Luti Gendang, Mi Lendir, dan Aneka Makanan Khas Tanjungpinang yang Wajib Dicoba

Luti Gendang, Mi Lendir, dan Aneka Makanan Khas Tanjungpinang yang Wajib Dicoba
info gambar utama

Tanjungpinang merupakan ibu kota dari provinsi Kepulauan Riau dan terletak di Pulau Bintan. Selama ini Tanjungpinang dikenal sebagai daerah pintu masuk ke Sungai Bintan, di mana Kerajaan Bentan berada dan berpusat di Bukit Baru. Wilayah Tanjungpinang juga mudah diakses dari daerah sekitarnya, termasuk Kabupaten Bintan dan Kota Batam.

Kota ini dikenal dengan daerah pariwisatanya yang beragam, mulai dari Pulau Penyengat, Pantai Trikora, hingga pantai buatan Tepi Laut. Pelabuhan Laut Tanjungpinang di Sri Bintan Pura juga memiliki berbagai kapal feri dan kapal cepat untuk akses ke pulau-pulau lain seperti Batam, Kepulauan Karimun, Kundur, dan kota-kota di Riau, bahkan memiliki akses internasional seperti ke Malaysia dan Singapura.

Selain berwisata dan menikmati pemandangan kota, jangan lewatkan untuk mencicipi kuliner nikmat khas Tanjungpinang. Berikut daftar makanan wajib coba selama berkunjung ke Tanjungpinang:

Mi lendir

Mi lendir | Wikimedia Commons
info gambar

Mengunjungi Tanjungpinang tak akan lengkap tanpa mencicipi mi lendir. Penampilan mi ini identik dengan kuah kental berwarna kecokelatan sehingga tampak seperti lendir. Seporsi mi lendir terdiri dari mi kuning, taoge, telur rebus, dan kuah. Namun, pembeli bisa menambahkan lauk-pauk lain seperti udang, bakso, atau irisan daging sapi.

Umumnya, mi juga disajikan dengan irisan cabai rawit untuk menambah kepedasan. Sedangkan untuk kuahnya sendiri terbuat dari campuran kacang tanah dan ubi jalar sehingga teksturnya kental. Untuk rasa mi lendir secara keseluruhan cenderung manis dan gurih.

Tempeh Grenada, Kreasi Tempe Tak Biasa dari Kepulauan Karibia

Luti gendang

Luti gendang | @Darman Bin Salam Shutterstock
info gambar

Jika mengunjungi kedai kopi di Tanjungpinang, biasanya mereka menyediakan camilan berupa luti gendang. Meski asal penganan ini dari Anambas, tetapi luti gendang juga banyak ditemukan di Tanjungpinang. Uniknya roti ini memiliki isian berupa ikan tongkol atau daging ayam. Untuk rotinya sendiri dibuat dari campuran tepung, telur, gula putih, mentega, ragi, bawang, garam, cabai, dan isian ikan atau ayam.

Luti gendang memang umum disantap pada pagi hari sebagai teman minum kopi atau teh ketika sarapan. Namun, luti gendang juga cocok disantap sambil ditemani es teh tarik atau teh susu dingin. Roti isi daging dengan rasa gurih ini juga cocok untuk oleh-oleh. Biasanya luti gendang untuk oleh-oleh akan digoreng setengah matang agar lebih tahan di perjalanan.

Di Sumatra Utara, Lalapan Favorit Berasal dari Pucuk Rotan

Tepung gomak

Tepung gomak | Wikimedia Commons
info gambar

Kue tepung gomak terbuat dari tepung ketan atau pulut dan memiliki adonan isian yang disebut inti. Inti terbuat dari kacang hijau rebus, kemudian dicampur gula merah, gula putih, dan kelapa parut. Teksturnya kenyal dan manis. Disebut gomak karena kue ini seperti dilumuri bedak. Seperti luti gendang, kue tepung gomak juga sering dinikmati sambil minum teh. Bahkan, camilan ini juga sering disajikan pada cara penting seperti kendurian.

Otak-otak

Otak-otak khas Tanjungpinang | Wikimedia Commons
info gambar

Kudapan otak-otak mungkin mudah ditemukan di daerah lain, tetapi versi Tanjungpinang ini cukup berbeda. Otak-otak khas Tanjungpinang terbuat dari ikan palai, ikan tenggiri, atau sotong, kemudian diberi bumbu gulai dan dibungkus daun kelapa. Otak-otak diolah dengan cara mencampur semua bumbu kemudian dikukus, sebelum disajikan biasanya otak-otak akan dipanggang sampai mengeluarkan wangi semerbak.

Beda dari otak-otak lain, di Tanjugpinang, camilan ini berwarna kemerahan dan rasanya gurih, agak pedas, dan berempah. Wajar, mengingat bumbu yang digunakan terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, jahe, kunyit, serai, dan lada.

Otak-otak bisa dimakan langsung atau dicocol ke dalam saus. Untuk sausnya sendiri terbuat dari kacang tanah, cabai merah, cabai rawit, bawang puth, dan air asam Jawa. Di Tanjungpinang, cukup mudah menemukan camilan ini. Namun, salah satu penjual otak-otak tersohor ada di pintu masuk Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Tradisi Kuliner Mataram: Meraih Berkah dari Santapan Para Raja

Deram-deram

Ilusrasi deram-deram | Wikimedia Commons
info gambar

Deram-deram juga merupakan kudapan manis khas Tanjungpinang. Kue serupa donat berukuran kecil ini terbuat dari tepung beras dan gula merah, kemudian digoreng sampai bagian luarnya agak garing. Menurut cerita masyarakat setempat, kue ini merupakan camilan di Kesultanan Riau Lingga dan kini masih diproduksi oleh warga sebagai makanan sehari-hari dan juga oleh-oleh.

Dari penampilannya, deram-deram memang mirip dengan kue cincin khas Betawi dan ali agrem khas Jawa Barat. Warnanay cokelat, berbentuk seperti cincin, dan memiliki rasa manis khas gula merah.

Mi tarempa

Mi tarempa | @Septian Perdana Rahman Shutterstock
info gambar

Selain mi lendir, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba mi tarempa ketika berkunjung ke Tanjungpinang. Mi tarempa biasanya memiliki beberapa versi dalam penyajiannya, yaitu mi kering, mi basah kuah sedikit, dan basah kuah banyak tergantung selera pemesan. Namun, mi tarempa versi autentik adalah yang kering, sedangkan penambahan kuah, baik sedikit atau banyak hanya untuk variasi saja seperti saat kita memesan bakmi pada umumnya.

Mi tarempa terdiri dari mi lebar dengan potongan ikan tongkol kemudian dimasak dengan bumbu berwarna merah. Namun, saat ini penjual juga menyediakan pilihan lain seperti menggunakan makanan laut atau daging sapi. Sekilas penampilan mi tarempa agaknya akan mengingatkan kita pada mi Aceh yang juga berbumbu dan berempah. Namun, rasa dari mi tarempa cenderung manis dan asam. Untuk menambah kelezatan, Anda bisa menambahkan acar cabai hijau di mi tarempa.

Naniura, Kuliner Ikan Tanpa Dimasak yang Jadi Santapan Istimewa Raja Batak

Gonggong

Gonggong | Wikimedia Commons
info gambar

Terakhir, tentunya wajib coba menu satu ini yaitu gonggong yang sangat populer di Tanjungpinang dan Batam. Gonggong merupakan siput laut bercangkang putih kecokelatan dan jadi salah satu menu yang banyak disajikan di restoran hidangan laut.

Gonggong bisa diolah jadi berbagai hidangan, tetapi menu paling sederhana biasanya hanya direbus dengan garam dan jahe agar tidak amis, kemudian disantap dengan cocolan sambal. Umumnya, gonggong dimakan dengan dicongkel menggunakan tusuk gigi. Setelah direbus, gonggong aka memiliki tekstur daging yang lembut dan agak kenyal.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini