Mengenal Ramsay Hunt Syndrome yang Dapat Sebabkan Kelumpuhan Pada Wajah

Mengenal Ramsay Hunt Syndrome yang Dapat Sebabkan Kelumpuhan Pada Wajah
info gambar utama

Nama penyakit Ramsay Hunt Syndrome sebelumnya mungkin kurang familier di telinga masyarakat Indonesia. Namun, beberapa waktu belakangan ini, istilah yang menggambarkan kondisi kesehatan tersebut tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

Semua berawal dari penyanyi muda Justin Bieber yang mengumumkan kabar kurang menyenangkan terkait kesehatannya. Ia mengatakan kepada para penggemarnya melalui sebuah video bahwa dirinya mengidap Ramsay Hunt Syndromeyang mengakibatkan kelumpuhan di sebagian wajahnya.

Di video tersebut, musisi yang rencananya akan menggelar konser di Jakarta pada November mendatang itu mengatakan bahwa matanya tak bisa berkedip, ia tidak bisa tersenyum di sebagian sisi wajahnya, dan lubang hidungnya bahkan tak bisa bergerak. Atas alasan kesehatan, ia pun mengumumkan akan menunda sementara rangkaian Justice World Tour 2022.

Lantas sebenarnya apa itu Ramsay Hunt Syndrome dan mengapa seseorang bisa mengalaminya? Berikut penjelasannya:

Permasalahan Stunting Bisa Dicegah dengan Teknologi Nuklir, Bagaimana Caranya?

Memahami penyebab Ramsay Hunt Syndrome

Ilustrasi Ramsay Hunt Syndrome | @Kateryna Kon Shutterstock
info gambar

Ramsay Hunt Syndromemerupakan ruam yang menyakitkan di sekitar telinga, wajah, atau mulut, dan dapat menyebabkan kelumpuhan wajah dan gangguan pendengaran. Sindrom ini terjadi ketika virus varicella-zoster menginfeksi saraf di kepala. Varicella-zoster merupakan virus yang sama dengan penyebab cacar air serta herpes zoster yang juga dikenal dengan sebutan cacar api.

Sindrom ini lebih sering terjadi pada orang dewasa dan orang-orang di atas usia 60 tahun, serta jarang dialami anak-anak. Biasanya, mereka yang sudah pernah menderita cacair air bisa terkena sindrom ini. Setelah sembuh dari cacar air, virus tetap berada di tubuh dan dapat aktif setelah bertahun-tahun kemudian yang menyebabkan cacar api atau berpengaruh pada saraf wajah.

Ketika seseorang mengalami sindrom ini, ada beberapa gejala yang mungkin terjadi, seperti sakit parah di seluruh area telinga, gangguan pendengaran di sisi yang terkena, sulit makan, mulut dan mata kering, serta vertigo. Gejala lain meliputi kelemahan pada satu sisi wajah yang menyebabkan sulit menutup satu mata, berekspresi, membuat gerakan halus pada wajah, dan wajah terkulai pada satu sisi.

Penderita sindrom juga umumnya memiliki ruam merah dengan lepuh berisi cairan di sekitar telinga dan rasanya menyakitkan. Baik ruam dan kelumpuhan wajah dapat terjadi bersamaan.

Sindrom ini tidak menular, tetapi reaktivasi virus varicella-zoster dapat menyebabkan cacar air pada orang yang belum pernah menderita cacar air. Infeksinya sendiir bisa serius pada orang-orang degan masalah sistem kekebalan tubuh. Maka dari itu, penderita sindrom yang masih memiliki ruam lepuh sebaiknya menghindari kontak fisik dengan orang-orang yang belum pernah cacar air, belum mendapatkan vaksin cacar air, orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, ibu hamil, dan bayi baru lahir.

Merokok Menyengsarakan Kesehatan dan Mencemari Lingkungan

Komplikasi dan pengobatan

Untuk mendiagnosis Ramsay Hunt Syndrome, penyedia layanan kesehatan biasanya akan melihat tanda-tanda kelemahan pada wajah dan ruam. Beberapa tes yang mungkin dilakukan termasuk tes darah dan tes kulit untuk virus varicella-zoster, Elektromiografi (EMG), MRI kepala, dan konduksi saraf untuk menentukan jumlah kerusakan pada saraf wajah.

Setelah pemeriksaan, obat yang dapat diresepkan antara lain obat anti inflamasi kuat yang disebut steroid seperti prednison dan obat antivirus. Pada kondisi tertentu, pasien juga dapat diberikan obat penghilang rasa sakit yang kuat.

Jika tidak segera ditangani, sindrom ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti kehilangan pendengaran dan kelumpuhan wajah permanen, merusakan mata yang membuat Anda kesulitan menutup mata dan dapat berisiko merusak kornea yang melindungi mata, hingga Neuralgia pascaherpes yang merusak serabut saraf dan menyebabkan rasa sakit yang mungkin berlangsung lama, bahkan setelah tanda dan gejala lain memudar. Terkadang, virus juga dapat menyebar ke saraf lain, bahkan ke otak dan sumsum tulang belakang.

Merespons perbincangan soal Ramsay Hunt Syndrome yang ramai dibahas, Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD, KHOM merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam subspesialis Hematologi-Onkologi (Kanker) yang juga dikenal sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mnengatakan bahwa sindrom ini merupakan kondisi yang dipicu reaktivasi virus.

Kata Zubairi, sindrom yang diidap Justin Bieber itu telah menjadi penyebab 12 persen kasus kelumpuhan wajahh dan isa berkembang lebih buruk ketimbang Bell's palsy atau kelumpuhan salah satu sisi otot wajah, sehingga wajah tampak melorot.

Virus varicella-zoster yang menyebabkan sindrom ini juga relatif banyak ditemukan di Indonesia, khususnya pada pasien kanker yang diharuskan menjalani kemoterapi. Meski demikian, tingkat pemulihannya diyakini cukup tinggi yaitu di atas 70 persen jika ditangani dengan tepat. Ia pun menjelaskan ada tiga obat yang dapat diberikan seperti acyclovir, famciclovir, dan valacyclovir, yang sudah tersedia di apotek-apotek Indonesia.

Mengenal Alopecia Areata, Autoimun Penyebab Kebotakan yang Bisa Dialami Wanita

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini