Ekonomi Dunia Tembus 100 Triliun Dolar AS Tahun ini, Di Mana Posisi Indonesia?

Ekonomi Dunia Tembus 100 Triliun Dolar AS Tahun ini, Di Mana Posisi Indonesia?
info gambar utama

Bisa jadi, benar-benar tidak ada yang bisa memprediksi bagaimana pandemi akan memengaruhi pertumbuhan PDB dunia. Sudah begitu, ketika pandemi dirasa--hampir--selesai dan aktifitas ekonomi perlahan mulai normal, sebuah goncangan baru ekonomi terjadi lagi, kali ini dalam bentuk inflasi yang begitu cepat dan tinggi.

Yang terjadi berikutnya tentu lebih mudah ditebak, yakni bank sentral di seluruh dunia berebut untuk mengendalikan inflasi dengan menaikkan suku bunga secara bertahap.

Federal Reserve AS baru-baru ini menaikkan suku bunga sebesar 75 bps, sementara Bank of Canada melangkah lebih jauh hari ini dan menaikkan suku bunga sebesar 100 bps.

Terlepas dari semua tantangan makroekonomi, juga perang yang masih berlanjut di Ukraina, ekonomi global secara keseluruhan terus bergerak dengan kecepatan yang baik.

PDB dunia tumbuh dari 88 triliun dolar AS pada tahun 2020 menjadi 94 triliun dolar AS pada tahun 2021, dan jika proyeksi terbaru IMF tercapai, maka PDB global untuk tahun ini akan melampaui batas psikologis 100 triliun dolar AS.

IMF bahkan memprediksi bahwa pada akhir 2022, PDB dunia akan mencapai nilai nominal hampir 104 triliun dolar AS.

PDB mengukur nilai total output ekonomi, yakni semua barang dan jasa yang diproduksi dalam jangka waktu tertentu oleh sektor swasta dan publik di suatu negara.

Perkiraan output ekonomi global

Infografis dari Visual Capitalist di atas dibuat berdasarkan data-data dari IMF. Output ekonomi global didasarkan pada perkiraan terbaru pertumbuhan global 3,6 persen.

Visualisasi tersebut memecah total PDB di antara masing-masing negara dan wilayah. Amerika Utara, Asia dan Eropa menghasilkan bagian terbesar dari PDB global.

Secara individual, Amerika Serikat masih merupakan ekonomi terbesar di dunia dengan PDB 25,3 triliun dolar AS, atau seperempat dari dari ekonomi global. China mengikuti di belakang dengan 19,9 triliun dolar AS, dan diyakni akan menyalip AS menjadi ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030.

Jerman adalah kekuatan ekonomi terbesar di Eropa dengan PDB 4,3 triliun dolar AS, diikuti oleh Inggris dan Prancis, dengan PDB masing-masing 3,4 triliun dolar AS dan 2,9 triliun Dolar AS. Jepang dengan output ekonomi sebesar 4,9 triliun dolar AS adalah ekonomi terbesar ketiga di dunia dan terbesar kedua di Asia.

India menyusul di posisi ke-3 di Asia, dan posisi 6 secara global dengan 3,3 triliun dolar AS. Prancis, Kanada, Italia, dan Brasil melengkapi daftar 10 Besar.

Di mana posisi Indonesia?

Menurut data IMF, tahun ini PDB Indonesia akan mencapai 1,3 triliun dolar AS. Hingga lima tahun mendatang, pertumbuhan ekonomi Indonesia dijangka akan mencapai 5,4 persen dari 2021 hingga 2025. Dan 10 tahun selanjutnya (2026-2035) akan turun menjadi 3.5 persen.

Menurut Centre for Economics and Business Research (CEBR), saat ini posisi Indonesia ada di peringkat 16 dunia dan baru akan merangsek ke posisi 10 besar dunia pada tahun 2026.

Kawasan yang juga diperkirakan akan mengalami pertumbuhan cepat dalam waktu dekat adalah Timur Tengah dan Afrika Utara, berkat harga minyak yang lebih tinggi—Irak dan Arab Saudi khususnya memimpin di kasus ini. Pertumbuhan PDRB di daerah tersebut diperkirakan sekitar 5% pada tahun 2022.

Sumber:

IMF | WORLD ECONOMIC LEAGUE TABLE 2021 | Visual Capitalist

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

AH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini