Badarawuhi dan Kisah Siluman Ular yang Selalu Meneror Zaman

Badarawuhi dan Kisah Siluman Ular yang Selalu Meneror Zaman
info gambar utama

Film lokal bergenre horor KKN di Desa Penari resmi menjadi film horor produksi Indonesia terlaris sepanjang masa. Angka penonton terus mengalami peningkatan dari hari ke hari sejak pertama debut di tanggal 30 April 2022.

Pada hari Sabtu (14/5/2022), film ini bahkan telah tembus angka 5 juta penonton. Dengan begitu, film ini berhasil menggeser posisi film Pengabdi Setan yang sebelumnya memegang posisi sebagai film horor terlaris sepanjang masa.

KKN di Desa Penari memang telah viral di kalangan netizen sejak tahun 2019 silam. Kisah horor ini menceritakan perjalanan kuliah kerja nyata (KKN) dari para mahasiswa bernama Ayu, Nur, Widya, Wahyu, Bima, dan Anton.

Dalam kisah tersebut, diceritakan tentang siluman berbentuk ular bernama Badarawuhi yang dilihat Widya. Siluman ini bisa menjelma sebagai sosok wanita cantik yang bisa mempesona dengan tariannya.

Badarawuhi adalah seorang penari bertubuh ular dengan ciri khas selendang di tubuhnya. Sebagai penari, siluman ini bertugas untuk menyenangkan para makhluk halus penjaga hutan di salah satu wilayah di Jawa Timur.

“Jadi ini sebenarnya ular full, cuma yang membedakan dia separuh manusia, separuh ular. Karena waktu itu saya minta wujud yang separuhnya saja, jadi siluman lah,” ujar Hari Kurniawan atau yang akrab disapa Om Hao dari Kisah Tanah Jawa.

Mengungkap Misteri Ahool, Kelelawar Raksasa Penghuni Gunung Salak

Badarawuhi bukan siluman ular pertama yang ditempatkan sebagai hewan mistis dalam kisah folklor Nusantara. Hal ini disebutkan oleh peneliti folklor dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Dr Sunu Wasono.

Menurutnya dalam legenda dan cerita-cerita lelembut, banyak sekali memuat kisah yang tokoh gaibnya itu adalah siluman ular. Hal ini, katanya, membuktikan bahwa cerita tentang siluman ular sudah ada sejak lama.

Ular memang tidak hanya ditakuti karena sifat buasnya saja, namun karena kedekatannya dengan hal-hal berbau gaib. Di banyak kepercayaan, binatang ini dipercaya sebagai jelmaan sosok siluman.

Banyak juga ilmu-ilmu hitam yang menggunakan media ular sebagai sesembahan. Ular atau serpent juga menjadi salah satu simbol kuno yang paling banyak digunakan dalam ilmu klenik dan secara luas digunakan di seluruh dunia.

Siluman ular dan perempuan

Sunu berpendapat eksistensi ular dalam cerita rakyat di dunia bermula dari kisah Adam dan Hawa. Dipercaya ada tokoh ular yang membuat Adam dan Hawa harus terlempar dari Surga dan berpisah di dunia.

Hewan ini diidentifikasi sebagai sosok iblis di Taman Eden dari Genesis di Alkitab dan juga dalam Taman Firdaus di Alquran. Perwujudan iblis menjadi ular inilah yang berhasil merayu nenek moyang manusia ini untuk melakukan hal yang dilarang Tuhan.

Ular sebagai hewan siluman juga muncul pada kisah pewayangan, Sunu menyebut salah satunya pada kisah Parikesit. Dirinya menjelaskan Prabu Parikesit akan mati karena digigit oleh tokoh ular yang berubah menjadi Naga Taksaka.

“Kisah ini juga dituliskan Goenawan Mohamad dalam sajaknya yang berjudul ‘Pariksit’. Pada sajak karya Subagio Sastrowardoyo juga ditampilkan simile atau perbandingan yang menggunakan tokoh ular,” terang Sunu yang dinukil dari Kompas.

Sunu menyebut pada sajak Subagio Sastrowardoyo perempuan juga kerap disandingkan dengan ular. Misalnya katanya dalam kisah pewayangan, tokoh ular salah satunya muncul melalui sosok salah satu istri dari Bima.

Kisah Pieter Erberveld, Hero Batavia yang Dikenang Jadi Kampung Pecah Kulit

Dijelaskan olehnya, salah satu istri dari Bima ini digambarkan sebagai seorang dewi cantik yang merupakan siluman ular. Makhluk ini ungkapnya ketika menjilat telapak kaki seseorang, akan membuat orang tersebut bisa mati.

Karena itu, kisah siluman ular dengan perwujudan perempuan jelasnya sudah beredar di masyarakat Indonesia. Sunu menyebutkan hal itulah yang mengilhami dan menginspirasi penulis cerita seputar keberadaan makhluk halus.

“Siluman ular memang terkadang disandingkan dengan sosok wanita, dan kebanyakan pencitraannya negatif,” sindirnya.

Beberapa daerah di Indonesia bahkan memiliki legenda siluman ular. Misalnya di Kalimantan ada Ular Tangkalaluk, ada juga Ular Putih Raksasa di Nusa Tenggara Timur, dan yang paling terkenal adalah Nyi Blorong di Jawa.

Sama seperti badarawuhi, Nyi Blorong digambarkan sebagai sosok berwujud setengah manusia dan setengah hewan. Dari bagian pinggang ke atas, dia berwujud wanita yang sangat cantik, namun bagian badannya berwujud ular.

Nyi Blorong dipercaya sebagai panglima terkuat Kanjeng Ratu Kidul yang menguasai Pantai Selatan Jawa. Selain itu, dirinya diyakini bisa dijadikan sebagai tujuan meminta kekayaan alias pesugihan bagi sebagian masyarakat.

Siluman ular yang populer

Sosok siluman ular memang begitu populer dalam cerita masyarakat, bahkan sebelum sosok kuntilanak, pocong, dan jelangkung malang melintang di layar lebar Indonesia. Siluman ular sempat jadi primadona di antara makhluk mitos Indonesia lainnya.

Makhluk mitologi ini tercatat sebagai pembuka pasar film horor Indonesia pada tahun 1934. Film ini bertajuk Ouw Peh Tjoa alis Doea Siloeman Oeler Poeti en Item (Dua Siluman Ular Putih dan Hitam).

Film ini merupakan karya sutradara keturunan Tionghoa, The Teng Chun yang menjadi film horor pertama yang ditayangkan di Indonesia. Film ini diproduksi oleh Cino Motion Pictures dan diangkat dari legenda rakyat China.

Film ini mengisahkan perebutan hati seorang pemuda oleh dua jelmaan ular putih dan hitam. Kedua siluman itu menjelma menjadi wanita cantik usai bersemedi selama ratusan tahun. Perebutan ini kemudian dimenangkan oleh sosok wanita ular putih.

Sebelum menikah, ternyata pemuda itu mengetahui identitas asli wanita ular putih dan berusaha membatalkan pernikahan, tetapi gagal. Pernikahan itu terpaksa dilakukan, bahkan pemuda itu mulai jatuh cinta kepada sosok siluman itu.

Namun seorang pendeta datang dan berusaha membunuh si wanita ular. Wanita siluman itu lantas kabur, tetapi pendeta berhasil menangkap sang siluman ular. Beruntung, nasib sang siluman ular ini ditolong oleh Dewi Kwan Im.

Menapaki Alas Roban, Jalur Tengkorak yang Banyak Menyimpan Cerita Misteri

Film hitam putih ini dibawakan dengan bahasa Melayu dan ditayangkan ke berbagai layar lebar saat itu. Film ini pun menuai tanggapan positif hingga mampu dibawa ke negeri seberang seperti Singapura yang dihuni mayoritas orang Tionghoa.

Selain itu, siluman ular juga pernah meneror layar lebar Indonesia dengan sosok Nyi Blorong dalam periode 1980 an hingga 1990 an. Terhitung dari Nyi Blorong (1983), Petualangan Cinta Nyi Blorong (1986), dan Titisan Dewi Ular (1990).

Ketenaran karakter yang diperankan oleh sosok legenda perfilman Indonesia, Suzanna ini tidak hanya di lingkup lokal. Film Nyi Blorong versi 1982 sempat dibuat dalam versi Bahasa Inggris bertajuk “The Snake Queen”.

Bahkan sosok siluman ular juga masuk dalam karakter film Fantastic Beast: The Crimes of Grindelwald. JK Rowling penulis terkenal serial Harry Potter menulis, siluman ular ini diambil dari mitos ular naga, bernama Nagini yang berasal dari Indonesia.

Tentunya terlepas ucapan dari Rowling mengenai latar belakang inspirasinya ini, sosok ular jejadian yang misterius dan kuat memang menarik untuk diangkat ke dalam bentuk karya apapun. Karena kadung akrab dengan masyarakat Asia, khususnya Indonesia.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini