Kue Putu, Kudapan Tradisional yang Masuk Daftar Kue Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas

Kue Putu, Kudapan Tradisional yang Masuk Daftar Kue Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas
info gambar utama

TasteAtlas, situs yang membahas kuliner di seluruh dunia, baru-baru ini merilis daftar 100 kuliner terbaik dari seluruh dunia. Salah satu makanan asal Indonesia yang masuk daftar tersebut adalah kue putu.

Ya, kue putu disebutkan dalam daftar 100 Most Popular Cakes in the World (100 Kue Terpopuler di Dunia) dan 100 Best Rated Cakes in the World (100 Kue Terbaik di Dunia).

Mengutip penjelasan dari situs TasteAtlas, kue putu adalah kudapan kukus dari tepung ketan yang diberi bumbu dan warna dari daun pandan. Adonan kue dikukus secara tradisional dalam tabung bambu dan bagian tengahnya diisi gula aren. Setelah matang, kue putu akan disantap bersama taburan kelapa parut segar.

Nama kue putu tentu bukan sesuatu yang asing di telinga masyarakat Indonesia. Meski saat ini keberadaannya cukup sulit dicari, di beberapa daerah masih ditemukan penjual kue putu yang berkeliling dengan gerobak sederhana. Sebagai salah satu warisan kuliner Nusantara, mari mengenal kue putu lebih dalam.

Deretan Hidangan Indonesia dalam Daftar "Negara dengan Masakan Terlezat di Dunia"

Kue putu yang unik

Kue putu | Wikimedia Commons
info gambar

Kue putu yang dimaksud TasteAtlas di Indonesia juga dikenal dengan sebutan kue putu bambu. Kudapan ini terbuat dari bahan-bahan seperti tepung beras, tepung tapioka, daun pandan, dan gula merah. Untuk proses pembuatannya, semua tepung dan daun pandan ditaruh di dandang kukusan yang telah dilapisi kain, kemudian dikukus.

Setelah itu, diangkat dan diaduk bersama gula, garam air, dan vanili bubuk sampai adonan berbulir halus. Kemudian, adonan putu siap dimasukkan ke dalam cetakan, tak lupa bagian tengahnya diisi gula merah, dan dimasak dalam dandang panas sampai matang. Setelah matang, kue bisa dinikmati bersama kelapa parut.

Kue putu rupanya telah dikenal sejak zaman Dinasti Ming dan saat itu disebut XianRoe Xiao Long yang artinya kue dari tepung beras berisi kacang hijau. Namun, ketika kudapan ini masuk ke Indonesia bagian isinya diganti menjadi gula merah.

Putu juga muncul dari Serat Centhini yang ditulis pada 1814 pada masa Kerajaan Mataram. Umumnya putu berwarna hijau dari daun suji dan penampilannya semakin menarik setelah ditaburi kelapa parut berwarna putih. Biasanya putu dijual pada sore hari menjelang malam. Salah satu ciri khas penjual kue putu adalah suara uap dari proses memasak kue yang cukup nyaring.

Tak hanya putu bambu, di Indonesia juga ada beberapa jenis kue putu lain. Salah satunya adalah putu ayu atau biasa juga disebut kue putri ayu. Kudapan satu ini sama-sama memiliki perpaduan warna hijau dan putih, akan tetapi jika putu bambu berbentuk lonjong, putu ayu dibuat dengan cetakan berbentuk bunga. Putu ayu juga tidak diisi dengan gula merah.

Bahan dasar pembuatan kue pun berbeda, karena putu ayu memakai bahan-bahan serupa pembuatan bolu kukus. Bahan-bahan membuat putu ayu antara lain tepung terigu, gula, telur, cake emulsifier, vanili bubuk, daun pandan, dan santan. Kemudian, untuk taburan di atas kue menggunakan kelapa parut muda yang dibumbui dengan garam dan vanili bubuk.

Dari segi rasa, kue putu ayu sendiri cenderung manis dan akan lebih gurih jika dimakan bersama parutan kelapa. Tekstur dari kuenya sendiri tidak berbulir seperti putu bambu tetapi lebih padat seperti bolu.

Selain putu ayu, juga ada putu mayang. Kudapan ini biasanya selalu muncul pada jajanan kue basah. Meski namanya putu, kue satu ini memang memiliki penampilan yang berbeda dari putu bambu dan putu ayu. Putu mayang identik dengan bentuk seperti mi dan dibuat warna-warni seperti merah, putih, dan hijau.

Putu mayang dibuat dari tepung kanji atau tepung beras dan bentuknya seperti mi atau kerupuk mentah. Teksturnya kenyal dan biasa disantap dengan gula merah cair dan santan. Bisa juga ditambahkan dengan taburan kelapa untuk menambahkan rasa gurih.

Kemudian ada lagi putu pesse, kue khas Maros yang dibuat dari tepung beras ketan, kelapa parut, dan gula merah. Uniknya, putu pesse tidak dimasak seperti dikukus, goreng, atau panggang. Cara membuatnya cukup dengan mencampur semua bahan-bahan yang sebelumnya sudah dikukus, kemudian proses membuat kuenya cukup dijemur sampai kering.

Makanan Kaki LIma Paling Populer di Asia Menurut TasteAtlas

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini