Terapkan 5 Keuntungan Mengaktifkan Akun Media Sosial Organisasi

Terapkan 5 Keuntungan Mengaktifkan Akun Media Sosial Organisasi
info gambar utama

Kini, media sosial sudah menjadi bagian interaksi paling digeluti masyarakat yang hidup di era digital. Siapapun dapat bertegur sapa hanya dengan menggunakan teknologi canggih sehingga peranan media sosial dalam memengaruhi pemikiran dan perilaku manusia sangatlah besar.

Akun media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, atau semacamnya, tidak sekedar hanya dimiliki secara perorangan saja. Mayoritas organisasi atau lembaga pun memiliki akun media sosial khusus yang beredar di dunia maya.

Perkembangan dunia digital yang begitu cepat mendorong keras organisasi harus mampu mengiringi perkembangannya agar tak tergilas. Interaksi di dunia maya teramat intens, jadi kegiatan ini paling banyak menyita waktu manusia dalam sehari.

Sama dengan manusia, organisasi yang tidak terlibat peran dalam media sosial pasti akan tertinggal. Walau sebenarnya media sosial dapat berdampak buruk, tetapi posisi sebuah organisasi untuk menangkal informasi yang tidak benar sangatlah penting. Organisasi bisa memanfaatkan media sosial, jangan sampai kalah argumen dengan informasi hoax.

Oleh karena itu, berikut 5 manfaat yang dapat anggota maupun lembaga organisasi rasakan jika mengaktifkan akun media sosialnya secara sistematis, di antaranya:

1. Mengekspos Kegiatan Organisasi

Ilustrasi kegiatan organisasi. (Pixabay.com)
info gambar

Walau sifatnya hanya formalitas saja, mengekspos dan memublikasikan setiap kegiatan organisasi sangat penting dilakukan di media sosial. Setiap ada kegiatan organisasi diunggah di media sosial, maka orang lain pun dapat melihatnya dan mungkin tertarik dengan kegiatan tersebut. Bagi organisasi mahasiswa yang sifatnya melakukan pengkaderan, bisa saja orang dapat bergabung di organisasi tersebut karena sering melihat postingan kegiatan organisasi di media sosial.

2. Media Edukasi dan Informasi

Ilustrasi informasi. (Pixabay.com)
info gambar

Harus diakui bahwa di dunia sekarang, penyampaian informasi tidak cukup hanya komunikasi secara langsung. Bahkan, kalau dilihat kondisi terkini, penyampaian informasi justru lebih banyak menggunakan media sosial. Selain itu, media sosial memiliki potensi besar dalam mengedukasi masyarakat dengan membuat konten yang menarik agar dapat memikat mata para pengguna media sosial.

Hari ini dapat kita jumpai organisasi bertarung untuk menyampaikan narasi mereka dengan mengedukasi melalui media online. Untuk itu, akun media sosial organisasi mesti mampu dimanfaatkan secara komprehensif untuk mengedukasi dan menebar informasi yang bermanfaat kepada masyarakat digital.

3. Organisasi Tidak Terlihat Mati

Ilustrasi organisasi tidak mati. (Pixabay.com)
info gambar

Meskipun substansi aktifnya suatu organisasi bukan melalui media sosial, melainkan aksi nyata yang langsung di lapangan. Tetapi, alangkah lebih baiknya kalau aktif secara nyata dan maya di media sosial. Hal itu bertujuan agar orang di luar sana dapat mengetahui setiap kegiatan organisasi yang sudah berjalan.

Terlbeih, jika organisasi yang tak bisa aktif melakukan organisasi secara langsung, jangan pula mematikan akun media sosialnya. Hal itu bertujuan agar organisasi terlihat tidak mati dan orang lain masih dapat melirik organisasi tersebut. Cobalah tetap terlihat dengan dengan membuat beragam konten, meskipun hanya di media sosial.

4. Peran Narasi Melalui Media Sosial

Ilustrasi Media Sosial. (Pixabay.com)
info gambar

Informasi yang beredar di media sosial banyak sekali rupanya, begitu pula dengan adanya berita hoax yang beredar. Oleh karena itu, sangat penting bagi organisasi untuk ikut berperan membangun narasi dalam menangkal informasi yang tak sesuai dengan konteks Indonesia.

Kalau dalam bahasa gaulnya, organisasi melakukan gerakan sosial baru dengan melakukan gerakan framing, memberikan pengaruh pemikiran melalui media sosial hingga akhirnya dapat bereaksi dalam aktivitasnya.

5. Terlibat pada Dunia Digital

Ilustrasi dunia digital. (Pixabay.com)
info gambar

Harus diakui bahwa sekarang bukan hanya dunia bertatapan langsung saja, tetapi ada dunia digital. Oleh karena itu, organisasi mesti mengadakan dan mengaktifkan media sosialnya berarti sudah ikut di dalam dunia digital. Mengingat perjuangan tidak akan cukup kalau hanya sekedar bertemu langsung dengan tatap muka, tetapi secara online pun perlu. Apalagi, aktivitas sekarang, seperti pembelajaran dan pekerjaan, banyak dilakukan hanya dengan secara online.

Oleh karena itu, ketika organisasi bisa mengaktifkan akun media sosialnya dengan baik dan sistematis, maka akan mendapatkan manfaat yang luar biasa pada organisasi. Selain sebagai media edukatif, turut berkontribusi besar di era digital.

Sampai detik ini, apakah organisasi sobat sudah mengaktifkan akun media sosial? Kalau belum, mulailah dari sekarang! Bagi yang sudah, jangan pernah bosan untuk memberikan informasi yang bermanfaat, ya.

 

Referensi:Kominfo Bengkulu | Kanal

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini