Hafizah Asal Trenggalek Raih Juara Kompetisi MHQ Internasional di Rusia

Hafizah Asal Trenggalek Raih Juara Kompetisi MHQ Internasional di Rusia
info gambar utama

Sederet prestasi membanggakan tak henti dimiliki oleh Indonesia dan bisa datang dari berbagai bidang. Selain olahraga, pendidikan, dan seni, kali ini prestasi terbaru datang dari bidang keagamaan, lebih tepatnya kemampuan menghafal ayat suci Al-Qur’an, yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Menorehkan prestasi di tingkat internasional, perwakilan Indonesia telah meraih gelar juara setelah memenangkan kompetisi Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ) 30 Juz di Rusia. Adapun gelaran tersebut juga berlangsung pada ajang The 4th Holy Quran Recitation Competition Kazan OIC Youth Capital 2022.

Berbeda dari biasanya, jika penghafal Al-Qur’an yang banyak mengikuti kompetisi datang dari kalangan laki-laki atau biasa disebut Hafiz, kali ini penghafal Al-Qur’an yang menorehkan prestasi justru berasal dari kalangan perempuan (Hafizah).

Adapun perempuan tersebut diketahui bernama Dewi Yukha Nida, yang berasal dari Trenggalek, Jawa Timur.

Di Usia 3 Tahun, BJ Habibie Sudah Bisa Baca Al-Qur'an

Kalahkan pemenang asal Dubai

Nida
info gambar

Dewi Yukha Nida yang juga akrab disapa dengan sebutan Ning Nida, belakangan mencuri perhatian karena prestasi besar yang diperoleh. Dirinya menjadi perwakilan dari Indonesia dalam kompetisi yang diselenggarakan sekaligus diikuti oleh jajaran Hafizah dari sejumlah negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI).

Pada kompetisi yang berlangsung di hari Rabu (18/5/2022), ia bersanding dengan sebanyak 70 peserta lain. Berusaha memberikan usaha terbaik dalam kompetisi di bidang hafalan Al-Qur’an 30 Juz, Nida akhirnya berhasil mengalahkan wakil dari Inggris yang diketahui merupakan juara di ajang serupa, yang berlangsung di Dubai pada tahun 2019 lalu.

Karena berhasil meraih gelar juara itu pula, Nida menerima penghargaan secara langsung yang diberikan oleh Presiden Republik Tatarstan, Rustam Minnikhanov.

"Alhamdulilah perasaanya bersyukur dan berbagia, tidak bisa terungkapkan dengan kata-kata karna memang perjuangan ini bukan buah hasil dari usaha saya sendiri, tapi merupakan doa dari orang tua dan bu guru, keluarga, santri-santri dan semua masyarakat Trenggalek", ungkap Ning Nida, mengutip keterangan di laman resmi Pemkab Trenggalek.

Mendapat banyak apresiasi, kepulangan Nida saat sampai di kampung halamannya disambut oleh Bupati Trenggalek. Bukan hanya itu, dirinya juga mendapatkan apresiasi dari Kementerian Agama berupa pemberian bonus secara simbolis, oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin.

Mesin Cetak Al-Qur'an Braille Satu-Satunya di Dunia Ada di Indonesia

Hafal 30 Juz dalam 1,5 tahun

Bukan prestasi pertama, sebelumnya perempuan berusia 24 tahun yang berasal dari Desa Ngadisoko, Kecamatan Durenan ini memang sudah kerap berkesempatan mengikuti berbagai ajang serupa baik di taraf nasional maupun internasional.

Mengutip berbagai sumber, disebutkan bahwa Nida mulai mendalami ilmu Al-Qur’an sejak masih berusia jalan 15 tahun dan masuk pesantren Walisongo Cukir, Jombang. Kemampuannya dalam menghafal Al-Qur’an juga dilakukan secara serius mulai dari Juz 1 hingga Juz 30.

Dirinya menghafal dan merangkai angka per angka, ayat per ayat, huruf per huruf, isi dan makna dari kitab suci tersebut sampai lancar, dan mengkhatamkan hafalannya saat berusia 17 tahun. Secara keseluruhan, proses menghafal Al-Qur’an tersebut ia lakukan kurang dari 1,5 tahun.

Tidak langsung bisa mengikuti ajang internasional, sebelumnya Nida lebih dulu mengikuti berbagai ajang di dalam negeri dan berhasil mendapat gelar juara. Nida tercata telah meraih juara I berturut-turut pada MTQ di tahun 2018 dan 2022.

Lain itu dia juga berhasil meraih juara II MTQ 30 juz tingkat provinsi di Banten (2016), juara III MTQ 30 juz tingkat provinsi di Papua Barat (2016).

Sedangkan menilik perjalanan di kompetisi internasional, Nida sebelumnya pernah menjadi delegasi Indonesia pada MTQ tingkat dunia yang berlangsung di Jordania dan Dubai, yang masing-masing berlangsung pada tahun 2017 dan 2020.

Hanya saja pada kesempatan yang berlangsung di Jordania, Nida baru sanggup masuk di tahap 5 besar. Sementara itu di kesempatan kedua yang berlangsung di Dubai dirinya baru berhasil keluar sebagai finalis dan kalah dari peserta asal Inggris.

Kemudian saat Nida menjuarai kompetisi tafsir Bahasa Arab di ajang MTQ Nasional yang berlangsung di Padang pada tahun 2020, ia dipersiapkan menjadi delegasi untuk mengikuti kompetisi MHQ internasional tahun berikutnya yang akan berlangsung di Rusia. Berhasil menang di tahun ini, Nida akhirnya mengalahkan peserta asal Inggris yang menjadi juara sebelumnya.

Mengungkap perasaannya, Nida berkata bahwa mengikuti lomba dalam hal ini MTQ tingkat internasional bukanlah ajang untuk gengsi-gensian, melainkan sebagai amanah.

"Yang tidak lepas dari MTQ ini adalah ilmunya, jadi sambil menyelam minun air. Jadi di sana tashih oleh syekh-syekh dan mufti dari berbagai negara, ada dari Mesir, Turki, Arab Saudi dan lain-lain", jelasnya.

Di saat bersamaan, Nida rupanya juga memiliki keinginan untuk mengajarkan sekaligus mengembangkan standarisasi bacaan Al Qur’an di tempat kelahirannya. Niat tersebut pun disambut baik oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

“Akan kita coba diskusikan lebih lanjut sinergi antara Pemerintah juga Kementerian Agama dan seluruh TPA, TPQ, Madin mungkin, pondok pesantren semua yang memiliki potensi, mumpung ada ning Nida disini yang levelnya juara Internasional, jadi ini satu modalitas untuk kita. Semoga kedepan lebih banyak generasi Qur'ani di Kabupaten Trenggalek", pungkas Nur Arifin.

Selain Kibarkan Merah Putih di Mandalika, Pebalap Ini Juga Sosok Penghafal Al-Qur’an

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini