Misteri Onggo-Inggi, Siluman Air Penghuni Bengawan Solo yang Sering Minta Tumbal

Misteri Onggo-Inggi, Siluman Air Penghuni Bengawan Solo yang Sering Minta Tumbal
info gambar utama

Sungai Bengawan Solo, Jawa Tengah memang memiliki keunikan tersendiri. Sebagai sungai purba, banyak cerita yang mewarnai dari zaman ke zaman. Salah satunya mitos Onggo-Inggi yang cukup kental dalam ingatan warga bantaran Bengawan Solo.

Masyarakat Solo dan sekitarnya sudah familiar dengan sosok penunggu Sungai Bengawan Solo ini. Sosok Onggo-Inggi ini digambarkan berbentuk kepala tanpa badan yang mempunyai rambut panjang.

Di mana rambutnya tersebut kerap digunakan Onggo-Inggi untuk melilit mangsanya yang akan diambil jiwanya. Dirinya juga kerap meminta tumbal berupa anak perawan dan perjaka. Sehingga sosoknya begitu menakutkan bagi anak-anak.

“Onggo-Inggi dianggap momok yang sering meneror anak perawan dan perjaka yang tinggal dari dalam arus sungai. Lantas apakah hal tersebut benar adanya? Beberapa cerita leluhur menyebutkan bahwa sosok Onggo-Inggi merupakan dayang yang tinggal di dalam pusaran kali Bengawan Solo,” tulis akun Instagram @mistersolo yang dimuat Solopos.

Selain itu, Onggo-Inggi disebut mempunyai kulit pucat dan terlihat melepuh dengan gigi taring seperti biji timun. Sosoknya yang menyeramkan membuat masyarakat takut apabila bertemu makhluk halus tersebut.

jarah Hari Ini (1 Oktober 1917) - Gesang, Maestro Keroncong Indonesia

Onggo Inggi sering memakan korban orang yang sedang berenang di perairan Bengawan Solo. Caranya menyerang adalah dengan membelit korbannya dengan rambut panjangnya, lalu menyeretnya ke dalam air.

Orang-orang percaya Onggo-Inggi memakan korbannya, sehingga jasadnya sulit sekali bisa ditemukan, kadang hilang, kadang ditemukan namun dalam keadaan tak bernyawa. Namun saat perairan kering, Onggo-Inggi tidak akan bisa ditemukan.

Air menjadi media bagi makhluk ini untuk masuk ke dunia manusia dan mencari mangsa. Karena itu cerita-cerita ini beredar di warga sekitar sungai. Sehingga membuat sungai menjadi tempat yang mistis dan angker.

Penampakan Onggo-Inggi

Sosok Onggo-Inggi memang menjadi cerita legenda yang kerap diceritakan turun temurun. Salah satu petugas SAR menyampaikan mitos Onggo-Inggi memang telah diketahui warga Bojonegoro barat hingga timur.

“Sosoknya hanya menampakkan diri. Kalau setelah melihat sosoknya, lalu orangnya tenggelam yang bisa saja terjadi,” kata Lugito, Ketua Elang Bengawan Rescue yang dinukil dari Radar Bojonegoro.

Bahkan dirinya sering mendengar cerita ketika orang mancing tidak sengaja melihat penampakan Onggo-Inggi, nantinya akan mendapat banyak ikan. Sehingga menurutnya banyak menimbulkan berbagai persepsi.

Sementara itu terkait kejadian orang tenggelam. pria kelahiran 1970 itu menyampaikan hampir setiap proses penyelamatan orang tenggelam tidak pernah meninggalkan kearifan lokal, terutama ketika tim SAR tak kunjung menemukan jasad orang tenggelam.

Selaku petugas SAR, Lugito mengaku sering berkonsultasi dengan kyai atau paranormal setempat. Dia pun rutin tumpengan ayam panggang tiap malam jumat pahing dan jajanan pasar tiap malam Jumat Legi.

“Tumpengan rutin itu bentuk doa kepada Tuhan agar tambangan diberi keselamatan dan kelancaran.” ujar tim rescue asal Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk itu.

Dengan Bangga, Seniman Korea Menyanyikan lagu Bengawan Solo

Sholeh, warga Desa Kauman, Kecamatan Kota mengatakan Onggo Inggi kerap menampakan diri ketika siang dan menjelang Maghrib. Biasanya penyebab beberapa orang tenggelam karena melihat sosok Onggo Inggi yang menyerupai manusia.

Biasanya manusia ini dalam kondisi tenggelam, sehingga akan ada orang yang berusaha menolong tetapi akhirnya berakhir tenggelam. Karena itu Sholeh mengaku pernah menyelamatkan orang tenggelam di Bengawan Solo.

Tetapi tidak dengan cara masuk ke Bengawan, namun melempar tali tampar dan gedebog pisang. Terkait sosoknya, Sholeh bercerita Onggo-Inggi itu semacam hantu berambut gondrong berwarna hitam pekat dan berbadan kecil.

Semasa kecilnya, pria yang tinggal di tepi Bengawan Solo mengaku wilayah itu memang angker. Karena sisi selatan rumahnya hingga tepi bengawan seberang Polres Bojonegoro ada rumpun pohon bambu yang lebat.

“Tetapi ya memang percaya nggak percaya dengan Onggo-Inggi ini. Ada juga orang yang menyebut Onggo-Inggi dengan nama lain kemamang,” jelasnya.

Pelestarian lingkungan

Sedangkan seniman asal Kelurahan Jetak, Oki Dwi Cahyo mengatakan bahwa cerita Onggo-Inggi memang tidak memiliki pakemnya. Bahkan bisa dibilang hanya sekadar celetukan turun temurun untuk menakuti-nakuti anak-anak.

Oki berpendapat celetukan itu mengingatkan sekaligus menakuti anak-anak agatr tidak berenang di Bengawan Solo. Karena tentu akan membahayakan bila berenang di Bengawan Solo apalagi saat arusnya deras.

Menurutnya, mitos Onggo-Inggi tergolong unik, karena sepengetahuanya saat masa kecil diberitahu bahwa makhluk ini munculnya ketika siang. Sedangkan biasanya sosok hantu itu dipercaya muncul jelang Maghrib atau malam.

“Kemungkinan dahulu para orang tua ingin anak-anak mereka tidur siang di rumah. Jadi ditakut-takuti agar tidak keluar rumah ketika siang,” katanya.

Mengingat Lagu Terpopuler Di Dunia dari Indonesia

Tetapi tetap saja, tidak ada anak kecil yang menggubris celetukan para orang tuanya. Anak-anak zamannya dahulu tetap saja memancing di Bengawan Solo. Menurutnya sangat aneh ada anak yang tinggal di tepi bengawan namun tidak bisa berenang.

Selain itu, mitos Onggo-Inggi juga memiliki pesan agar sungai bisa dipelihara dengan baik. Sebab, jika tidak dipelihara, dia bisa sangat berbahaya. Banjir dan korban tenggelam adalah beberapa bukti berbahayanya potensi sungai.

Raditya Padma, mahasiswa hukum Universitas Gunung Jati, Bojonegoro mengungkapkan dalam sisi psikologi anak mudah menerima mitos sebagai fenomena kenyataan. Sehingga pesan ini mudah diterima alam bawah sadar.

Sehingga pesan yang disampaikan pun terus terbawa hingga dewasa. Karena itu pesan ini pada masa dewasa akan terus teringat. Kemudian mereka akan menyimpan pesan ini agar tetap bisa menjaga kelestarian sungai.

“Selain itu, juga agar kita lebih berhati-hati dan menjauhi perilaku buruk saat berada di sungai,” pungkasnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini