Benarkah Memainkan Ponsel di SPBU dapat Memicu Ledakan?

Benarkah Memainkan Ponsel di SPBU dapat Memicu Ledakan?
info gambar utama

BBM lagi-lagi menjadi topik perbincangan panas di tengah masyarakat. Namun bukan soal kenaikan harga, kali ini topik pembahasan menyoroti adanya kebijakan pembelian bahan bakar jenis Pertalite-Solar menggunakan aplikasi yang harus diakses melalui perangkat ponsel.

Sejak pertama kali diumumkan, rencana kebijakan di atas jelas menimbulkan pertanyaan. Pasalnya, kebijakan tersebut bertolak belakang dengan peraturan tertulis yang selama ini ada di SPBU. Seperti yang sudah banyak diketahui, selama ini di SPBU atau pom bensin terdapat larangan memainkan ponsel.

Peraturan yang dimaksud juga diikuti dengan peraturan lainnya seperti larangan merokok yang berpotensi dapat menyulut api. Jelas dapat dimaklumi alasannya, karena sebagai bentuk antisipasi untuk menghindari potensi kebakaran saat dekat dengan pasokan bahan bakar.

Lalu bagaimana dengan penggunaan ponsel di tempat yang sama? Benarkah memainkan ponsel di SPBU juga dapat memicu ledakan?

Benarkah Harga BBM di Indonesia Masih yang Termurah di Dunia?

Tidak terbukti

Ilustrasi ponsel di pom bensin | Sauko Andrei/Shutterstock
info gambar

Ibarat lebih baik mencegah daripada mengobati, banyak masyarakat yang biasanya langsung memasukkan ponsel mereka ketika hendak mengisi BBM di pom bensin. Bahkan tak sedikit juga yang langsung mengaktifkan mode pesawat ketika memasuki area pom bensin, dan kembali ke mode normal ketika sudah keluar area SPBU.

Namun mengutip penjelasan di laman Science ABC, menurut penelitian yang dilakukan di SPBU seluruh dunia sejak tahun 1994-2005, dalam semua kasus kebarakan di pom bensin tidak ada yang berhubungan atau disebabkan oleh aktivitas ponsel.

Meski tak diketahui bagaimana awal mulanya ‘paham’ ini muncul, namun salah satu sumber menyebut jika rumor mengenai ponsel yang dapat memicu ledakan di pom bensin pertama kali muncul pada tahun 1990-an.

Saat itu beredar sebuah surat kaleng yang tersebar melalui eMail dan menyebut bahwa salah satu perusahaan bahan bakar dunia yakni Shell Oil, mengeluarkan peringatan mengenai tiga kasus ledakan SPBU terjadi akibat ponsel.

Namun saat diklarifikasi pada tahun 2003, Shell menyatakan bahwa eMail tersebut adalah hoaks dan kasus yang dimaksudkan tidak pernah terjadi.

Di lain sisi, Komisi Perdagangan Federal/Federal Trade Comission (FTC) juga membantah paham tersebut. Sama seperti klaim sebelumnya, FTC juga menyebut jika belum ada dokumentasi insiden ledakan di pom bensin yang disebabkan oleh ponsel.

Ada juga sejumlah pihak yang meyakini bahaya ledakan di SPBU dapat dipicu oleh gelombang elektromagnetik yang berasal dari ponsel, sebagai alat komunikasi. Mengenai klaim tersebut, penjelasan dijabarkan oleh Harry Arjadi, selaku Peneliti utama elektromagnetik desain dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Harry menegaskan jika gelombang elektromagnetik ponsel bukan pemicu utama ledakan di SPBU.

“Gelombang elektromagnetik ponsel tidak menyebabkan SPBU bisa meledak. Ada faktor lain." ujarnya, mengutip CNN Indonesia.

Dampak yang Mengintai di Balik Kebiasaan Mencampur Pertamax dan Pertalite

Alasan larangan dan sejumlah insiden

Jika memang ponsel terbukti tidak dapat memicu ledakan di SPBU, mengapa penggunaannya masih tetap dilarang hingga saat ini?

Masih menurut Harry, gelombang elektromagnetik yang dikhawatirkan menimbulkan ledakan justru dapat berpengaruh t erhadap kinerja mesin elektrik pompa BBM dalam memasok bahan bakar yang dipompa ke tangki bensin.

"Kerugian sebenarnya ada pada si konsumen pengguna telepon seluler itu sendiri. Sebenarnya, larangan tersebut ditujukan untuk melindungi akurasi takaran mesin elektrik pompa BBM," jelasnya lagi.

Karena itu, alasan yang sama sebenarnya juga berlaku dalam larangan adanya penggunaan ponsel di ruang ICU saat alat pacu jantung digunakan. Karena gelombang elektromagnetik pada ponsel dapat mengganggu ritme kerja alat pacu jantung yang sedang digunakan kepada pasien.

Di saat bersamaan, alasan lain dan utama penggunaan ponsel dilarang saat melakukan pengisian BBM adalah hilangnya konsentrasi dan fokus pemilik kendaraan. Karena hal tersebut dapat menyebabkan beberapa kelalaian seperti kurang terpasangnya dengan benar pompa BBM ke tangki bensin, yang juga berpotensi menimbulkan kebocoran atau bahan bakar yang tumpah.

Hal yang sebenarnya harus diwaspadai dan menjadi masalah utama, serta pemicu ledakan di SPBU adalah masih banyaknya pemilik kendaraan yang entah secara sengaja atau tidak, lupa mematikan mesin saat mengisi BBM. Karena sejatinya kondisi mesin yang panas dapat menimbulkan ledakan ketika bertemu dengan uap bahan bakar.

Kenyataannya pada beberapa kasus ledakan di SPBU yang pernah terjadi, banyak yang menyebut jika insiden disebabkan karena pemilik kendaraan ada di posisi bermain ponsel. Padahal kondisi sebenarnya, pengemudi yang dimaksud terlalu fokus bermain ponsel sehingga lupa mematikan mesin saat tangki sedang ‘meminum’ bensin.

Kisah Kasih BBM, Berganti-ganti Presiden Harganya Tetap Naik Juga

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini