Terpanjang di Asia Tenggara, Menilik Progres Pembangunan Bendungan Semantok di Nganjuk

Terpanjang di Asia Tenggara, Menilik Progres Pembangunan Bendungan Semantok di Nganjuk
info gambar utama

Waduk atau bendungan selama ini menjadi salah satu jenis infrastruktur yang memegang peran besar bagi lingkungan. Punya peran penting mulai dari pencegah atau pengendali banjir, sarana pengairan atau irigasi persawahan di lingkungan sekitar, hingga sarana pendukung untuk infrastruktur pembangkit listrik layaknya PLTA.

Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa fasilitas bendungan yang keberadaannya terbukti berperan cukup besar. Sebut saja bendungan Jatiluhur, Jatigede, Karangkates, Sigura-Gura, Batutegi, dan masih banyak lagi.

Di saat bersamaan, tak lama lagi akan bertambah satu fasilitas bendungan baru yang memiliki daya tampung tak kalah besar. Saking besarnya, bendungan tersebut juga diklaim akan menjadi bendungan terpanjang se-Asia Tenggara.

Adapun bendungan yang dimaksud adalah bendungan Semantok, yang berada di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Selain PLTA, Bendungan Sutami Akan Punya Fasilitas PLTS Terapung

Benarkah terpanjang se-Asia Tenggara?

Bendungan Semantok | Dok. Kementerian PUPR
info gambar

Bukan proyek baru, bendungan Semantok sebenarnya merupakan salah satu pengerjaan konstruksi yang masuk dalam Proyek Strategis Negara (PSN), dan mulai dibangun sejak bulan Desember tahun 2017.

Membahas lebih detail mengenai ukurannya, bendungan Semantok nantinya akan memiliki kedalaman sekitar 38,5 meter. Luas genangannya diproyeksi akan berada di kisaran 365 hektare, dan memiliki total volume daya tamping sekitar 32,67 meter kubik. Lain itu, luas area genangannya sendiri diperkirakan mencapai angka 365 hektare.

Dijelaskan bahwa awalnya tujuan utama pembangunan bendungan semantok adalah untuk memenuhi kebutuhan irigasi area persawahan sekitar. Yang jika ditotal, seluruh area sawah di kawasan tersebut memiliki luas mencapai 1.900 hektare.

Namun selain untuk irigasi, adanya bendungan Semantok juga berperan sebagai pengendali banjir. Hal tersebut lantaran keberadaannya diperhitungkan dapat menahan laju air hingga 137 meter kubik per detik.

Bicara mengenai klaim bendungan terpanjang, perhitungan tersebut sebenarnya diukur berdasarkan panjang lintasan mercu bendungan, yakni bagian teratas dari tubuh bendung tempat di mana aliran dari hulu dapat mengalir atau melimpah ke hilir.

Pada bendungan semantok, panjang dari mercu bendungnya berada di kisaran 3.100 meter. Selain di Asia Tenggara, perhitungan tersebut nyatanya memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa bendungan terpanjang yang bahkan ada di berbagai negara lain.

Misalnya bendungan Krasnoyarsk di Rusia yang memiliki panjang bendung sekitar 1.065 meter, atau bendungan W.A.C Benett di Kanada yang memiliki panjang bendung disekitar 2.068 meter.

Menilik Sumber Daya Perikanan Tawes di Waduk Gajah Mungkur

Siap beroperasi

Sempat mengalami beberapa kali kemunduran waktu rampung, namun dipastikan jika bendungan Semantok akan beroperasi di tahun 2022. Saat ini progress pembangunannya sudah mencapai 97 persen, dan memasuki tahap finishing atau penyempurnaan konstruksi. Sementara itu pada bulan Juni lalu, sudah dilakukan tahap pengisian awal (impounding).

Sekadar informasi, proyek bendungan satu ini diketahui menelan anggaran senilai Rp1,17 triliun. Berlokasi detail di Dusun Kedungpingit, Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso Nganjuk, selain irigasi dan penahan banjir, bendungan Semantok juga diproyeksikan berperan dalam produksi air baku, pemeliharaan air sungai, dan pariwisata yang dapat menumbuhkan ekonomi lokal.

“Bendungan (Semantok) yang diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya dengan biaya besar dapat bermanfaat, karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani.” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Sekadar informasi, selain bendungan Semantok, di kawasan Jawa Timur sendiri memang ada sejumlah bendungan yang sama-sama dibangun dengan tujuan serupa. Beberapa bendungan yang dimaksud di antaranya Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek, Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo, dan Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro.

Dari empat bendungan di atas, apaun satu yang sudah rampung yakni bendungan Tukul yang telah dan diresmikan pada 14 Februari 2021 lalu.

Poerbo Atmodjo, Bupati Pemerhati Lingkungan dan Arsitek Bendungan Zaman Belanda

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini