Prestasi Internasional yang Membanggakan dari Para Pelajar di Kudus

Prestasi Internasional yang Membanggakan dari Para Pelajar di Kudus
info gambar utama

Ada dua julukan yang selama ini banyak dikenal dan lekat dengan Kabupaten Kudus, yakni Kota Kretek dan Kota Santri. Kota Kretek sendiri didapat karena tingginya produksi rokok kreteknya yang semula digunakan sebagai pengobatan.

Sementara itu, adanya ratusan pondok pesantren yang dibarengi lokasi dari dua makam anggota Wali Songo, yakni Sunan Kudus dan Sunan Muria juga menjadi alasan wilayah ini dijukuli Kota Santri. Namun selain itu, ada satu sorotan yang belakangan melingkupi salah satu Kabupaten di Jawa Tengah ini, yaitu kota dengan sejumlah pelajar berprestasi.

Adapun pelajar yang dimaksud berasal dari sejumlah sekolah setara SMA/SMK, yang memang sejak lama dikenal memiliki standar internasional, dan pada akhirnya menghasilkan sejumlah siswa dengan segudang prestasi di taraf yang sama.

Seperti yang terjadi belum lama ini, kelompok atau tim riset yang terdiri dari dua orang siswa MAN 1 Kudus, dilaporkan berhasil meraih Third Prize atau juara ke-3 Global Youth Science and Technology Bowl (GYSTB) 2022, yang berlangsung di Hong Kong.

Siswa SMK Asal Temanggung Dipercaya Garap Animasi untuk Stasiun TV Malaysia

Teliti edible film

Tim Riset MAN 1 Kudus berhasil meraih Third Prize atau Juara Ke-3 GYSTB | Dok. Kemenag
info gambar

Muhammad Ibriza Khoirul Wafa dan Muhammad Zulfan, adalah dua pelajar kelas XI MIPA di MAN 1 Kudus yang tergabung dalam tim riset yang dimaksud.

GYSTB sendiri dikenal sebagai ajang kompetisi sains dan inovasi karya ilmiah tingkat internasional, yang diselenggarakan The Hong Kong Federation of Youth Groups dan diikuti oleh ilmuwan muda se-dunia.

Ibriza dan Zulfan sebelumnya juga diketahui telah lebih dulu melalui tahap seleksi yang panjang. Mereka terpilih sebagai salah satu dari 81 tim peserta yang berasal dari perwakilan berbagai negara. Selain Indonesia, negara lain yang juga mengirimkan perwakilannya terdiri dari Kanada, UEA, Meksiko, Singapura, Qatar, Swedia, Irlandia, Hong kong, Singapura, Korea Selatan, India, Africa, USA, dan Rusia, dan masih banyak lagi.

Mereka berdua melakukan riset biologi berjudul ‘Edi Berseri: Edible Film Berteknologi Sensor Kesegaran Ikan Berbasis Indikator Antosianin Parijoto’.

Lebih detailnya, edible film yang dimaksud adalah pembungkus makanan yang ramah lingkungan. Bukan hanya itu, keunggulan juga diperoleh karena edible film yang dimaksud berbeda dengan bungkus makanan pada umumnya, karena dilengkapi dengan sensor kesegaran ikan.

“Manfaat dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan fungsi kemasan sehingga kemasan tidak hanya berfungsi untuk melindungi, namun juga dapaat memberikan informasi mengenai kondisi kesegaran produk di dalamnya, serta memudahkan produsen dan konsumen untuk mengetahui kondisi kesegaran ikan," jelas Zulfan, mengutip pemberitaan Kemenag.

Sebenarnya, penelitian ini sudah lebih dulu diikutsertakan dalam kompetisi ISPO (Indonesian Science Project Olympiad) 2022. Di mana dalam kompetisinya mereka juga bersaing dengan proyek riset dari pelajar di tingkat setara se-Indonesia.

“Riset ini sebelumnya juga meraih medali perak di ajang ISPO 2022. Atas pencapaiannya, Tim Riset MAN 1 KUDUS direkomendasikan kembali mengikuti GYSTB 2022 dan meraih third prize,” terang Ibriza.

Anak Bangsa Lulusan SMK Berhasil Menyabet Beasiswa Apple

Sekolah taraf internasional dengan segudang prestasi di Kudus

tiga siswa/i SMKN 1 Kudus bergabung bersama tim kuliner Indonesia di ajang Frankfurt Book Fair 2015
info gambar

Prestasi yang didapat oleh Ibriza dan Zulfan sejatinya bukanlah yang pertama diraih oleh pelajar asal Kudus. Sebelumnya, sejumlah prestasi tak kalah membanggakan juga kerap diperoleh para pelajar yang berasal dari sekolah setara SMA dalam hal ini SMK/MA di Kudus, yang bisa dibilang memiliki taraf Internasional.

Salah satunya sebut saja SMK Raden Umar Said, yang terkenal akan keunggulannya dalam penjuruan animasi. Lewat insisasi RUS Animation Studio, mereka memiliki sejumlah fasilitas penunjang berstandar internasional dan terbukti sudah beberapa kali digandeng untuk menghasilkan karya yang dikenal ke mancanegara.

Selain SMK RUS, ada pula SMK NU Banat yang dikenal akan fokusnya sebagai sekolah spesialis Tata Busana. Memiliki rekam jejak karya yang dikenal ke berbagai negara, pelajar dari SMK ini diketahui pernah menyabet juara pertama dan ketiga dalam kontes busana di Jepang, dengan mengalahkan pesaing yang merupakan mahasiswa dan berstatus designer.

Selain itu ada juga SMKN 1 Kudus yang terkenal dengan jurusan tata boga, di mana pada tahun 2015 lalu beberapa siswa mereka berkesempatan memberikan materi pelajaran masakan Indonesia di beberapa negara seperti Korea Selatan dan Jerman.

Bahkan saat program pengenala rempah dan kuliner Indonesia di Frankfurt, Jerman, mereka bergabung dalam tim yang dipimpin oleh Chef ternama William Wongso dan Sisca Soewitomo

Sabda Alam, Animasi Karya Siswa SMK Asal Kudus dengan Kualitas Kelas Dunia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini