Fakta Menarik Taman Hiburan Dufan yang Belum Banyak Orang Tahu

Fakta Menarik Taman Hiburan Dufan yang Belum Banyak Orang Tahu
info gambar utama

Taman hiburan atau theme park adalah salah satu jenis tempat wisata yang banyak diminati sejak dulu hingga saat ini.

Berbeda dengan melakukan aktivitas wisata ke berbagai tempat di luar daerah yang biasanya berhubungan dengan alam, taman hiburan yang biasanya berada di pusat suatu kota atau wilayah banyak dipilih masyarakat yang menginginkan alternatif hiburan praktis dan dekat.

Di Indonesia sendiri terdapat cukup banyak taman hiburan yang keberadaannya bisa dijumpai hampir di setiap kota-kota besar. Misalnya saja Jatim Park yang berada di Kota Batu, Malang, Jaringan Trans Studio yang salah satunya berada di Makassar, dan masih banyak lagi.

Namun bicara mengenai taman hiburan, ada satu tempat yang sudah tidak asing dan bisa dibilang sebagai taman hiburan terbesar pertama yang ada di Indonesia, yakni Dunia Fantasi (Dufan).

Berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, taman hiburan satu ini sudah berdiri sejak tahun 1985. Di mana proyeknya sendiri sudah dicanangkan sejak tahun 1980. Memiliki maskot ikonik berupa monyet bekantan, pemilihan hewan tersebut sebagai maskot disebut sebagai pengingat bahwa kawasan Ancol dulunya adalah kawasan kera/monyet.

Meski bekantan sendiri aslinya tidak berasal dari Jakarta melainkan Kalimantan, namun pemilihan bekantan diambil untuk merepresentasikan jenis satwa langka yang dilindungi.

Hal di atas baru satu dari beberapa fakta menarik Dufan yang mungkin belum banyak orang tahu. Masih berdiri hingga saat ini sebagai taman hiburan yang diandalkan masyarakat tak hanya Ibu Kota namun juga sekitarnya, selama 37 tahun beroperasi banyak perubahan dan cerita menarik dari Dufan. Berikut beberapa di antaranya:

TripAdvisor Rilis Daftar Taman Hiburan Terbaik Dunia 2022, Salah Satunya Ada di Bali

Peran komponis Sudharnoto

Saat pertama kali memasuki area depan Dufan, biasanya pengunjung akan disambut dengan lagu tema Dufan yang ikonik dan menyambut kedatangan wisatawan. Terus digunakan sejak pertama kali berdiri hingga saat ini, nyatanya banyak yang mengaku sudah lekat dengan lagu Dufan.

Menjadi lagu yang di saat bersamaan menciptakan kenangan bermain di taman hiburan sejak tahun 1980-an, beberapa orang bahkan mengaku jika lagu tema tersebut telah menjadi simbol yang kerap kali membuat mereka ingin kembali berkunjung ke taman hiburan satu ini.

Tak terlepas dari kepopuleran lagu dufan, ternyata ada sosok berpengaruh yang berperan besar sebagai penciptanya, yakni Prohar Sudharnoto, seorang komponis yang juga menggubah lagu Mars Pancasila menjadi lagu yang saat ini dikenal dengan judul Garuda Pancasila.

Berasal dari Kendal, sosok komponis yang telah wafat pada tahun 2000 tersebut juga menciptakan berbagai lagu untuk setiap tema area atau wahana yang ada di Dufan. Sudharnoto mengaransemen lagu berjudul Harapan Suci ciptaan Teddy Darmanto, yang kemudian menjadi lagu untuk wahana istana boneka yang masih ada dan menjadi favorit hingga saat ini.

Lain itu ia juga menciptakan lagu tema atau suara latar belakang untuk wahana Balada Kera dan Puri Misteri, yang saat ini sudah tidak beroperasi dan digantikan dengan wahana lain.

Mengenal Surdharnoto, Pencipta Lagu Garuda Pancasila

Asal usul istilah ‘Segede Gaban’

Di masa kini, ada beberapa orang yang kerap menggunakan istilah unik untuk mendeskripsikan sesuatu, salah satu yang populer adalah istilah ‘segede gaban’ yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu berukuran besar.

Rupanya, istilah tersebut juga memiliki kaitan dengan Dufan. Lebih tepatnya, di sekitar tahun 1990-an, Dufan membangun sebuah patung robot setinggi 10 meter yang dikenal sebagai Robot Gaban. Bukan nama sesungguhnya, patung yang dimaksud sendiri merupakan karakter dari film asal Jepang bernama Space Sheriff Gavan, yang populer di kalangan anak-anak Indonesia kala itu.

Saat dipajang, otomatis titik patung tersebut kerap menjadi lokasi foto favorit bagi anak-anak dan keluarga yang berkunjung ke Dufan. Penyebutan Gaban sendiri disebut disebabkan karena orang Jepang sulit melafalkan huruf ‘V’ dan akhirnya menggantinya dengan huruf ‘B’.

Sejak saat itu, istilah segede gaban banyak digunakan oleh berbagai kalangan hingga sekarang. Meski wujud patungnya sudah tidak ada, namun istilah tersebut tetap dikenal hingga saat ini.

Patung Jokowi Naik Motor Karya Nyoman Nuarta Siap Dipajang di Mandalika

Jejak wahana Puri Misteri dan Rama Shinta

Ada berbagai jenis wahana di Dufan yang masih berdiri dengan kokoh dan jadi favorit hingga saat ini, salah satu seperti yang disebutkan di atas adalah wahana Istana Boneka. Namun ada juga wahana yang sudah tidak beroperasi, dan di kalangan pengunjung atau masyarakat muncul berbagai rumor misteri mengenai tragedi penutupannya.

Salah dua wahana yang dimaksud adalah Puri Misteri dan Rama Shinta. Awalnya Puri Misteri lebih dulu dibuka dan kemudian mengalami kebakaran pada tahun 1990-an. Setelah itu, lokasinya digantikan oleh wahana Rama Shinta yang juga berhenti beroperasi karena kembali terbakar di tahun 2001.

Meski tak menimbulkan korban jiwa, waktu itu disebutkan kalau kerugian yang dialami akibat kebakaran mencapai Rp10 miliar. Kini, titik lokasi dua wahana yang ditutup karena kebakaran tersebut telah digantikan dengan wahana Ice Age yang dibuka pada tahun 2014, dan kabarnya membutuhkan biaya sekitar Rp200 miliar dalam pembangunannya.

Indonesia Jadi Inspirasi dalam Pembuatan Wahana Taman Hiburan Disney

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini