Tanagupa, Rumah Bagi Ribuan Orang Utan yang Dijuluki Taman Eden

Tanagupa, Rumah Bagi Ribuan Orang Utan yang Dijuluki Taman Eden
info gambar utama

Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa) terletak di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Memiliki luas lahan hingga 95 ribu hektare, taman nasional ini merupakan kawasan pelestarian alam dengan nilai keanekaragaman tinggi dan memiliki berbagai tipe ekosistem, dari hutan rawa, hutan bakau, rawa gambut, hutan pamah tropika, hingga hutan pegunungan.

Taman nasional ini telah ada sejak tahun 1937 dan saat itu statusnya masih sebagai Kawasan Suaka Alam. Pada tahun 1939 statusnya kembali berubah menjadi Cagar Alam, kemudian tahun 1981 sebagai Suaka Margasatwa, baru pada tahun 1990 resmi menjadi Taman Nasional.

Sebagian besar kawasan Tanagupa adalah dataran rendah dan di tengahnya terdapat Gunung Palung dengan ketinggian 1.116 mdpl dan Gunung Panti dengan ketinggian 1.050 mdpl. Tanagupa juga dijuluki sebagai Taman Eden Kalimantan karena memiliki flora dan fauna yang melimpah dan beraneka warna. Mengutip laman resmi Taman Nasional Gunung Palung, kawasan tersebut menjadi habitat bagi 2.500 orang utan.

Tanpa mengurangi fungsinya sebagai pusat konservasi, keindahan alam di Tanagupa juga tak dapat terelakkan. Di kawasan taman nasional ini ada banyak objek wisata alam yang menarik untuk dikunjungi.

Sungai Matan dan Bukit Kubang

Sungai Matan | @Endro Setiawan tngunungpalung.com
info gambar

Sungai Matan bermuara di Laut di Teluk melano dan ciri khasnya adalah memiliki air berwarna cokelat karena endapan lumpur. Terkadang air sungai berubah merah tua karena limpasan tanah gambut di bagian hulunya. Di sungai ini menjadi habitat bagi beberapa primata seperti lutung, monyet ekor panjang, dan bekantan.

Keindahan lain dari sungai ini adalah pemandangan khas vegetasi reofite di tepian sungai. Di sana juga ada beberapa tumbuhan yang daunnya dapat berubah warna sebelum gugur dan bisa jadi spot untuk pengamatan burung.

Sementara itu untuk menuju Bukit Kubang adalah melalui Sungai Kubang yang bermuara di Sungai Matan. Sungai ini masih terpengaruh pasang-surut air laut. Ketika waktu pasang, sungai akan lebih mudah dilalui dengan sampan, tetapi waktu surut kita malah bisa melihat pemandangan tanaman gayam yang meliuk-liuk.

Pada perjalanan menyusuri sungai, pengunjung dapat melihat berbagai pohon, burung-burung, orang utan, dan berbagai jenis anggrek seperti anggrek hitam, anggrek bulan loreng, dan masih banyak lagi. Sedangkan di Bukit Kubang yang merupakan hutan perbukitan di antara rawa gambut, terdapat tumbuhan seperti ramin, kumpang, kayu ara dan ubah. Di Bukit Kubang biasanya pengunjung akan menyusuri hutan hujan tropis kemudian berkemah.

Tahura Djuanda, Paru-Paru Kota Bandung yang Jadi Wisata Hutan

Lubuk Baji

Lubuk Baji | Wikimedia Commons
info gambar

Lubuk Baji adalah air terjun yang ada di wilayah Desa Sedahan Jaya dan merupakan kawasan perbukitan dengan sungai berbatu. Airnya yang jernih ditambah dengan pepohonan di sekitar membuat suasana di lokasi tersebut sangat asri dan menyegarkan. Akses menuju air terjun pun cukup mudah karena sudah tersedia jalur pendakian sederhana.

Di sekitar air terjun, wisatawan dapat melihat berbagai pepohonan seperti benuang yang menjadi sarang lebah penghasil madu, kemudian ada pula matoa, ulin, bunga bangkai, keladi raksasa, hingga anggrek tanah. Di Lubuk Baji juga menjadi tempat satwa berkumpul, mulai dari orang utan, kelempiau, kelasi, enggang, hingga beruang madu.

Ikatan Masyarakat Maros dengan Kelelawar untuk Jaga Keseimbangan Alam

Batu Barat

Batu Barat | @Endro Setiawan tngunungpalung.com
info gambar

Batu Barat merupakan sebuah desa di Kecamatan Simpang Hilir dan lokasinya dipisahkan dengan Tanagupa oleh sebuah sungai besar yang mengalir dari Matan hingga Teluk Melano. Di desa ini, wisatawan dapat menjumpai beberapa jenis pohon seperti bintaro, dungun, putat, rengas, hingga samak. Dungun adalah pohon yang bisa jadi tempat tidur dan bermain bagi bekantan dan primata lain seperti monyet ekor panjang dan lutung. Sedangkan putat adalah makanan bekantan.

Di kawasa ini, salah satu daya tarik utamanya adalah orang utan endemik Kalimantan dan bekantan yang mudah ditemukan di tepi Sungai Kubang, Bukit Kubang, dan Sungai Semandang. Selain itu juga bisa ditemukan lutung kelabu, kera ekor panjang, beruk, dan berbagai burung seperti srindit Melayu, srigunting batu, enggang, dan murai batu.

Heboh Harimau Jawa Muncul di Sukabumi, Benarkah Sang Raja Hutan Belum Punah?

Riam Berasap

Riam Kurung Pelanduk | tngunungpalung.com
info gambar

Riam Berasap adalah air terjun yang masih berada di kawasan Tanagupa dan terletak di hulu Sungai Siduk, Desa Riam Berasap. Tak hanya satu, di perjalanan menuju air terjun ini dapat dijumpai riam-riam lain seperti Riam Bekinjil, Riam Ambar, dan Riam Kurung Pelanduk. Riam sendiriadalah aliran air yang deras di sungai yang hampir seperti air terjun, tetapi rendah sekali.

Jika beruntung, Anda akan berjumpa dengan orang utan, kijang, kancil, kelasi, beruang, babi hutan, enggang, dan babi hutan berjenggot. Pada malam hari, biasanya muncul tenggalung yang suka mencuri makanan, terutama ikan asin.

Kawasan ini banyak ditumbuhi flora seperti meranti, bangkirai, keruing, dan agatis dari berbagai tingkata pertumbuhan pohon, mulai dari anakan, tiang, pancang, dan pohon. Ada pula berbagai jenis anggrek yang menempel di bebatuan atau pepohonan lembap, kantorng semar, dan jamur-jamuran.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini