Teluk Kabui dan Pesona Pulau Karang di Raja Ampat

Teluk Kabui dan Pesona Pulau Karang di Raja Ampat
info gambar utama

Membahas pesona Raja Ampat seolah tak ada habisnya. Dianugerahi panorama alam luar biasa, objek wisata yang bervariasi, ditambah dengan kebudayaan masyarakat setempat yang unik, dan pengalaman-pengalaman menarik selama melancong ke Raja Ampat juga selalu membuat wisatawan terpesona.

Tak melulu soal Wayag dan Piaynemo semata, Raja Ampat juga punya Teluk Kabui yang merupakan bagian dari Pulau Waigeo, pulau terbesar dari empat pulau utama di Kepulauan Raja Ampat. Banyak yang mengatakan bahwa Teluk Kabui adalah miniatur Wayag.

Lokasi Teluk Kabui masih satu pulau dengan ibukota Waisai tetapi untuk menuju ke sana akan lebih mudah lewat jalur laut. Ini karena teluk ini cukup besar dan berlawanan dengan Waisai, sehingga jika memilih jalur darat, Anda akan melewati kesulitan di pedalaman hutan yang masih tertutup. Sedangkan jika lewat jalur laut yang lebih terbuka, perjalanan akan lebih mudah dan dapat ditempuh 30 menit saja dari pelabuhan di Waisai.

Dari pelabunan Waisai, Teluk Kabui akan tampak tersembunyi dan dari kejauhan hanya terlihat pepohonan hijau yang memenuhi perbuktian. Namun, ketika sudah sampai di teluk, mata Anda akan dimanjakan dengan puluhan pulau karang yang tersebar dengan berbagai bentuk dan ukuran.

Tak Hanya Lompat Batu, Ini Deretan Objek Wisata Alam dan Budaya di Pulau Nias

Batu Pensil

Ilustrasi batu pensil | @Endriyono Shutterstock
info gambar

Jika sebagian besar pulau karang di Teluk Kabui berbentuk bulat atau cenderung oval, uniknya ada satu pulau yang berbentuk kerucut, lancip, dan menjulang tinggi hingga 12 meter. Penampakan pulau ini memang mencolok karena berbeda dari pulau karang lain di sekitarnya. Tak hanya itu, pulau batu ini pun berwarna abu-abu kehitaman bak pensil raksasa yang muncul dari permukaan laut.

Masyarakat menyebutnya Batu Pensil dan ini adalah salah satu gugusan pulau karang. Namun, karena bentuknya yang unik, batu ini sering menjadi sorotan wisatawan dan jadi salah satu satu objek yang wajib dikunjungi.

Pemerintah daerah Raja Ampat bersama warga pun berinisiatif untuk membuat dermaga kecil di Batu Pensil dan beberapa pulau karang di sekitarnya. Dermaga ini bisa berguna bagi kapal-kapal wisatawan yang ingin mendekat ke pulau karang dan pengunjung bisa mengabadikan gambar lebih dekat.

Berbak Sembilang, Tempat Terbaik untuk Melihat Tapir Asia dan Burung Air

Batu Wajah

Ilustrasi Pulau Wajah | @Edmund Lowe Photography Shutterstock
info gambar

Jika di Pantai Air Manis, Padang, Sumatra Barat, ada Batu Malin Kundang yang bentuknya seperti orang sedang bersujud dan berkaitan dengan legenda masyarakat tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya lalu dikutuk menjadi batu.

Sementara di Raja Ampat, ada juga batu unik yang disebut-sebut mirip wajah manusia. Banyak orang menggambarkan dua batu ini seperti orang yang sedang berhadapan jika dilihat dari samping. Sekilas, batu ini memang tampak memiliki kening, hidung, mulut, dan dagu.

Batu Wajah ini juga punya kisah tersendiri, yaitu pada zaman perang, ada sepasang suami-istri nelayan yang diburu musuh. Karena tak sudi mati di tangan musuh, sang suami memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Menurut cerita rakyat, batu ini adalah wajah dari nelayan tersebut.

Pesona Teluk Kabui

Teluk Kabui | Wikimedia Commons
info gambar

Selain Batu Pensil dan Batu Wajah, masih banyak spot wisata yang tak kalah menarik di Teluk Kabui. Ada Batu Gendong yang berbentuk seperti orang sedang menggendong sesuatu di pundak, kemudian ada Puncak Kabui untuk melihat pemandangan hamparan pulau karst.

Ada juga gua yang hanya tampak ketika air laut surut dan menghilang ketika air pasang. Gua berisi batuan stalakmit dan stalaktit memiliki pemandangan yang luar biasa. Menurut cerita masyarakat setempat, gua ini dipercaya sebagai sarang hantu laut, yaitu seekor gurita raksasa.

Selama mengunjungi Teluk Kabui, tentunya wisatawan bisa berkeliling di sekitar perairan dan melihat pulau-pulau karang. Bisa juga menjelajah keindahan alam bawah lautnya dengan menyelam. Namun, karena air di Teluk Kabui terbilang cukup jernih, dari atas kapal pun wisatawan bisa melihat batuan karang dan ikan warna-warni.

Waktu terbaik untuk menjelajah kawasan Teluk Kabui adalah sore hari sampai menjelang matahari terbenam. Pemandangannya akan lebih eksotis karena terdiri dari perpaduan birunya air laut dan langit yang berwarna jingga. Bahkan, jika beruntung, Anda bisa menyaksikan lumba-lumba di tengah perairan teluk.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini