Hari Donor Darah Sedunia, Memahami 4 Jenis Donor Darah Sesuai Fungsinya

Hari Donor Darah Sedunia, Memahami 4 Jenis Donor Darah Sesuai Fungsinya
info gambar utama

Sejak tahun 2004, setiap tanggal 14 Juni telah ditetapkan sebagai Hari Donor Darah Sedunia. Lahirnya momentum yang memiliki tujuan untuk memasok ketersediaan produk darah yang aman bagi dunia kesehatan ini disepakati oleh beberapa organisasi dunia.

Adapun organisasi yang terlibat terdiri dari WHO, Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Federasi Internasional Organisasi Donor Darah, dan Perhimpunan Internasional Transfusi Darah.

Tanggal 14 Juni sendiri dipilih dengan mengacu pada hari kelahiran Karl Landsteiner. Ia adalah seorang ahli Biologi dan dokter asal Australia yang dianggap sebagai penggagas sistem tranfusi darah modern.

Lebih tepatnya di tahun 1901, Landsteiner berhasil menemukan pengklasifikasian golongan darah ABO. Kemudian bersama rekannya Alexander S. Wiener pada tahun 1937, mereka kembali berhasil mengidentifikasi penemuan faktor rhesus, yang mana hingga kini membuat proses transfusi atau donor darah di dunia medis dapat berjalan tanpa membahayakan nyawa pasien.

Kisah Dr Lie Dharmawan, Dokter yang Jual Rumah untuk Bangun Rumah Sakit Apung

Mengenal 4 jenis donor darah

Ilustrasi darah hasil donor
info gambar

Bicara mengenai donor darah, sebagian besar masyarakat selama ini hanya mengenal proses umum berupa pengambilan sel darah merah milik pendonor, yang kemudian akan diberi kepada pasien yang membutuhkan, atau disimpan dalam bank darah.

Padahal, donor darah sendiri memiliki empat jenis berbeda yang masing-masing dilakukan sesuai kebutuhan. Berikut perbedaan dari tiap jenis donor darah yang dimaksud berdasarkan penjelasan American Red Cross.

1. Donasi trombosit (platelet donation)

Sesuai namanya, donor satu ini akan mengambil jenis sel darah yang lebih spesifik yakni trombosit. Trombosit sendiri adalah keping sel yang berperan utama dalam proses pembekuan darah ketika tubuh mengalami luka.

Mengenai kegunaan dan peruntukkannya, biasanya donor dari sel trombosit ini dibutuhkan untuk perawatan pasien kanker atau mereka yang mengalami penyakit serta cedera berat dan dapat mengancam jiwa. Lain itu, sel darah satu ini juga dibutuhkan dalam prosedur transplantasi organ atau operasi bedah lainnya.

Durasi yang dibutuhkan jika seseorang ingin melakukan donor trombosit sendiri berkisar antara 2,5-3 jam.

Penjelasan mengenai proses secara sederhana, darah dari pendonor akan diambil menggunakan alat yang dinamakan mesin apheresis. Mesin tersebut akan mengambil darah secara umum, kemudian menyeleksi sel trombosit yang ada di dalamnya. Apabila sel trombosit sudah terpisah di kantong khusus, kemudian sel darah merah yang semula akan kembali dimasukkan ke dalam tubuh pendonor.

Donasi trombosit merupakan jenis donor yang bisa dilakukan paling banyak dan sering diantara jenis lainnya. Yakni dengan jarak frekuensi setiap 7 hari dan maksimal 24 kali setahun.

Fakta Tentang Kondisi Kelainan Darah Hemofilia yang Wajib Diketahui

2. Donasi plasma

Donor plasma
info gambar

Sama halnya seperti donor trombosit, secara spesifik jenis donor satu ini mengambil sel plasma yang ada pada darah. Prosesnya pun terbilang sama, di mana saat plasma sudah terpisah maka sel trombosit dan darah biasa akan kembali diterima oleh pendonor.

Belakangan, cara satu ini semakin dikenal dan disadari praktiknya karena banyak diterapkan sebagai upaya penyembuhan di kala kasus Covid-19 sedang tinggi beberapa waktu lalu. Hal tersebut lantaran fungsinya dapat membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Selain untuk kekebalan, donor plasma biasanya juga dibutuhkan untuk beberapa pasien dengan kondisi penyakit medis tertentu. Beberapa di antaranya Hemofilia A, penyakit bawaan Von Willebrand, dan Imunodefisiensi Primer.

Sementara itu mengenai proses, donor plasma terbilang lebih singkat dibanding donor trombosit, yakni hanya sekitar 1 jam atau lebih 15 menit. Jenis donor satu ini bisa dilakukan oleh seseorang maksimal sebanyak 13 kali dalam setahun dengan jarak frekuensi setiap 28 hari.

3. Power Red Donation

Kebalikan dari donasi sel trombosit atau plasma, donasi satu ini secara murni mengambil sel darah merah yang ada dari tubuh. Baru kemudian, trombosit dan plasma dikembalikan ke tubuh pendonor. Secara spesifik, kebutuhan akan konsentrasi sel darah merah secara khusus biasanya diberikan kepada bayi yang baru lahir.

Selain itu, donor ini juga kerap diberikan bagi orang-orang yang memiliki penyakit anemia atau kekurangan darah. Prosesnya sendiri biasa berlangsung selama 1,5 jam tapi bisa berjalan lebih singkat dari itu.

Karena merupakan komponen utama paling penting dalam sel darah, jenis donor satu ini hanya bisa dilakukan dengan frekuensi lebih sedikit dibanding jenis lainnya. Yakni dengan jarak pelaksanaan 112 hari dan maksimal tiga kali dalam setahun.

4. Donor darah lengkap

Jenis donor satu ini baru merupakan tipe donor darah yang banyak diketahui publik atau masyarakat secara umum. Jenisnya pun diakui cukup fleksibel, dengan proses yang lebih singkat dari semua tipe donor darah yang ada, yakni hanya sekitar 1 jam atau bahkan kurang.

Mencakup semua sel yang ada dalam darah, pengambilan secara keseluruhan akan meliputi sel darah merah, sel darah putih, sel trombosit, dan plasma darah.

Peruntukkannya juga lebih bersifat umum, banyak dibutuhkan bagi pasien yang mengalami trauma atau cedera berat yang mengancam nyawa, dan kebutuhan dalam proses tindakan operasi.

Rutin dilakukan oleh sebagian besar kalangan sebagai aksi kepedulian di bidang kesehatan, yang perlu diperhatikan adalah donor darah lengkap bisa dilakukan dengan batas setiap 56 hari sejak donor terakhir, dan disarankan untuk dilakukan maksimal sebanyak enam kali dalam setahun.

Palang Merah Indonesia, Salah Satu Cara Soekarno Pertahankan Kemerdekaan Pasca Proklamasi

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini