Mengagumi Koleksi Maestro Seni Lukis di Museum Basoeki Abdullah

Mengagumi Koleksi Maestro Seni Lukis di Museum Basoeki Abdullah
info gambar utama

Salah satu tempat wisata yang hampir ada di setiap kota di Indonesia adalah museum. Berbagai kota dan kabupaten di Tanah Air memiliki beragam museum, dari museum sejarah, arkeologi, etnografi, ilmu pengetahuan, militer, geologi, hingga seni budaya. Keberadaan museum sendiri bisa dijadikan tujuan rekreasi bersama keluarga pada akhir pekan.

Di Jakarta, ada museum seni yang terbilang cukup legendaris karena memuat koleksi dari mestro lukis kenamaan, yaitu Basoeki Abdullah. Museum ini didirikan pada tahun 2001 atas wasiat Basoeki Abdullah yang berpulang pada tahun 1993. Sebelum meninggal dunia, sang seniman berpesan agar lukisan, benda seni koleksi pribadi, hingga rumahnya di Jalan Keuangan, Cilandak, Jakarta Selatan, diserahkan ke pemerintah.

Pada tahun 1998 pun rumah dua tingkat seluas 600 meter persegi tersebut diserahkan ke pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan dan kemudian direnovasi untuk beralih fungsi menjadi museum dan karya-karyanya bisa dinikmati masyarakat dan generasi penerus.

Mother Map, Karya Seniman Vietnam Terbaru di Galeri ASEAN

Koleksi Museum Basoeki Abdullah

Bagian dalam museum | Facebook Museum Basoeki Abdullah
info gambar

Basoeki Abdullah merupakan seniman kelahiran Solo pada 27 Januari 1915. Diketahui dirinya telah senang menggambar sejak usia 4 tahun dan telah menggambar tokoh terkenal seperti Mahatma Ghandi, Rabindranath Tagore, dan Khrisnamurti.

Kemudian pada tahun 1942, kiprahnya mulai nampak pada pergerakan revolusi secara nyata dengan melukis tokoh-tokoh perjuangan. Bergabung dengan organisasi PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat), ia mendapat tugas mengajar seni lukis. Ia juga aktif dalam pusat kebudayaan miliki pemerintahan Jepang, Keimin Bunka Sdhojo, bersama Affandi, S. Soedjojono, Otto Djaja, dan Basoeki Resobowo.

Pada tahun 1949, ia berkesempatan melukis Bung Hatta, Mr. M. Roem, dan Sultan Hamid II dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda. Ia juga pernah memenangkan sayembara melukis yang diselenggarakan dalam rangka penobatan Ratu Yuliana di New York tahun 1948.

Meski sang maestro kini telah tiada, tetapi karya-karya dan peninggalannya masih bisa kita nikmati di museum.

Museum Basoeki Abdullah memiliki beragam koleksi yang terdiri dari 123 lukisan, 3.000 buku dan majalah, serta 720 benda koleksi pribadi seperti patung, topeng, wayang, hiasan, furnitur, pakaian, peralatan dapur, dan senjata. Di museum ini juga sering diadakan pameran, seniman, kajian peneltian, perlombaan, lokakarya, dan menjadi pusat dari kegiatan seni dan budaya bagi masyarakat.

Pada lantai dua museum, terdapat galeri lukisan karya sang maestro yang terdiri dari lukisan bertema keindahan dalam potret, kehidupan dan keindahan, serta tokoh dan negarawan. Memiliki teknik lukis dari gambar, kepekaan seni, dan pengalamannya bergaul dengan berbagai kalangan membuat Basoeki Abdullah dipilih oleh banyak kepala negara sebagai pelukis istana.

Diketahui sang seniman banyak melukis untuk Presiden Soekarno dan keluarganya, Presiden Soeharto dan Keluarganya, Presiden Marcor dan Imelda Marcos, Raja Muangthai Bhumibol Abduljadey dan keluarga, Ratu Belanda Juliana dan Pangeran Bernard, Raja Kamboja Norodhom Sihanouk, dan banyak lagi.

Ia bahkan pernah melukis 44 kepala negara dan kepala pemerintahan dunia dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan teknik cat minyak ekspresif di atas kanvas berukuran 250x160 cm. Adapun judul lukisan bertema tokoh dan negarawan yang bisa ditemukan di museum antara lain Hamengkubuwono IX dan Istri, Bapak Soepardjo Roestam dan Istri, Presiden Soeharto, Lee Kwan Yew, Bung Karno, Bung Hatta, Raja Adulyadej Bhumibol, dan Sultan Hasanah Bolkiah.

Basoeki Abdullah juga dikenal gemar mengumpulkan benda-benda seni yang ia peroleh dalam perjalanan k berbagai tempat. Kemudian, benda-benda tersebut turut dipamerkan di museum. Anda dapat melihat koleleksi topeng berjumlah 149 buah yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia yang terdiri dari topeng untuk upacara, koleksi topeng legenda, koleksi topeng hiburan, dan topeng hiasan.

Adapula koleksi wayang kulit, wayang golek, dan mahkota wayang wong (wayang orang). Sang maestro memang memiliki ketertarikan pada wayang dan ia sendiir juga memiliki kemampuan menari. Selain wayang, ada juga koleksi patung dari bahan kayu, gading, logam, keramik, hingga gips yang berjumlah 164 buah.

Mengenal 5 Alat Musik Tradisional Indonesia yang Belum Banyak Diketahui

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini