Tantangan Mengamalkan Nilai dan Makna Pancasila di Kalangan Anak Muda

Tantangan Mengamalkan Nilai dan Makna Pancasila di Kalangan Anak Muda
info gambar utama

Ada banyak hal penting yang muncul dan menjadi bagian dari lahirnya kemerdekaan Indonesia, salah satunya Pancasila. Menjadi dasar negara dan tidak hanya berperan besar saat merajut kemerdekaan, Pancasila juga masih terus relevan untuk menjadi pedoman kehidupan bangsa Indonesia hingga waktu yang akan datang.

Perjuangan untuk mencapai kemerdekaan mungkin telah usai dilakukan, namun setelah itu nyatanya tetap dibutuhkan perjuangan lain dalam jangka waktu yang jauh lebih panjang dan sulit, yakni mempertahankan kemerdekaan.

Perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan belum selesai, bahkan bisa dibilang tidak akan pernah selesai. Dan di sinilah, estafet akan peran generasi muda di waktu yang akan datang dibutuhkan.

Tidak hanya bermodalkan kemampuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman, satu hal yang sejatinya banyak dilupakan oleh generasi muda untuk dapat mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah memahami, mengamalkan, dan menjaga nilai serta makna Pancasila itu sendiri.

Lantas, bagaimana sebenarnya potret kesadaran akan nilai-nilai Pancasila bagi anak muda di masa kini?

Menguak Pemikiran Kebangsaan Soekarno dalam Pidato Lahirnya Pancasila

Tantangan dan strategi memahami Pancasila

Garuda lambang Pancasil
info gambar

Tak dimungkiri jika kemajuan teknologi yang membuat semuanya menjadi lebih mudah sekarang ini, di saat bersamaan juga membuat kalangan muda menjadi generasi yang serba otomatis dan instan dalam melakukan berbagai hal.

Persoalan itu yang diyakini menjadi salah satu alasan utama, dari terkikisnya pemahaman sekaligus praktik nilai-nilai Pancasila di masa kini. Berangkat dari kondisi tersebut, diakui bahwa sejatinya diperlukan strategi khusus untuk dapat kembali menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya Pancasila bagi generasi muda.

Prof. Rina Indiastuti selaku Rektor Universitas Padjajaran (UNPAD) memaparkan, jika strategi yang bisa diterapkan bagi kalangan muda di masa kini adalah paham bahwa pengamalan Pancasila tidak bisa dilakukan dengan metode indoktrinasi. Sebaliknya, sikap yang mengedepankan fleksibilitas harus diutamakan.

Lebih lanjut, praktisi lainnya dari instansi yang sama yakni Prof. Arry Bainus juga mengungkap jika metode doktrin dipandang sudah tidak relevan dengan sikap dan pola generasi muda di masa kini.

“Kedepankan budaya mendengar ketimbang menggurui. Dengar apa yang anak milenial inginkan tentang Pancasila,” ungkapnya.

Alih-alih tenggelam dalam kemajuan teknologi, Negara, Pemerintah, dan berbagai pihak juga diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan tersebut sebagai sarana untuk mendekatkan berbagai pihak terutama kalangan muda, kepada Pancasila.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan memanfaatkan platform media sosial maupun teknologi informasi yang ada. Lain itu pemerintah atau negara juga bisa memanfaatkan sejumlah tokoh pemengaruh (influencer) di media sosial, sebagai media untuk mengenalkan nilai-nilai Pancasila.

Yang terpenting, adalah menggali berbagai nilai Pancasila yang bisa disampaikan dengan metode yang tidak menggurui dan sesuai dengan selera generasi anak muda masa kini.

Merenungi Hubungan Antara Bung Karno, Pancasila, dan Milenial

Pancasila di mata anak muda

Apakah semua anak muda benar-benar kurang memiliki kesadaran akan makna dan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila? Jawabannya tidak.

Nyatanya, sekarang ini juga tak sedikit kalangan anak muda yang masih sadar akan pentingnya dasar negara tersebut, dan memahami dengan baik mulai dari perjuangan merumuskannya, nilai, bahkan prinisip yang dipegang teguh untuk mempertahankan pedoman hidup bernegara ini.

Contoh sebagian kecil pemahaman tersebut tergambar di kalangan mahasiswa yang berasal dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Salah satunya Vinny, yang berstatus sebagai mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

“Pancasila itu sebagai dasar berperilaku seseorang terhadap orang lain. sebagai warga milenial, kita harus melaksanakan nilai Pancasila, diantaranya sikap yang bisa dilakukan oleh generasi milenial yaitu toleransi terhadap agama lain, saling tolong menolong, dan tidak diskriminasi,“ jelasnya.

Sementara itu mahasiswa lainnya yakni Rizki juga menyebut, jika Pancasila sangat penting bagi kalangan muda sebagai modal untuk tetap semangat mencapai cita-cita negara.

“Pancasila sangat penting untuk mengingat kembali generasi milenial tentang proses pembuatan dasar negara kita yang sangat berdarah darah dan penuh perdebatan. Ada pertarungan ide-ide yang brilian di saat itu. Anak muda yang nanti menjadi agent of change, harus memiliki dasar kepatuhan terhadap Pancasila agar menjadi agent yang berakar atau bersemangat, dalam menempuh cita-cita negara sesuai jalannya Pancasila,” pungkasnya.

Pancasila Solusi Mencegah Kehancuran Bangsa

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini