Selain PLTA, Bendungan Sutami Akan Punya Fasilitas PLTS Terapung

Selain PLTA, Bendungan Sutami Akan Punya Fasilitas PLTS Terapung
info gambar utama

Bendungan atau waduk selama ini dikenal sebagai salah satu jenis infrastruktur yang diandalkan, untuk mendukung kelangsungan pembangkit listrik berbasis energi bersih, yakni pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Di Indonesia sendiri, ada berbagai jenis bendungan besar dan dilengkapi dengan fasilitas PLTA yang juga memiliki kapasitas besar. Satu di antaranya bendungan Jatiluhur yang memiliki potensi air tersedia mencapai 12,9 miliar meter kubik/tahun, dan PLTA dengan kapasitas daya terpasang sebesar 150 MW.

Lain itu ada juga PLTA di bendungan Sigura-Gura, yang memiliki kapasitas penghasil listrik di kisaran 203 MW dalam kondisi normal, dan dapat mencapai 286 MW jika dalam mode operasi maksimum. Selain dua bendungan dan PLTA yang dimaksud, masih ada satu lagi bendungan terbesar di Indonesia yang memiliki kapasitas penghasil listrik cukup besar. Yakni bendungan Karangkates atau dikenal juga dengan nama bendungan Ir. Sutami yang berada di Kabupaten Malang.

Bendungan Sutami memiliki tiga unit PLTA yang terpasang di mana masing-masing memiliki kapasitas penghasil listrik sebesar 35 MW, dan mampu memasok listrik hingga kisaran 488 juta kWh dalam setahun.

Tapi tak berhenti sampai di situ, terbaru dipastikan kalau Bendungan Sutami juga akan memiliki fasilitas pembangkit listrik berbasis EBT lain yang siap dibangun dalam waktu dekat, yakni PLTS terapung.

Mengenal PLTS Terapung, Ada 3 Proyek yang Sedang Dibangun di Indonesia

Siap dibangun mulai 2023

Ilustrasi PLTS terapung | Asian Development Bank/flickr
info gambar

Sekadar informasi, bendungan atau waduk Sutami sendiri selama ini dikelola oleh Perum Jasa Tirta (PJT) I. Sebagai bentuk dukungan terhadap praktik EBT, PJT I mengumumkan bahwa pihaknya akan menambah fasilitas pembangkit listrik berupa PLTS terapung, untuk melengkapi PLTA yang sudah ada.

Berdasarkan target awal, PLTS terapung ini rencananya akan dibangun mulai tahun 2023, dan diharapkan dapat rampung di tahun 2024. Proyeksi kapasitas listrik yang akan dihasilkan dari PLTS ini sendiri diperkirakan berada di kisaran 100 MW.

Mengutip keterangan di laman Kominfo Jatim, PJT I nantinya akan menggandeng Pembangkitan Jawa dan Bali (PJB) untuk menggarap dan mengelola PLTS terapung ini. Hal tersebut disampaikan oleh Raymond Valiant Ruritan, selaku Direktur Utama Perum Jasa Tirta I.

“Hari ini tinggal menunggu surat penugasan dari PT PLN sehingga kita bisa berpartner. Semoga seluruh proses selesai September tahun ini” ujar Raymond, pada Senin (18/7/2022).

Bicara soal anggaran, dana yang akan dikeluarkan untuk proyek EBT ini berkisar antara Rp1,3-1,6 triliun. Raymond menjelaskan, jika pembangunan PLTS terapung jauh lebih murah dibandingkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), dikarenakan PLTS tidak memerlukan lahan dan akan dibangun terapung di atas bendungan Sutami.

Bicara lebih jauh mengenai sumber dana, Raymond juga mengungkap jika selain dari PJT I dan PJB sendiri, sudah ada beberapa investor yang tertarik untuk menyuntikkan dana. Adapun investor yang dimaksud diketahui berasal dari sejumlah negara asing.

"Investor yang mengantre dari Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, mereka sedang menjajaki investasi ke negara-negara yang punya hubungan baik. Setelah penugasan selesai pada September tahun ini lelang langsung dilakukan, PJT I menargetkan pembangunan PLTS Terapung dimulai 2023 dan bisa selesai pada tahun 2024," paparnya.

Mengenal Ir. Sutami, Menteri PU “Termiskin” Kebanggaan 2 Presiden

Proyek serupa di Wonogiri dan wilayah lainnya

Pengembangan PLTS terapung Cirata (M Agung Rajasa/Antara)
info gambar

Selain di bendungan Sutami, di sisi lain PJT I juga disebutkan akan menggarap PLTS terapung berkapasitas 200 MW di Wonogiri. Sebelumnya juga diketahui telah berjalan 3 pengembangan PLTS terapung yang berlokasi di bendungan Cirata, Jawa Barat, bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat, dan bendungan Pandanduri, di Kabupaten Lombok Timur.

Di saat bersamaan, nampaknya keunggulan PLTS terapung yang memiliki biaya pembangunan lebih murah dibanding PLTS biasa karena dibangun di atas bendungan, nampaknya juga sedang didorong lebih masif oleh sejumlah pihak.

Karena bukan hanya di Jawa Barat, Jawa Timur, atau Indonesia bagian Timur, pembangunan fasilitas serupa juga kabarnya sedang dijajaki untuk dibangun di Waduk Kedung Ombo dan Waduk Gajah Mungkur yang berada di Jawa Tengah.

Menilik Sumber Daya Perikanan Tawes di Waduk Gajah Mungkur

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini