Kirim Pesan Saat Tidur? Yuk, Kenali Sleep Texting pada Anak Muda!

Kirim Pesan Saat Tidur? Yuk, Kenali Sleep Texting pada Anak Muda!
info gambar utama

#FutureSkillsGNFI

Texting atau berkirim pesan merupakan kegiatan yang tidak bisa kita hindari, terutama bagi anak muda. Bahkan, kegiatan ini bisa berlangsung secara terus-menerus dalam sehari penuh. Terlebih lagi dengan kemajuan teknologi yang ada, kegiatan texting jauh lebih mudah untuk kita jangkau setiap hari.

Ternyata, kebiasaan tanpa sadar ini bisa terbawa sampai ke alam mimpi loh GoodMates. Mungkin kalian sangat familiar dengan gangguan berjalan atau berbicara saat tidur. Namun, mengetik pesan saat tidur pun bukan hal yang tidak mungkin Goodmates lakukan.

Ilustrasi | Foto: Freepik.com
info gambar

Apa itu Sleep Texting?

Sleep texting adalah fenomena seseorang tanpa sadar mengetik dan membalas pesan ketika mereka sedang tidur. Kondisi ini merupakan bagian dari parasomnia yang merujuk pada kegiatan abnormal yang dialami seseorang ketika tidur. Biasanya, sleep texting tergolong jarang, lalu tidak mengulang di esok hari.

Seseorang yang melakukan sleep texting bukanlah orang pertama yang menginisiasi berkirim pesan. Namun, mereka hanya memberikan respon terhadap notifikasi yang masuk. Apalagi, ketika memiliki kebiasaan menaruh handphone di dekat tempat tidur. Karena itulah, banyak anak muda mengalami sleep texting, mengingat penggunaan handphone yang cenderung didominasi oleh kalangan ini.

Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai fenomena ini, tetapi sleep texting dipastikan masuk dalam parasomnia, fase antara tertidur dan terbangun, atau terlelap. Umumnya, seseorang yang mengalami parasomnia jarang mengingat kejadian yang dialaminya. Meski melakukan hal yang tidak wajar, pengidap parasomnia tetap tertidur.

Bagaimana Cara Atasi Sleep Texting?

  1. Mematikan Handphone Saat Tidur

Kebiasaan bermain handphone sebelum tidur akan mebuat tubuh terbiasa. Sebaiknya, mematikan handphone sebelum tidur akan membuat tubuh lebih rilex. Kualitas tidur pun tidak mudah terganggu akan notifikasi saat ada pesan yang masuk.

  1. Mengoptimalkan Kualitas Tidur

Parasomnia biasanya dapat terjadi ketika tubuh kekurangan tidur.Tidur yang cukup bisa menanggulangi efek dari parasomnia. Banyak peneliti menyarankan para anak muda untuk tidur tidak kurang dari 8 jam. Perlu diingat, tidur berlebihan pun tidak baik, jadi utamakan kualitas daripada kuantitas, ya.

  1. Mengurangi Bermain Handphone Sebelum Tidur

Anak muda biasanya bermain handphone sebelum tidur dan melakukan kegiatan berkirim pesan di jam 8 sampai 10 malam. Kebiasaan bermain handphone dan berkirim pesan memungkinkan mereka menyimpan handphone di tempat tidur dengan notifikasi yang berdering di malam hari. Hal ini lah yang dapat menimbulkan Sleep Texting.

  1. Mengecek Obat-obatan yang Dikonsumsi

Obat penenang dan supplement dapat meningkatkan resiko dari parasomnia. Jika kalian sedang mengonsumsi obat penenang, bisa coba hubungi dokter yang bersangkutan untuk mengetahui apakah gangguan sleep texting merupakan efek yang berasal dari obat tersebut.

  1. Mengurangi Konsumsi Alkohol

Alkohol memang memiliki sifat menenangkan, tetapi alkohol dapat meningkatkan risiko parasomnia. Jika kamu meminumnya secara terus menerus, maka tidak menutup kemungkinan akan mengalami sleep texting. Lebih baik, kurangi secara bertahap atau bahkan menghindari konsumsi alkohol.

  1. Perawatan Kelainan Tidur

Apabila kalian mengalami kelainan tidur yang lain, seperti apnea. Ikuti pengobatan yang dokter arahkan untuk mengurangi berbagai faktor risiko yang akan terjadi.

Kapan Harus ke Dokter?

Sleep texting bisa menyebabkan anxiety dan perasaan memalukan ketika telah menyadari perbuatan tersebut di kemudian waktu. Meski demikian, penelitian mengenai sleep texting belum sepenuhnya selesai. Biasanya, keadaan ini memang tidak terjadi setiap hari, hanya pada momen tertentu.

Ketika sleep texting sudah terlalu sering dan diiringi oleh gangguan tidur yang lain, mungkin kamu bisa mulai konsultasi kepada dokter dan menjalani proses perawatan GoodMates. Dokter akan memberikan saran konseling sehingga kamu bisa mendapatkan kualitas tidur yang baik dan menghilangkan kebiasaan sleep texting.

 

Referensi: Sleep Foundation | Hallo Sehat 

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini