Meramaikan Kebaikan Bersama Teruntuk Project

Meramaikan Kebaikan Bersama Teruntuk Project
info gambar utama

#FutureSkillsGNFI

Goodmates, telah kita ketahui bersama bahwa sejak zaman dahulu, nenek moyang kita sudah terkenal suka bergotong royong. Meskipun zaman sudah berubah, tetapi tradisi itu masih eksis hingga sekarang dengan bentuk dan cara yang berbeda, salah satunya dalam bentuk kerelawanan.

Tahukah kamu? Berdasarkan laporan World Giving Index (WGI) pada 2021, Indonesia menempati urutan teratas negara paling dermawan di dunia. Adapun jumlah masyarakat yang menjadi relawan pada tahun tersebut mencapai 60%.

Senang sekali nih Goodside berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu pegiat kerelawanan, yaitu Salbi, selaku Founder dan Executive Board Teruntuk Project. Yuk, mari kita mengenal Teruntuk Project lebih dalam.

Berawal dari Suka Berkegiatan Sosial

Kolaborasi bersama BEM Farmasi UI I Foto: Dokumentasi pribadi Teruntuk Project
info gambar

Sebelum mendirikan Teruntuk Project, perempuan muda bernama lengkap Ghassani Salsabila dan akrab disapa Salbi ini sudah menyukai kegiatan sosial yang dibuat oleh keluarga dan lingkungan rumahnya. Sebelumnya, Salbi belum mengetahui bahwa kegiatan yang dilakukannya itu merupakan kegiatan sosial atau kerelawanan. Sejak saat itu, Salbi merasa penasaran dan ingin sekali aktif di kegiatan sosial.

Ketika kuliah, Salbi mulai menemukan wadah untuk melakukan kegiatan sosial, baik di dalam maupun di luar kampus. Salbi pun memutuskan untuk aktif dan terlibat di dalamnya. Semangatnya pada kegiatan ini semakin membara ketika Salbi mengunjungi berbagai tempat di Indonesia. Salbi mulai merenung mengenai kontribusi apa yang bisa ia lakukan untuk Indonesia.

Sejak saat itu, Salbi mulai melakukan riset dan refleksi berdasarkan pengalaman kerelawanan yang pernah diikuti. Salbi menemukan titik terang ketika melakukan kegiatan mengajar di suatu komunitas tentang minat baca.

“Ketika sedang ngajar, ada salah satu anak yang tidak mau membaca. Saat aku tanya ‘kenapa?’, anak tersebut malah bilang kalau dia malas membaca. Dari situ aku berpikir, akses dan kesempatan membacanya ada, tetapi karena balik lagi pada minat baca itu sendiri, mungkin saja malas membaca tetap melekat,” ujar Salbi.

Momen itulah yang menyadarkan Salbi untuk membuat platform sosial impiannya. Salbi pun memulai dengan membuat beberapa project sambil tetap memperbanyak ilmu dengan mengikuti kegiatan kerelawanan dan bekerja di salah satu NGO.

Seiring berjalannya waktu, Salbi menemukan partner dan tim yang memiliki visi dan misi yang sama untuk membangun Yayasan Teruntuk Jejak Kebaikan.

Dibalik Nama Teruntuk Project

Denai Aksara 2021 I Foto: Dokumentasi pribadi Teruntuk Project
info gambar

Yayasan Teruntuk Jejak Kebaikan atau Teruntuk Project resmi didirikan pada tahun 2018. Teruntuk Project merupakan platform social services yang berfokus pada berbagi dan kebermanfaatan serta memberikan dampak positif kepada masyarakat dalam berbagai bidang.

Teruntuk Project memiliki mottoCreate Something to Give Something” dan campaign #RamaikanKebaikan.

“Alasan di balik nama Teruntuk karena ingin platform ini di setiap kegiatannya diperuntukkan bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Saling mendapatkan manfaat baik antara yang membantu dan yang menerima. Karena kegiatan, penerima manfaat, dan kolaborasinya beragam, harapannya bisa menyentuh semua kalangan. Intinya mempersembahkan sesuatu di bidang sosial,” tambah Salbi.

Visi dan Misi yang Ingin Teruntuk Project Capai

Saat ini, Teruntuk Project sudah melakukan kerja sama dengan 50+ kolaborator dan turut meramaikan kebaikan di 32 kota serta telah melibatkan lebih dari 450+ relawan dan intern.

Banyak program yang sudah dilaksanakan oleh Teruntuk Project, diantaranya adalah Denai Aksara, Ramadhan Project, Kasih Makan Kucing, dan Weekend From Home.

Teruntuk Project sendiri memiliki visi menjadi platform social services yang dapat meramaikan kebaikan di berbagai bidang isu sosial dengan berbagai penerima manfaat serta bekerja sama dengan kolaborator dari berbagai wilayah di Indonesia untuk pengembangan masyarakat.

Dalam mencapai visinya, Teruntuk Project berusaha untuk terus konsisten membuat kegiatan sosial, dari yang sederhana hingga yang besar, yang dapat berdampak bagi masyarakat.

Selain itu, memperbanyak kolaborasi dan melibatkan relawan agar semakin banyak orang yang ikut serta berkontribusi dalam meramaikan kebaikan, sehingga mereka sadar bahwa kebaikan dan kerelawanan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, semoga Teruntuk Project bisa bertahan dan berkembang untuk terus belajar dan menyentuh berbagai isu sosial. Bisa terus memperluas wilayah, kolaborator, dan penerima manfaat. Selain itu, bisa stabil juga dari segi pendanaan dan semakin kuat timnya,” tutup Salbi.

Bagi kamu yang tertarik dan ingin terlibat meramaikan kebaikan, bisa cek Instagram @teruntuk.project untuk mendapatkan informasi seputar kegiatan dan program yang dijalankan. Kamu juga bisa berkesempatan menjadi relawan dan intern, lho. Yang pasti pengalamanmu akan bertambah.

Jangan khawatir, kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya secara luring, tetapi secara daring juga. Jadi, kamu tetap bisa turut serta meramaikan kebaikan di manapun berada.

 

Referensi: Wawancara | Teruntuk Project | Orami

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini