Jadi Saksi Perjalanan Liburan Hingga Mudik, Stasiun Gambir Akan Jadi Kenangan

Jadi Saksi Perjalanan Liburan Hingga Mudik, Stasiun Gambir Akan Jadi Kenangan
info gambar utama

Stasiun Gambir di Jakarta Pusat dikabarkan akan berhenti mengoperasikan kereta api (KA) jarak jauh. Mulai tahun 2025, stasiun ini hanya akan digunakan untuk naik turun penumpang KRL Commuter Line. Rencana ini juga sejalan dengan pembangunan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, yang akan menjadi pusat pelayanan KA jarak jauh.

Menurut penjelasan Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, Stasiun Manggarai saat ini tengah dikembangkan menjadi stasiun sentral yang akan melayani kereta jarak jauh, KRL dan KA Bandara. Hal ini sesuai dengan rencana proyek Double Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang. Kendati baru akan dimulai tiga tahun mendatang, saat ini masih dilakukan proses switch over untuk penataan jalur kereta api di Stasiun Manggarai menuju stasiun sentral.

Kabar mengenai pemindahan KA jarak jauh dari Stasiun Gambir ke Stasiun Manggarai kemudian menjadi polemik. Di media sosial, warganet turut mengungkapkan pendapatnya mengenai berita ini. Ada yang setuju, ada pula yang sreg dengan kabar tersebut.

Namun yang pasti, tahun 2025 nanti pendatang yang baru tiba di Jakarta tak lagi disambut oleh megahnya Tugu Monas yang selama ini menjadi salah satu pemandangan dari dalam Stasiun Gambir.

Mengintip Kemeriahan Hari Belanja Diskon Indonesia di Gambir Expo

Memori dari Gambir

Stasiun Gambir | Wikimedia Commons
info gambar

Stasiun Gambir merupakan stasiun kereta api kelas besar yang terletak di sebelah timur Monumen Nasional dan dekat dengan Gedung Kwartir Nasional Pramuka serta Gereja Immanuel Gambir. Stasiun ini telah dibangun pada masa Hindia Belanda dengan nama Station Weltevreden. Sempat diperbaiki pada tahun 1930-an, stasiun ini kembali berganti nama menjadi Station Batavia Koningsplein.

Baru pada tahun 1990-an, nama stasiun ini kembali mengalami perubahan menjadi Stasiun Gambir dan dilakukan perbaikan besar-besaran serta menjadi stasiun jalur layang. Stasiun Gambir merupakan stasiun bagi kereta api kelas ksekutif dan sebagian kecil kelas campuran dari wilayah Jabodeabek menuju ke berbagai jurusan di Pulau Jawa. Sedangkan untuk KRL Commuter Line sudah tidak dilayani sejak pertengahan tahun 2012.

Di Stasiun Gambir juga tersedia layanan bus DAMRI yang salah satu rutenya adalah menuju Bandara Soekarno-Hatta. Adapun rute yang dilayani Stasiun Gambir untuk KA jarak jauh antara lain Surabaya, Semarang, Bandung, Banjar, Cirebon, Tegal, Yogyakarta, Malang, Solo, dan Cilacap.

Pada 6 Juni 1922, stasiun diresmikan oleh Presiden Soeharto. Stasiun baru tersebut memiliki bangunan tiga lantai untuk loket penjualan tiket, ruang tunggu penumpang, pertokoan, restoran, perkantoran pegawai kereta api, dan peron penumpang.

Jika dilihat dari atas, bangunan stasiun tampak sederhana dengan atap bersusun juga memiliki sentuhan tradisional yaitu joglo. Stasiun Gambir juga identik dengan warna hijau dengan lantai porselen warna hijau.

Setiap hari, ribuan orang memadati Stasiun Gambir untuk melancong ke luar daerah, mereka yang datang ke ibu kota, dan pulang kampung saat momen mudik tiba. Meski hanya tempat naik-turun kereta api, Stasiun Gambir memiliki kesan tersendiri bagi penumpang yang pernah menginjakkan kaki di sana. Dari Gambir, orang bepergian ke luar Jakarta, dan di Gambir pula para pendatang mendapat sambutan hangat dari ibu kota.

Sebagai stasiun sentral, Gambir telah dilengkapi dengan fasilitas lengkap, mulai dari toko swalayan kecil, restoran, toko kue, kedai kopi, gerai jajanan, musala, toilet, ruang menyusui, taman, tempat bermain anak, hingga co-working space.

Mungkin banyak yang belum tahu jika di Stasiun Gambir ada fasilitas shower & locker bagi pelanggan KA jarak jauh. Fasilitas ini terbuka untuk umum dan bisa dimanfaatkan bagi penumpang yang ingin menitipkan barang dan mandi sebelum melanjutkan aktivitas.

Tak hanya itu, di Stasiun Gambir juga ada Hotel Transit yang setiap kamarnya dapat disewa dari hitungan 4,8, hingga lebih dari 24 jam. Hotel Transit ini telah beroperasi sejak tahun 2014 dan memiliki 23 kamar yang terdiri dari 14 kamar single, 4 kamar double, 4 kamar twin, dan 1 kamar executive. Untuk biayanya sendiri mulai dari Rp300 ribuan.

KA Wisata Priority Semarang-Gambir Operasi Perdana, Ini Dia Fasilitasnya!

Akses Stasiun Manggarai dinilai lebih runyam

Stasiun Gambir | Wikimedia Commons
info gambar

Di Twitter, warganet mencurahkan keluh-kesahnya mengenai pemindahan stasiun sentral ke Manggarai. Menurut unggahan akun @IqbalPrawira30 akses ke Manggarai itu lebih ribet, macet, dan kalau mau ke Jakarta Pusat, Rasuna, dan sebagainya aksesnya lebih mumet. "Bersinergi untuk perbaikan akses ke Manggarai. Jangan tambah bikin macet," tulisnya.

Dikutip dari Detik.com, Arya Dhika sebagai pengguna KRL Commuter Line menjadi salah satu saksi dari keruwetan di Stasiun Manggarai. Setiap hari, perjalanan menuju stasiun tersebut selalu menguras emosi, padahal rumah Arya pun hanya berjarak tiga kilometer saja.

“Nggak nyaman banget. Parkirannya menurut saya terlalu kecil buat stasiun sebesar itu. Kan, setiap hari penumpangnya makin banyak,” ujar karyawan swasta ini. Di luar stasiun, kondisinya tak kalah ruwet karena dipenuhi ratusan bajaj dan ojek. Kemacetan juga datang dari arah Matraman dan Jalan Tambak, Tebet menuju Manggarai.

Menurut Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno, kepadatan di Stasiun Manggarai merupakan hal wajar untuk kondisi stasiun modern.

"Kekhawatiran publik terkait menumpuknya penumpang di Stasiun Manggarai dapat diantisipasi dengan perubahan dari beragam infrastruktur di Stasiun Manggarai," kata Djoko. Ia pun mengatakan bahwa permasalahan paling mendesak adalah akses menuju Stasiun Manggarai yang kurang memadai.

Memang akses menuju stasiun ini cenderung sempit dan lingkungan sekitar pun begitu padat dan tidak teratur. Misalnya, ruas Jalan Tambak dan Jalan Manggarai Utara, ditambah lagi beberapa titik penyempitan jalan juga menyebabkan kemacetan, seperti di terowongan lintas bawah Manggarai, area drop off depan stasiun, dan jembatan dekat pintu air. Area parkir di Stasiun Manggara juga belum seluas Stasiun Gambir.

Dari Stasiun Gambir pula, ada beberapa tempat wisata yang mudah diakses. Misalnya Monas, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, Museum Galeri Nasional Indonesia, Museum Taman Prasasti, Pasar Baru, dan Kota Tua Jakarta.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini