Memerangi Rasa Insecure Dengan Self-Love

Memerangi Rasa Insecure Dengan Self-Love
info gambar utama

Insecure adalah perasaan tidak mampu (tidak cukup baik) dan ketidakpastian. Perasaan yang mendatangkan kecemasan tentang tujuan, hubungan, dan kemampuan diri untuk menangani situasi tertentu. Setiap orang mengalami rasa insecure dari waktu ke waktu.

Rasa insecure dapat datang dari berbagai penyebab di semua bidang kehidupan. Bisa pula dari peristiwa traumatis, kecendrungan kepribadian, kondisi sosial (mempelajari aturan dengan mengamati orang lain), atau lingkungan lokal.

Jika kalian seringkali diliputi oleh rasa insecure, kalian cenderung akan merasa tidak cukup baik jika dibandingkan dengan orang lain. Apabila hal ini dibiarkan terus menerus, tentu saja akan berakibat buruk bagi kesehatan, baik fisik maupun mental.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua menerapkan self-love. Kita bisa mencobanya dari hal paling sederhana, seperti cara berikut ini.

  1. Mengenali dan Menerima Emosi
    Langkah awalnya, mengenali dan belajar menerima perasaan emosi dalam diri.Tidak jarang, kalian menolak untuk terlihat lemah atau menyedihkan di depan orang lain. Memang baik mempertahankan kepositifan diri dengan bersikap optimis. Namun, hal itu bukan berarti tidak jujur dengan perasaan kita, ya. Mulai sekarang, sedikit demi sedikit, Goodmates harus belajar lebih mengenali emosi dan menerimanya dengan baik.
  2. Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri
    Meluangkan waktu untuk diri sendiri atau me time, rupanya mampu membuat kalian lebih memahami kebutuhan diri. Goodmates cukup luangkan waktu selama 10-15 menit. Ingatlah bahwa diri kalian layak menikmati waktu yang kalian miliki seorang diri tanpa adanya gangguan dari luar.
  3. Tidur dan Makan Teratur
    Meski terlihat sepele, tetapi tidur yang cukup akan membawa banyak perubahan bagi tubuh dan pikiran, lho.Kelelahan cenderung membuat diri tidak optimal dalam beraktivitas sehingga berpengaruh pada emosi. Disiplin dengan waktu dan manfaatkanlah sebaik mungkin. Selain itu, pastikan asupan nutrisi dari makanan yang diterima oleh tubuh tercukupi. Tak kalah penting, pastinya Goodmates harus makan teratur dan tepat waktu. Tubuh sehat adalah kunci bagi hidup yang sehat pula. Jadi, jangan pernah sepelekan persoalan makan ini, ya.
  4. Berolahraga
    Kesehatan fisik akan berdampak baik bagi kesehatan mental. Goodmates tidak perlu berolahraga berat, apalagi ekstrem. Cukup luangkan waktu setiap pagi untuk melakukan peregangan tubuh. Jika memiliki waktu luang yang lebih banyak, tidak ada salahnya berolahraga ringan, seperti jogging.
  5. Memaafkan dan Mencintai Diri Sendiri
    Melepaskan segala perasaan negatif tentang diri sendiri akan membebaskan Goodmates dari segala macam perasaan bersalah. Ingatlah bahwa Goodmates tidak bisa mengubah sesuatu  yang telah terjadi, tetapi Goodmates bisa mencegah hal itu terjadi lagi. Mari lanjutkan hidup dengan memaafkan diri sendiri. Semua cara sebelumnya tidak akan berarti atau berjalan dengan lancar jika Goodmates tidak berkomitmen mencintai diri sendiri. Apabila sudah berkomitmen kuat, maka Goodmates akan mengatasi segala hambatan.
Pikiran Manipulatif
Ilustrasi | Foto: Freepik.com

Sebagai manusia, kalian tentu akan terus-menerus berpikir, dan sebagian dari pikiran kalian bisa dipenuhi dengan keraguan. Terlalu banyak insecure dapat menyebabkan masalah lain dalam hubungan dan kehidupan keseharian. Namun, ada beberapa cara untuk dapat mengatasi insecure dan menjalani hidup dengan lebih percaya diri, yaitu self-love.

Sikap ;self-love' atau mencintai diri sendiri merupakan sikap utama yang harus dimiliki untuk memerangi insecuritySelf-love berarti menerima diri sendiri sepenuhnya, memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan, serta memelihara pertumbuhan kalian. Self-love pun mencakup bagaimana mengelola pikiran dan perasaan tentang diri sendiri.

Tanpa self-love, terkadang kalian cenderung sangat kritis terhadap diri sendiri. Bahkan, jatuh ke dalam kesenangan orang lain. Kalian pun cenderung menoleransi kritikan dari orang lain. Terkadang, kalian mungkin memanipulasi atau membuat keputusan yang bukan untuk kebaikan diri sendiri.

Maka, self-love adalah pondasi untuk bersikap tegas, menetapkan batasan, menciptakan hubungan sehat, merawat diri, mengejar minat dan tujuan, dan merasa bangga dengan diri sendiri.

Mencintai diri sendiri nggak harus mengubah segalanya tentang hidup kalian loh, Goodmates. Namun, yuk, coba memperlakukan diri lebih baik. Untuk memulai, kalian bisa mengidentifikasi satu hal penuh kasih yang kalian lakukan untuk diri sendiri hari ini, berupa pemikiran atau tindakan yang mendukung.

Selanjutnya, menulis planner mengenai hal yang menyenangkan. Jangan lupa, cantumkan kapan hal itu bisa kita realisasikan. Saat mulai fokus memikirkan hal baik, maka akan mengurangi pemikiran tentang hal yang merugikan diri.

Kalian bisa mengambil tindakan berdasarkan kebutuhan daripada keinginan, ini menunjukan bahwa kalian belajar memprioritaskan sesuatu yang berguna, bukan sesuatu yang hanya menyenangkan atau memenuhi ekspektasi orang lain.

Ilustrasi | Foto: Freepik.com

Goodmates tahu nggaksih, kenapa self-love itu membuat mental lebih sehat? Ternyata, self-love akan meningkatkan kepercayaan diri. Jadi, kalian tidak takut untuk gagal atau ditolak sehingga akan lebih menikmati hidup dan tidak mudah stres atau cemas.

Kemudian, self-love pun akan memberikan kekuatan dalam diri kalian untuk menghargai pencapaian atau keberhasilan sekecil apapun. Dengan begitu, kalian akan tumbuh menjadi sosok yang lebih bersyukur dengan hidup yang kalian jalani.

Terpenting yang harus Goodmates mengerti, self-love akan membantu menghilangkan hambatan mental ketika berkomunikasi dengan orang lain dan mengekspresikan diri. Seseorang yang mencintai diri sendiri biasanya terlihat beraura positif, selalu menyenangkan sehingga banyak orang yang menyukai.

Jika mencintai diri sendiri, Goodmates akan memiliki tingkat harga diri yang tinggi. Goodmates cenderung tidak mudah menderita karena kesepian, kecemasan, atau bahkan mudah menggunakan barang terlarang.

 

Referensi: Gramedia | Kumparan

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini