Pesona Lembah Lohe, Spot Berkemah Bak Surga di Sulawesi Selatan

Pesona Lembah Lohe, Spot Berkemah Bak Surga di Sulawesi Selatan
info gambar utama

Berkemah merupakan salah satu bentuk kegiatan liburan yang selalu diminati banyak orang, terutama bagi para pencinta alam. Apalagi bagi mereka yang biasa melakukan aktivitas liburan sekaligus olahraga layaknya hiking atau trekking, berkemah sudah menjadi kegiatan wajib yang tak terpisahkan.

Memiliki ratusan bahkan ribuan gunung dan bukit yang disertai pemandangan alam menakjubkan, membuat Indonesia tidak pernah kehabisan pilihan destinasi untuk melakukan aktivitas liburan di atas.

Tak hanya di pulau Jawa, destinasi gunung yang dapat didaki lengkap dengan titik kemah yang punya pesona tak kalah memukau juga dapat dijumpai di pulau lain, salah satunya Sulawesi. Tepatnya di wilayah Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa, terdapat titik perkemahan yang sejak lama sudah populer dan begitu menarik perhatian.

Seberapa memukau pesona dan keindahan alam yang dimiliki Lembah Lohe? Berikut uraiannya.

Lembah Bakkara, Alternatif Wisata Sumatra Utara Selain Danau Toba

Lembah di antara dua gunung

Lembah Lohe | Fahrul Zainuddin/Flickr
info gambar

Dikenal juga dengan nama Lembah Loe atau Lembah Lowe, titik kemah ini berlokasi di antara dua gunung yakni Bawakaraeng dan Lompobattang. Titiknya sendiri berada pada ketinggian sekitar 1.930 meter di atas permukaan laut.

Lembah Lohe begitu populer karena selain hamparan tanahnya yang datar dan sempurna untuk berkemah, lanskap yang disuguhkan kawasan ini memang begitu memukau. Di sepanjang jalur lembah terdapat aliran sungai dengan air yang jernih dan sudah pasti berasal dari pegunungan.

Pada beberapa titik, di beberapa sisi sungai yang dangkal juga terdapat bebatuan yang bagian atasnya ditutupi dengan lelumutan. Sementara itu di kedua sisi kanan dan kiri sungai juga terdapat pepohonan rindang yang membuat pemandangannya kian menakjubkan.

Jika cuaca dan suhu di lembah Lohe sedang dingin, para pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan sungai dengan air jernih namun diselimuti oleh kabut. Di sisi lain jika cuaca sedang cerah, pemandangannya pun tak kalah memukau. Karena sungai yang ada akan dilengkapi dengan latar belakang dua pegunungan yang menghiasi di sekitarnya.

Pesona Wisata Fakfak, dari Situs Purbakala Hingga Masjid Tertua

Akses Lembah Lohe dan pesona danau Tanralili

Untuk bisa datang ke lembah Lohe, tujuan awal yang harus didatangi adalah desa Lengkese yang berada di Kabupaten Gowa. Mengutip Genpi, di desa tersebut pengunjung bisa menitipkan kendaraan pribadi di lahan yang telah disediakan, dengan hanya membayar tarif parkir sebesar Rp5.000. Lain itu, nantinya pengunjung juga diharuskan membayar biaya registrasi atau masuk sebesar Rp5.000.

Lembah Lohe sendiri disebut memiliki luas lahan sekitar 3 hektare, untuk bisa mencapai titik tersebut pengunjung harus menempuh waktu perjalanan yang cukup panjang kurang lebih sekitar 6 jam. Dalam perjalanannya, akan ada sebanyak empat bukit yang harus dilalui untuk bisa sampai ke titik kemah yang dimaksud.

Menuju bukit akhir, disebutkan bahwa jalur yang tadinya lapang mulai berganti menjadi terjal berbatu dan naik turun. Meski begitu, bisa dipastikan bahwa rasa lelah dan perjuangan yang dilakukan untuk melalui jalur yang berliku akan terbayar begitu sampai ke titik lembah Lohe.

Sebenarnya sebelum sampai ke lembah Lohe, nantinya di perjalanan dari bukit ketiga menuju bukit keempat, akan ada destinasi yang tak kalah populer yakni danau Tanralili. Memiliki luas sekitar dua hektare, tak jarang banyak juga pengunjung yang lebih memilih berkemah di samping danau ini alih-alih di titik lokasi lembah Lohe.

Tak kalah menyegarkan dari sungai yang ada di lembah Lohe, air di danau Tanralili juga terasa sejuk karena berasal dari air terjun yang berada tak jauh dari danau tersebut. Di danau tersebut juga terdapat ikan yang tak jarang kerap jadi lokasi memancing bagi pengunjung yang berkemah. Jika beruntung, ikan yang didapat bisa langsung diolah dan disantap.

Karena lokasinya yang tak terlalu jauh, masyarakat lokal dan mereka yang biasa berkunjung ke destinasi satu ini bahkan banyak yang menganggap lembah Lohe dan danau Tanralili sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Saking sama-sama memukau, bahkan muncul istilah yang menyebut jika keduanya ibaratkan ‘suami-istri’ yang tak terpisahkan. Hal tersebut lantaran keduanya berada di lokasi yang berdampingan, dan ibarat saling menlengkapi untuk menjadi destinasi wisata alam favorit masyarakat dan pencinta alam di Sulawesi Selatan.

Mengunjungi Surga Kecil di Karst Terbesar di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini