Ragam Agenda di JNM Bloc, Ruang Kreatif Publik Baru di Yogyakarta

Ragam Agenda di JNM Bloc, Ruang Kreatif Publik Baru di Yogyakarta
info gambar utama

Di Jakarta kita mengenal M Bloc dan Pos Bloc sebagai ruang kreatif publik, kini hadir tempat serupa di Yogyakarta yaitu JNM Bloc. Jika M Bloc menempati bangunan rumah dinas milik Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dan Pos Bloc di Kantor Pos, JNM Bloc sendiri berada di Jogja National Museum, tepatnya di Jalan Amri Yahya No.1, Gampingan, Wirobrajan.

JNM Bloc merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara (YYSN) yang menaungi Jogja National Museum dan Radar Ruang Riang (RRR) yang mengelola M Bloc dan Pos Bloc.

Keberadaan JNM Bloc merupakan proyek Cipta Ruang (Place Making) dan memanfaatkan sebagian besar kawasan Jogja National Museum yang luas areanya mencapai 1,4 hektare untuk menciptakan ekosistem kreatif bagi kesenian, hiburan, budaya pertemuan komunitas hingga pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

Lalu, apa saja yang ada di JNM Bloc?

Pos Bloc, Tempat Kongko dan Ruang Kreatif Baru di Gedung Kantor Pos

Ragam aktivitas kreatif di JNM Bloc

Pembangunan JNM Bloc dilakukan bertahap. Setelah tahap pertama diresmikan Oktober 2021 seluas 4.000 meter persegi, tahap kedua akan menyusul dengan tambahan sekitar 10.000 meter persegi pada tahun 2022. JNM Bloc mengusung tema "Art, Culture, and Entertaiment In a Historical Site" dan identitas ruang kreatif ini antara lain udaya populer, ekonomi kreatif, jenama lokal, dengan nuansa kekinian yang membuat karakternya lebih unik dan memiliki nilai tambah.

"Harapannya ke depan JNM Bloc bisa menjadi wadah baru, tempat berkumpul layaknya melting pot bagi industri kreatif yang sangat terdampak di masa pandemi. Berbagai giat yang terjadi di JNM Bloc beberapa waktu ini, diharapkan dapat menginspirasi sekaligus menumbuhkan budaya baru dalam penyelenggaraan event. Harapan lainnya JNM Bloc dapat menjadi pusat studi tentang tren-tren di dunia kreatif dalam mengantisipasi vakumnya penyelenggaraan event selama diberlakukannya PPKM oleh pemerintah," ujar KPH Wironegoro selaku Ketua YYSN, kepada Medcom.id.

Di JNM Bloc pun sudah tersedia beberapa tenant seperti kedai kopi Filosofi Kopi, Serasa by Nanduto yang menyajikan masakan Indonesia, kedai minuman ColdHeart, warung dengan konsep Bali yaitu Twalen, kedai gelato artisan Huma Ide, kedai tanaman Karplanter, UMKM Berseri (fesyen dan kriya), dan kedai foto kekinian Photomatics. Ke depannya, jumlah tenant dan jenis usaha yang bergabung di JNM Bloc pun akan terus bertambah seiring dengan rencana pembangunan lahan yang diperluas.

Selain menikmati suguhan para tenant, pengunjung juga dapat berpartisipasi dalam beberapa program yang rutin diselenggarakan, mulai dari acara seni, budaya, dan hiburan. Di JNM Bloc akan jadi tempat untuk pameran lukisan, foto, instalasi seni, lokakarya, pemutaran film, peragaan busana, pertunjukan tari, musikalisasi puisi, teater, sulap, pantomim, stand up comedy, hingga konser musik.

Sebagai hasil kolaborasi dengan Jogja National Museum juga akan diadakan berbagai pameran temporer seperti ArtJog, Jogja Bienalle, dan Kustum Fest. Bahkan JNM Bloc juga memiliki open stage yang dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan dan area pendopo untuk berbagai kegiatan.

Adapun untuk waktu operasionalnya, JNM Bloc buka setiap hari, Senin sampai Jumat mulai pukul 10.00-22.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 08.00 - 22.00 WIB. Lokasinya sendiri berada di tengah kota dan berjarak sekitar tujuh menit dari Tugu Jogja dan sekitar 200 meter dari SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta.

Tip untuk berkunjung ke JNM Bloc adalah menyediakan saldo uang elektronik sebab seluruh gerai tidak melayani pembelian menggunakan uang tunai. Selain itu, area JNM Bloc juga ramah hewan peliharaan, bagi yang ingin membawa hewan kesayangan diharapkan membawa Pet Waste Bag demi kenyamanan.

Deretan Pantai Terindah di Dunia Versi Condé Nast Traveller, Ada 1 dari Indonesia

Jogja National Museum

Perlu diketahui bahwa lokasi Jogja National Museum (JNM) menempati bangunan bekas kampus Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) yang merupakan cikal bakal berdirinya Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Sejak tahun 1955, kampus tersebut telah melahirkan para maestro seni rupa seperti Sapto Hudojo, Saptoto, I Nyoman Gunarsa, Edhi Sunarso, Amri Yahya, Djoko Pekik, Widayat, dan G. Sidharta.

Lalu setelah kampus ISI terpadu berdiri di Jalan Parangtritis KM 6, Sewon, Bantul, pada tahun 1988, keberadaan kawasan bekas ASRI ini tak lagi digunakan. Mengingat kompleks bangunan ini mempunyai nilai historis yang cukup penting, maka ketua YYSN pun berjuang untuk melestarikan bangunan tersebut dan kemudian dirombak untuk menjadi museum.

Di dalam museum terdapat beberapa ruang pamer seperti Ruang Fine Art Museum Gallery, Pendopo Ajiyasa, Ruang Seni Situs Patung, dan Ruang Situs Kriya. Selain itu ada Gallery for Citizens untuk pameran seniman pemula dan fasilitas lain seperti JNM Art Shop, kantin Situs Kriya, panggung seni, Kyoot Art Galore, Anjiru Coffee Shop, Music & Podcast Studio, Kantin, serta penginapan Casa Wirabrajan.

Selain pameran, di JNM sendiri sering diadakan kegiatan seperti diskusi seni, seminar, dan lokakarya yang mendukung isu-isu penting yang sedang berkembang di dunia seni rupa. JNM juga sering mengadakan program eperti artist in residence yang terbuka bagi seniman lokal maupun internasional.

Meski sebagian kawasan telah dimanfaatkan untuk JNM Bloc, area museum pun masih tetap terbuka untuk umum. Dalam waktu dekat, di JNM akan ada pameran bertajuk "Mulih Mula Mulanira" oleh Nasirun yang berkolaborasi dengan Hanafi K. Sidhartha pada 17 - 26 Mei 2022.

Jatiluwih, Desa Wisata dengan Pesona Alam dan Subak di Bali

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini