Menyusuri Sungai-Sungai dengan Pemandangan Eksotis di Indonesia

Menyusuri Sungai-Sungai dengan Pemandangan Eksotis di Indonesia
info gambar utama

Selain laut dan danau, Indonesia juga punya ratusan sungai besar dan ribuan sungai kecil yang melintasi berbagai wilayah. Tentunya sungai-sungai tersebut juga memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk pariwisata.

Berada di tengah hutan belantara, dekat pantai, tebing, atau persawahan membuat sungai-sungai di Tanah Air memiliki karakter masing-masing dengan keindahan yang berbeda satu sama lain. Jika selama ini pantai, laut, dan danau mungkin lebih sering dikunjungi untuk kegiatan wisata, tak ada salahnya untuk menyusuri sungai-sungai terindah yang ada di Indonesia untuk menambah pengalaman.

Di sungai, wisatawan bisa menikmati berbagai aktivitas dari bermain air, berenang, menikmati suasana alam, mencoba sensasi olahraga seperti river tubing atau rafting, hingga menyusuri sungai dengan menggunakan perahu atau kapal.

Berikut lima rekomendasi sungai dengan pemandangan eksotis di Indonesia untuk tujuan pelesiran Anda selanjutnya:

Sungai Maron

 Sungai Maron | @ARDHIKA BAGUS NUR ALIF Shutterstock
info gambar

Siapa yang tahu kalau Pacitan ternyata punya sungai eksotis dengan pemandangan bak hutan tropis Amazon? Namanya Sungai Maron dan terletak di Desa Dersono, Kecamatan Pringuku. Sungai dengan panjang 4,5 meter ini memiliki kedalaman sekitar 20 meter.

Pengunjung dapat menyusuri sungai dengan perahu dan di sepanjang perjalanan akan disambut dengan pohon kelapa tinggi menjulang di kanan-kiri sungai berseta semak yang rimbun. Anda bisa menyewa perahu dengan harga sekitar Rp100-150 ribu untuk enam orang.

Pengalaman menyusuri sungai dengan perahu ini tentu tak akan membosankan. Wisatawan juga dapat memancing ikan nila, bawal, dan sidat. Selain itu, Anda juga bisa berenang atau bersantai di atas ban yang mengalir mengikuti arus sungai. Di sungai ini setiap tahunnya rutin diadakan perlombaan seperti lomba dayung di sepanjang sungai dan berakhir di muara Pantai Ngiroboyo.

Jelajah Wisata Kabupaten Poso dari Danau Terbesar Hingga Situs Megalitik

Sungai Sekonyer

Sungai Sekonyer | Wikimedia Commons
info gambar

Sungai Sekonyer di Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, merupakan pintu masuk kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang terkenal sebagai habitat orang utannya. Di sungai ini, banyak kapal klotok lalu-lalang menuju taman nasional.

Wisatawan juga bisa menyusuri sungai dengan kapal klotok dan menikmati keindahan alam di sekitarnya. Pepohonan rimbun di sisi-sisi sungai seperti membentuk koridor alami yang indah dan dari atas kapal pengunjung bisa melihat hewan-hewan seperti bekantan, kera ekor panjang, uwa-uwa, dan burung-burung dengan warna dan suara indah seperti raja udang, bubut, enggang, dan rangkong.

Sungai Sekonyer juga menjadi habitat alami bagi buata muara, buaya sinyulong, dan ular. Demi alasan keamanan, pengunjung tidak diperbolehkan untuk berenang dan wajib menaati peraturan. Pada sore hari, wisatawan bisa berkunjung ke Camp Leakey untuk melihat proses feeding orang utan.

Untuk pengalaman yang lebih menyenangkan, pengunjung juga bisa bermalam di atas kapal. Biasanya pada malam hari kapal akan menepi di dermaga atau di tepi sungai. Jika beruntung, Anda bisa melihat hewan nokturnal seperti kukang dan tarsius.

Surga Burung dengan Pemandangan Eksotis di Taman Nasional Manusela

Kali Biru Warsambin

Raja Ampat tak hanya terkenal dengan gugusan pulau dan keindahan bawah lautnya saja, di sana juga terdapat sungai indah yang wajib dikunjungi. Kali Biru Warsambim berada di pedalaman hutan Desa Wasandim, Teluk Mayalibit, Raja Ampat, Papua Barat.

Salah satu keunikan dari sungai ini adalah suhu airnya. Meski cukup terpapar sinar matahari, suhu air di sungai ini sekitar 10-20 derajat Celsius saja. Namun, pada bagian muara sungainya memiliki dua suhu berbeda. Ada wilayah yang sedingin es dan bagian lainnya cenderung hangat.

Sungai ini diperkirakan memiliki kedalaman sekitar lima beter, tetapi ada beberapa bagian yang hanya 2-3 meter saja. Arusnya pun terbilang cukup tenang dan jernih sebiru kristal. Bagian dasar sungainya berisi bebatuan besar yang dapat terlihat jelas dari permukaan sungai tanpa harus menyelam.

Pada awalnya, wisatawan yang mengunjungi sungai ini tidak diperbolehkan untuk berenang. Baru sejak tahun 2016, pengunjung boleh berenang dengan sejumlah aturan seperti menghindari produk perawaran kulit, mandi dan mengganti pakaian di toilet, dan tidak berenang lebih dari 30 menit untuk menjaga kelestarian aliran sungai dan alam sekitar.

Kali Biru Warsambim juga erat kaitannya dengan legenda masyarakat setempat. Konon, zaman dahulu tentara akan mandi di sungai ini sebelum berperang agar lebih kuat dan bisa mengalahkan musuh. Ada pula mitos soal keberadaan buaya putih di dalam sungai yang akan muncul jika seseorang melanggar hukum adat.

Pulau Gam Tawarkan Keindahan Gua Batuan Karst dan Laguna Misterius di Raja Ampat

Sungai Tamborasi

 Sungai Tamborasi | @Kayyis Ibadurrohman Shutterstock
info gambar

Sungai Tamborasi terletak di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dan merupakan sungai terpendek di Indonesia dan dunia. Panjang Sungai Tamborasi ternyata hanya 20 meter dengan lebar 15 meter saja. Uniknya lagi, aliran air sungai ini mengarah ke bibir pantai dan lokasinya dekat dengan hutan. Selain itu, mata airnya terletak di antara bebatuan tebing.

Sungai ini juga memiliki suhu yang bervariasi di hulu dan hilir. Pada bagian hulu sungai cenderung lebih dingin dan di hilirnya lebih hangat karena ada peretemuan langsung dengan air laut. Sungai Tamborasi pun memiliki warna air kehijauan dan tenang seperti air di danau. Air di sungai pun tergolong jernih sehingga dapat terlihat jelas bebatuan di dasar sungai sedalam lima meter di bagian hulu.

Pelesiran ke sungai ini, pengunjung bisa berkesempatan bertemu langsung dengan hewan endemik berupa monyet berbulu emas dan burung laut yang biasa berterbangan di area pantai. Meski sungai ini pendek, wisatawan tetap bisa menikmati berenang atau river tubing sambil menikmati keindahan alam di sekitar kaki Gunung Mekongga.

Pesona Pulau Sempu yang Penuh Keindahan Tapi Terlarang Bagi Wisatawan

Sungai Mahakam

Caption
info gambar

Sungai Mahakam merupakan sungai terbesar di Kalimantan Timur dan bermuara di Selat Makassar. Sungai ini memiliki panjang 920 kilometer dan melintasi Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Samarinda. Sejak zaman dahulu, sungai ini memiliki peranan penting bagi masyarakat sekitar karena menjadi sumber air, potensi perikanan, dan sarana transportasi.

Di sungai ini terdapat kapal-kapal yang dapat digunakan untuk kegiatan berwisata, seperti Pesut kita, Pesut Mahakam, Pesut Etam, Pesut Mahkota dan Pesut Bentong. Nama pesut sendiri diambil dari nama hewan endemik Sungai Mahakam.

Salah satu kapal tersebut yaitu Pesut Etam dapat menampung 100 orang dan akan membawa wisatawan berkeliling Sungai Mahakam dari dari dermaga Pasar Pagi ke Tenggarong, Kutai Lama, dan seputar Samarinda dengan waktu tempuh sekitar lima jam. Bisa juga ditambah dua jam untuk berwisata ke Pulau Kemala.

Selama perjalanan dengan kapal, pengunjung dapat menikmati lalu lintas kapal angkutan, jembatan yang melintasi sungai, hingga suasana perkotaan seperti Masjid Islamic Centre dan jembatan mahkota. Perjalanan dengan kapal wisata ini juga terbilang nyaman karena sudah dilengkapi dengan fasilitas seperti musala, restoran, toilet, karaoke, dan tentunya perlengkapan keselamatan.

Menjelajah Wisata di Kabupaten Majene, dari Pantai Hingga Makam Raja

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini