Membangun Dampak Berkelanjutan Bidang Literasi Pemuda Bersama Komunitas Pelajar Sastra

Membangun Dampak Berkelanjutan Bidang Literasi Pemuda Bersama Komunitas Pelajar Sastra
info gambar utama

Jika kita menyimak di sekitar, kita akan banyak menjumpai berbagai komunitas yang tersebar. Komunitas tersebut tentu memiliki berbagai tujuan dan kepentingan tertentu, mulai dari menyuarakan isu sosial, ekonomi, kesehatan, pemberdayaan pemuda, pendidikan sampai dengan isu kesetaraan gender.

Dari berbagai banyaknya komunitas yang ada di sekitar kita, ada satu komunitas yang cukup menarik perhatian untuk kita ulas. Komunitas tersebut adalah komunitas pelajar sastra yang bergerak untuk melakukan pemberdayaan literasi.

Makna Nama Komunitas dan Cita-cita Tinggi

Nama Pelajar Sastra sendiri memiliki makna yang sejalan dengan tujuan dari komunitas ini berdiri. Rapta mengatakan bahwa maksud dari nama pelajar sastra adalah bentuk penggambaran dari penggerak komunitas ini, yaitu para pelajar dari SMA hingga mahasiswa.

"Kita menjadikan para pemuda sebagai penggerak karena merasa bahwa mereka pasti memiliki banyak inovasi dan kreativitas. Harapannya, dengan bantuan para pelajar inilah kita menemukan cara yang unik yang relevan dengan zaman sekarang untuk spread awareness tentang literasi ini kepada anak muda," ujar Rapta.

Berawal dari Pemenuhan Tugas Akhir Sekolah

Komunitas Pelajar Sastra sendiri merupakan komunitas yang bergerak untuk melakukan pemberdayaan literasi. Komunitas ini awalnya merupakan suatu project untuk melakukan pemenuhan tugas akhir mata pelajaran sosiologi yang berdiri pada 11 November 2019 di Bandung.

"Awalnya, pelajar sastra ini adalah pemenuhan tugas akhir mata pelajar sosiologi karena pada saat itu ada materi tentang pemberdayaan komunitas. Lalu, di kelas kita ada beberapa orang yang tertarik akan dunia sastra sehingga kita memutuskan untuk membentuk komunitas sastra ini," ujar Rapta.

Rapta sendiri menjelaskan bahwa komunitasnya lebih fokus kepada literasi karya sastra. Mereka belum fokus kepada literasi umum pada saat awal mula berdiri. Akan tetapi, komunitas pelajar sastra saat ini mulai mengembangkan beberapa fokus kegiatan literasi jauh lebih luas lagi, seperti pendidikan literasi bahasa, budaya, numerik, bisnis, digital, serta literasi lainnya.

Setiap komunitas pasti memiliki hambatan dalam meneruskan eksistensi komunitas itu sendiri. Hal tersebut juga dialami oleh komunitas Pelajar Sastra yang sempat vacuum untuk melakukan restrukturisasi.

Sampai akhirnya, aktif kembali pada 1 Januari 2021. Setelah komunitas ini melakukan restrukturisasi, Petra, nama lain Pelajar Sastra, melakukan open recruitment dan hingga saat ini memiliki 50 Anggota aktif dengan 5 departemen, yaitu Departemen Saraswati, Oikonomia, Public Relations, Human Resources Development, Web Development, dan Social Media Development.

Jemput Bola untuk Menyediakan Wadah Literasi

Berbagai bentuk kegiatan dilakukan oleh Pelajar Sastra guna memberikan wadah literasi bagi para anak muda di sekitar mereka. Salah satu bentuk kegiatan andalan dari Pelajar Sastra adalah Petra Goes to School atau Petra mengajar. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dari Petra guna spread awareness terkait dunia literasi langsung menuju sekolah di sekitar mereka.

Foto: Dokumentasi Pribadi

Tidak hanya Petra Goes to School atau Petra Mengajar, Petra sendiri memiliki program unggulan lain, yakni Perpustakaan Keliling. Dengan program ini, Petra sendiri berharap dapat memberikan ruang untuk anak muda agar mengembangkan kemampuan literasi mereka dalam rangka memenuhi salah satu tujuan besar mereka, yakni spread awareness terkait dunia literasi.

Selain itu, mereka juga memiliki beberapa program, yakni lomba sastra dan literasi lainnya, webinar, podcast, dan media sosial yang membantu mereka dalam spread awarenes literasi kepada khalayak umum.

Tidak Usai Sampai di Sini

Rapta sendiri mengaku bahwa banyak rencana ke depannya yang akan dilakukan guna mengembangkan Pelajar Sastra ini. Bahkan, Rapta sendiri memiliki cita-cita untuk mengembangkan komunitas ini sampai memiliki base di setiap kota di Indonesia yang dapat menyerukan semangat literasi di kotanya tersebut.

Tidak hanya itu, Rapta sendiri berkeinginan untuk melebarkan fokus menuju konten video di channel YouTube agar dapat menampilkan video edukasi yang lebih variatif. Berbagai rencana pengembangan komunitas tersebut diharapkan dapat membantu Petra dalam menggapai cita-citanya untuk melakukan spread awareness terkait dunia literasi kepada seluruh anak muda di Indonesia.

 

Referensi: Wawancara

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini