Jadi Suvenir GPDRR dan Busana Resmi KTT G20, Endek Bali Siap Mendunia

Jadi Suvenir GPDRR dan Busana Resmi KTT G20, Endek Bali Siap Mendunia
info gambar utama

Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) dengan tema “Fostering Collaboration towards Sustainable Resilience” pada 23-28 Mei 2022 di Bali.

GPDRR merupakan forum multi-pemangku kepentingan yang diadakan oleh PBB untuk meninjau kemajuan, berbagi pengetahuan, dan mendiskusikan perkembangan terbaru dalam upaya pengurangan risiko bencana. Di sektor pariwisata, konsep resiliensi keberlanjutan akan menjadi fokus pemerintah Indonesia untuk masa mendatang dalam menghadapi risiko bencana.

Para delegasi GPDRR yang hadir akan mendapatkan suvenir menarik berupa produk kerajinan khas Bali, yaitu endek atau kain tenun dengan ciri khas Pulau Dewata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berharap endek Bali bisa mendunia. Menjadi buah tangan khusus bagi delegasi pada penyelenggaraan GPDRR, ia berhadap endek Bali dapat terpromosikan lebih luas.

Sejarah Jalan Tamim, Kisah Masa Lalu Sentra Kain dan Denim Kota Bandung

Promosi kain tradisional lewat acara berskala internasional

Caption
info gambar

Sandiaga mengatakan bahwa endek Bali merupakan kain tenun yang memiliki ciri khas khusus dari corak dan warna alam yang digunakan. Pewarnaan endek terbuat dari bahan alami berupa tumbuh-tumbuhan yang aman untuk kulit sensitif dan ramah lingkungan pula. Sebagai contoh, ekstrak kulit akar mengkudu dan krakas atau daun pisang kering digunakan untuk memberikan warna cokelat pastel.

"Endek Bali ramah lingkungan sesuai dengan implementasi pariwisata berkonsep berkelanjutan. Kita harapkan endek Bali ini bisa mendunia melalui penyelenggaraan GPDRR 2022 ini, sehingga bisa berdampak baik pada kebangkitan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pembuka peluang usaha," ujar Menparekraf.

Menparekraf juga menyampaikan bahwa endek Bali yang digunakan untuk buah tangan para delegasi GPDRR ini diinovasikan dalam bentuk tas gail khas Bali dan masker.

"Inovasi produk ekonomi kreatif inilah sebagai contoh bentuk kesiapan Indonesia dalam menyambut tatanan ekonomi baru. Inovasi produk ekraf seperti ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia sanggup memegang peran penting dalam pemulihan ekonomi global yang mengedepankan konsep keberlanjutan," jelas Sandiaga.

Tak hanya jadi suvenir dalam acara GPDRR, endek Bali juga diusulkan sebagai busana resmi delegasi KTT G20 di Bali pada Oktober mendatang. Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, penggunaan pakaian endek Bali sebagai busana delegasi Presidensi KTT G20 telah disepakati.

"Pak Gubernur sudah mengkomunikasikan dengan panitia pusat dan itu telah disepakati. Disepakati antara lain, adalah bagaimana delegasi nanti bisa menggunakan pakaian endek Bali, kan bagus. Seperti dulu misalnya KTT Climate Summit dulu menggunakan batik," ujarnya.

Kain Songket Pandai Sikek, Jenis Tenun Klasik dan Mewah dari Minangkabau

Keunikan kain endek Bali

Caption
info gambar

Endek berasal dari kata gendekan atau ngendek, yang artinya diam atau tetap. Keunikan dari kain tenun ini adalah warnanya tidak berubah. Masyarakat Bali sudah menenun endek secara turun-temurun menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Beberapa pengrajin endek bisa ditemukan di kawasan Karangasem, Klungkung, Buleleng, dan Jembrana.

Dalam prasasti dari Kintamani disebutkan bahwa masyarakat sekitar Danau Batur telah menanam dan menjual kapas sampai ke luar daerah. Ini menjadi sebuah bukti bahwa masyarakat Bali telah mengenal kapas untuk membuat benang jauh sebelum abad ke-12. Pada kamus yang disusun Van Der Tuuk, tenun Pegringsingan sudah dikenal di Bali sekitar tahun 800 sesudah Masehi.

Tenun Pegringsingan juga merupakan tenun endek dengan pola hias menggunakan dobel ikatan pakan dan lungsi. Bila dilihat dari keterangan tersebut, maka kebudayaan tenun di Bali sudah dikenal sejak prasejarah dan kebudayaan tenun endek sekitar abad ke-8 Masehi.

Endek merupakan kain tenun ikat pakan yang dibuat dengan memberi motif pada benang pakan, yaitu benang searah lebar kain, sebelum mulai ditenun. Pemberian motif ini dilakukan dengan mengikat bagian-bagian tertentu dari benang pakan sebelum dicelupkan ke pewarna sehingga akan terbentuk motif. Benang-benang yang telah diikat, dicelupkan, dikeringkan, dan digulung akan menjaling pada benang lungsi yang arahnya vertikal.

Motif endek biasanya bertemakan flora, fauna, dan pemandangan alam. Proses pembuatannya yang rumit juga membuat endek nyaris tidak bisa sama antar kain. Untuk penggunaannya, endek Bali bisa dipakai oleh masyarakat semua kalangan. Namun, pada zaman dahulu harga endek memang tergolong tinggi mengingat pembuatannya yang tidak mudah sehingga identik dengan kain kaum elite.

Keindahan Tenun Cual, Kain Khas Bangka Belitung yang Punya Harga Fantastis

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini