Pahami Pentingnya Personal Branding Bagi Mahasiswa

Pahami Pentingnya Personal Branding Bagi Mahasiswa
info gambar utama

#FutureSkillsGNFI

Personal branding adalah proses membentuk persepsi masyarakat terhadap aspek-aspek yang dimiliki seseorang, seperti kepribadian, kemampuan, atau nilai-nilai dan bagaimana semua itu menciptakan persepsi positif dari masyarakat yang dapat digunakan sebagai alat pemasaran (Haroen, 2014).

Personal branding dapat dilakukan melalui media sosial yang GoodMates punya, loh. Kamu bisa memposting berbagai konten atau kegiatan produktif untuk menunjukkan citra baik dirimu. Dengan begitu, karakter kamu akan melekat di mata audiens atau para followers.

Membangun personal branding sangat penting terlebih bagi mahasiswa yang akan memasuki fase mencari pekerjaan. Melalui berbagai platform, kamu bisa membangun image baik di mata audiens dan tentunya hal tersebut akan menjadi jembatan bagi kesuksesaan karir GoodMates.

Manfaat personal branding ini, sangat dirasakan oleh banyak orang tidak terkecuali bagi Isna Mahmunisa, seorang mahasiswa semester 6 yang juga sedang menjalankan proses magang di salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dibidang kosmetik.

Ilustrasi Personal Branding | Foto: Pixabay
info gambar

Manfaat Membuat Personal Branding

1. Membangun Citra Diri (Daya Jual)

Isna mengatakan bahwa dengan personal branding akan membangun citra diri kamu. Memiliki citra diri sangat dibutuhkan di dunia kerja, sebab hal tersebut akan menjadi daya jual kamu terhadap perusahaan.

“Dengan citra baik yang kita miliki dapat mempermudah jalur karir kita tanpa effort yang lebih”. ungkap Isna.

Jadi, makin baik citra diri kamu di mata orang lain, maka akan semangat tinggi pula daya jual kamu. Semakin berbeda kamu dengan orang lain, maka semakin kuat juga daya jualnya. Tapi perlu diingat, berbeda di sini dalam ranah yang positif ya, GoodMates.

2. Memperluas Networking

“Dengan personal branding melalui sosial media, akan lebih gampang buat orang lain mengenal dan mengerti sedikit tentang diri kita. Sehingga dapat menarik orang lain yang ingin bekerja sama dengan kita,” ungkap Isna.

Manfat ini sangat dirasakan mahasiswi asal Semarang tersebut, terbukti dari namanya yang dikenal banyak orang. Dengan relasi ini juga dapat membantu GoodMates bertemu dengan mentor yang akan membantu kamu lebih berkembang.

3. Mengembangkan Kemampuan

Personal branding akhirnya akan membuat orang lain tertarik untuk bekerja sama dengan kamu, sebab mereka tahu kemampuan dan karakteristik mu. Makin banyak project yang GoodMates ikuti dengan orang yang berbeda-beda, maka akan meningkatkan kemampuan kamu juga.

Jangan khawatir kalau kamu masih pemula dan belum pernah mengenal seperti apa itu membangun personal branding. Berikut ini adalah tips membangun personal branding.

Percaya Diri

Yang paling penting adalah kepercayaan diri. Kamu harus percaya bahwa apa yang kamu bagikan adalah baik dan memang sangat penting untuk keberhasilan karir mu nanti bahkan ketika telah keluar dari fase perkuliahan.

Kita tidak bisa menyenakan dan menjadi apa yang semua orang inginkan. Jadi, lakukanlah apa yang baik menurut kamu baik dan hiraukan komentar-komentar negatif yang ingin menjatuhkan kamu.

Mungkin kamu masih merasa malu atau kurang pede pada kemampuan mu, namun yakinlah jika dengan membangun personal branding akan mempermudah jalan pada banyaknya kesempatan yang datang.

Kenali Diri Sendiri (Membangun Diferensiasi)

Personal branding harus merefleksikan diri kamu sendiri dan bukan apa yang ingin dilihat orang lain. Jika kamu memalsukan karakter diri kamu, bagaimana bisa orang lain mempercayai kamu?

“Harus tahu diri kita kaya gimana, setiap orang punya ciri khas masing-masing. Maka penting buat nemuin passion kita dimana,” ungkap Isna.

Refleksikan dirimu dan tunjukkan bahwa kamu berbeda dengan orang lain. Kamu bisa menunjukkan pengetahuan dan keahlian mu kepada orang-orang yang menjadi target audiens mu. Diferensiasi ini akan membuat citra diri yang kuat.

 

Referensi: Wawancara Pribadi | Populix | Deepublish

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini