Mengintip Laboratorium Sekolah Alam Berbentuk Rumah Adat Honai di Semarang

Mengintip Laboratorium Sekolah Alam Berbentuk Rumah Adat Honai di Semarang
info gambar utama

Ada banyak jenis rumah adat menarik yang dimiliki berbagai daerah di Indonesia, dan kerap menjadi inspirasi bentuk dari sejumlah bangunan simbolis yang digarap di luar daerah. Salah satunya adalah rumah adat Honai dari Papua, yang baru-baru ini menjadi inspirasi untuk sebuah bangunan edukasi yang berada di Semarang.

Pada wilayah yang dijuluki Kota Atlas tersebut, belum lama ini terdapat sebuah bangunan dengan desain mirip rumah adat Honai yang digarap Sekolah Alam Kebon Dalem.

Sekolah Alam Kebon Dalem sendiri adalah sekolah yang keberadaannya bermula dari Yayasan Penyelenggaraan Ilahi Indonesia (YPII), dan sudah ada sejak tahun 1934. Yayasan YPII hingga saat ini telah membangun sekolah berbasis alam secara menyeluruh mulai dari tingkat Taman Kanan-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sesuai namanya, semua sekolah yang dibangun oleh jaringan sekolah ini mengedepankan prinsip kepedulian dan edukasi berbasis lingkungan kepada semua siswanya.

Wow Sekolah Alam ini Sepenuhnya Terbuat dari Bambu!

Pendidikan berbasis alam

Pendidikan berbasis alam
info gambar

Di atas lahan seluas 5.452 meter persegi yang berada di kawasan Durenan, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, YPII sedang menggarap sebuah infrastruktur laboratorium yang nantinya akan menjadi tempat praktik berbagai edukasi yang berkaitan dengan alam, bagi semua pelajar mulai dari tingkat TK hingga SMA dari Sekolah Alam Kebon Dalem.

Tadinya, lahan ini merupakan ladang dan kebun yang kemudian akan dimanfaatkan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi para siswa. Terdapat sejumlah fasilitas seperti ruang kelas terbuka, taman pintar, sawah mini, green house serta laboratorium penelitian.

Nantinya, para siswa akan menjalani konsep belajar yang didapat langsung dari alam dengan mendapat materi pengenalan lingkungan, klasifikasi fauna seperti berbagai jenis burung, kalkun, bebek, ayam hutan, kelinci, kura-kura, bermacam ikan air tawar.

Berbeda dengan sekolah biasa, karena pada dasarnya sekolah satu ini memang menggunakan kurikulum merdeka. Sehingga bukan terfokus pada materi formal di dalam kelas, namun siswa digembleng untuk belajar di tempat terbuka dengan memanfaatkan segala potensi yang disediakan oleh alam.

Begini Cerita Sekolah Pinggir Hutan yang Ajarkan Kearifan Lingkungan

Laboratorium berbentuk rumah Honai

Fasilitas laboratorium belajar berbentuk rumah honai
info gambar

Dari keseluruhan rangkaian bangunan yang digarap, terdapat enam bangunan kelas berbentuk Rumah Honai yang merupakan rumah adat suku Papua. Sejalan dengan tujuan sekolah ini untuk membangun fasilitas sekolah berkonsep dekat dengan lingkungan, pada dasarnya rumah adat honai sendiri bisa dibilang sebagai rumah adat yang sejak lama telah menerapkan prinsip ramah lingkungan.

Rumah Honai sendiri merupakan rumah bagi suku Dani yang tinggal di bagian lembah Baliem atau Wamena, suku Lani di Pegunungan Toli, dan suku-suku asli Papua di beberapa daerah lainnya.

Secara sederhana Honai biasanya dibuat dari berbagai material sederhana mulai dari kayu kasar, rumput atau jerami, ilalang, rotan dari akar-akar pohon, serta berbagai tanaman dan sulur-suluran yang berfungsi sebagai pengikat kayu.

Bagi masyarakat pedalaman Papua asli, selain menjadi rumah tinggal honai juga biasanya menjadi rumah untuk menyimpan hasil ladang dan cadangan makanan seperti ubi manis dan umbi-umbian.

Sejalan dengan hal tersebut, berbagai siswa di Sekolah Alam Kebon Dalem juga akan mempelajari berbagai jenis flora mulai dari pohon kayu keras serta pohon hias, umbi-umbian, padi, serta berbagai tanaman langka yang ada di Indonesia.

Menurut keterangan Suster Teresa, selaku Kepala YPII Semarang, adanya laboratorium sekolah ala mini diharapkan bisa menjadi wadah belajar bagi anak-anak untuk bisa mengenal dan memahami lingkungan sejak dini.

"Sekolah berbasis alam ini memang diupayakan untuk mendidik anak-anak sedini mungkin. Jadi sejak TK, mereka akan boleh belajar dan mengeksplorasi bersama. Mereka akan belajar dengan cara yang lain di alam terbuka " ungkapnya.

Mengenal Sekolah Energi Terbarukan dan Ramah Lingkungan di Semarang

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini