Selain JIS, Stadion Berstandar Internasional Juga Resmi Berdiri di Banten

Selain JIS,  Stadion Berstandar Internasional Juga Resmi Berdiri di Banten
info gambar utama

Euforia dari peresmian stadion berstandar internasional terbesar dan terbaru di Indonesia, yakni JIS (Jakarta International Stadium) masih terus terasa. Sejak diresmikan, sudah mulai bermunculan sederet wacana event yang akan digelar di lokasi tersebut baik yang bersifat olahraga maupun non-olahraga.

Namun tak berhenti di JIS, daftar stadion berstandar internasional yang dimiliki Indonesia bertambah dengan satu fasilitas serupa yang berada di Provinsi Banten, yakni Banten International Stadium (BIS). Proses penggarapan BIS sendiri nyatanya lebih singkat dibandingkan JIS, dan diresmikan pada kurun waktu yang nyaris berdekatan.

Meski dari segi kapasitas BIS jelas jauh lebih sedikit bahkan nyaris tak mencapai setengahnya dari JIS, namun kualitas yang dimiliki juga tak kalah memadai dan layak diperhitungkan untuk menambah fasilitas olahraga berstandar internasional yang ada di tanah air.

Menilik Pembangunan Jakarta International Stadium, Hadirkan Sejumlah Fasilitas Kelas Dunia

Sederet fakta BIS

Menilik lokasi detailnya, stadion internasional Banten ini berlokasi di Kawasan Sport Center, Kecamatan Curug, Kota Serang, dan sudah mulai dibangun sejak bulan Juli 2020. Pembangunan sendiri digarap oleh perusahaan kontraktor dalam negeri yakni PT PP dan menelan biaya sekitar Rp874,31 miliar.

Berdiri di atas lahan seluas 60 hektare dan mempunyai luas bangungan 78.116 meter persegi, stadion yang terdiri dari enam lantai bangunan ini dapat menampung sebanyak 30.038 penonton yang dapat diakses dari sebanyak 18 gate atau pintu masuk.

Lebih detail, ada sebanyak sebanyak 19.124 kursi yang diperuntukan bagi penonton umum, 532 kursi untuk kelas VIP dan pendamping difabel, 231 kursi untuk VVIP, serta 151 kursi untuk area media.

Jika dilihat dari luar, BIS dibangun dengan menyertakan ornamen berupa batik khas Banten dan hiasan berbentuk bambu. Di mana ornament yang disertakan tersebut sengaja dibuat untuk mencerminkan budaya khas Suku Baduy.

Bicara mengenai fasilitas, mengikuti jejak JIS stadion ini juga memiliki sejumlah fasilitas atau komponen dalam berstandar internasional yang didatangkan dari luar. Pertama, untuk rumput lapangan digunakan rumput berjenis Zoysia Matrella yang menjadi standar FIFA dan didatangkan langsung dari Italia.

Dari negara yang sama juga didatangkan sistem audio dan pencahayaan arena dengan dmx system sebanyak 172 lampu berkekuatan total 1500 lux. Pengerjaan scoring board sendiri juga digarap oleh vendor asal Italia.

Sementara itu di pinggir lapangan inti, juga terdapat lintasan lari atletik yang terdiri dari 7 lintasan atletik dengan lima lintasan lari, dan sesuai dengan standar Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF).

Adapun selama beroperasi, nantinya BIS direncanakan akan dipakai sebagai markas pertandingan kandang tim Liga 1, yakni RANS Cilegon FC, Dewa United, dan Bhayangkara FC.

Awalnya, stadion yang dikerjakan oleh kontraktor dalam negeri PT PP ini ditargetkan selesai digarap pada bulan Desember 2021. Namun karena sempat terkendala kala pandemi, penyelesaian dan peresmiannya sendiri baru dilakukan pada tanggal 9 Mei lalu.

"Banten harus punya lapangan sepak bola terbaik. Kita bangun karena rindu akan stadion yang memadai, yang rindu bahwa kita punya ikon. Kita perkenalkan Banten bagian dari masyarakat internasional," ujar Gubernur Banten Wahidin Halim, saat acara peresmian.

5 Stadion di Indonesia yang Bisa Menggelar Piala Dunia

Perdebatan nama

Terlepas dari kehadirannya yang memiliki standar internasional, rupanya perdebatan muncul dari segi penetapan nama dari stadion tersebut. Rupanya, penggunaan nama Banten International Stadium disorot karena dianggap tidak menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan ketetapan UU Nomor 24 Tahun 2009.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Alvin Lie, eks anggota Ombudsman yang juga menyorot hal yang sama pada penamaan Jakarta International Stadium.

Beberapa pihak berpendapat, jika penggunaan nama terbaik harus menunjukkan kebanggan ikonik dari wilayah Banten sendiri. Misalnya tokoh yang paling layak untuk dijadikan nama stadion atau unsur budaya yang lebih ikonik.

Sementara itu menurut perwakilan Pemprov Banten, penggunaan istilah International digunakan dengan tujuan untuk mengenalkan jika Banten dan Indonesia memiliki stadion internasional. Tak menampik jika pergantian nama juga sangat mungkin dilakukan dengan menggunakan nama kedaerahan.

Hal tersebut disampaikan oleh M. Rahmat Roegianto, selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi Banten.

"Kalau nama BIS sementara ini nama itu dulu, untuk memperlihatkan bahwa itu stadion internasional, Kalau nanti mengadopsi nama lokal bisa saja. Nama masih kita pikirkan," ujar Rahmat, mengutip Kompas.com

Stadion Utama GBK Masuk Nominasi Stadion Termegah di Asia Tenggara

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
AH
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini