara untuk mencetak mata uang dan dokumen penting mereka.

Salah satu negara yang mengandalkan pencetakan uang di Indonesia adalah negara terdekat yakni Malaysia yang memiliki mata uang ringgit. Sejak tahun 2010, Peruri telah menjalin kerja sama dengan Malaysia untuk mencetak uang Negeri Jiran tersebut. Selain uang, peruri juga membantu Malaysia untuk mencetak dokumen penting berupa paspor.

Sementara itu mengutip Info BUMN, terungkap jika Peruri juga pernah menjalin kerja sama untuk mencetak mata uang Bangladesh, di mana kerja sama tersebut mulai terjalin pada tahun 2011. Dan masih di tahun tersebut negara lain yakni Sri Lanka juga mempercayakan hal yang sama, dengan peruri yang mencetak mata uang Rupee.

Tak berhenti sampai di situ, ada juga negara yang disebut mempercayakan pencetakan uang ke peruri dengan jumlah atau nilai terbanyak dibanding negara lainnya, yakni Nepal. Sudah terjalin sejak tahun 2007, tercatat jika jumlah uang yang berhasil dicetak peruri oleh Nepal adalah sebanyak 50 juta lembar.

Lebih detail, uang tersebut terdiri dari pecahan 1.000 rupee sebanyak 30 juta lembar, dan pecahan 500 rupee sebanyak 20 juta lembar.

Selain empat negara tersebut, Indonesia juga tercatat mencetak dokumen penting untuk dua negara yakni Filipina dan Guinea. Untuk Filipina, peruri bekerja sama dalam mencetak prangko edisi khusus sebanyak 32,8 juta lembar. Sementara untuk Guinea, peruri membantu mencetak paspor bagi negara di Afrika Barat tersebut.

Terbaru pada tahun 2019 lalu, Peruri kembali dipercaya oleh Bank Sentral Peru untuk mencetak uang kertas Soles, mata uang bagi negara di wilayah Amerika Selatan tersebut.

Menurut keterangan Fajar Rizki, yang menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha perusahaan kala itu, Peruri telah memenangkan tender dan bersaing dengan perusahaan pencetakan uang ternama yang berasal dari negara lain, yakni Jerman, Inggris, Prancis, dan Rusia.

"Harga yang kita tawarkan cukup kompetitif juga dari para pesaing kita (negara lain)," ujar Fajar, mengutip Suara.com.

Lebih detail, peruri kala itu mencetak sebanyak 3 jenis pecahan mata uang Peru. Lain itu juga terungkap jika nilai kontrak yang ditandatangani dalam kerja sama tersebut mencapai nilai 16 juta euro atau setara Rp520 miliar.

Indonesia Cetak Uang Negara Amerika Latin ini

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini