Hari Kanker Paru Sedunia, Berapa Banyak Penderitanya di Indonesia?

Hari Kanker Paru Sedunia, Berapa Banyak Penderitanya di Indonesia?
info gambar utama

Tanggal 1 Agustus kemarin baru saja melalui peringatan Hari Kanker Paru Sedunia (Wolrd Lung Cancer Day). Sedikit menilik riwayatnya, momen kesehatan satu ini diperingati pertama kali pada tahun 2012. Tujuan utamanya sudah pasti untuk menyebarkan kesadaran masyarakat dunia akan seberapa penting menjaga kesehatan paru-paru, dan menghindari hal-hal yang dapat memicu kemunculan kanker, salah satu yang paling disorot yakni aktivitas merokok.

Serupa seperti jenis kanker lainnya, kanker paru-paru juga disebabkan karena adanya sel abnormal yang menyerang organ tubuh tertentu, dan menyerang sel sehat di sekitarnya dengan cara mengambil nutrisi dari sel yang sehat tersebut. Dalam hal ini, bagian organ tubuh yang diserang oleh sel kanker adalah paru-paru.

Seberapa besar prevalensi kasus kanker paru di dunia dan Indonesia?

Mengenali 6 Jenis Kanker yang Sering Menyerang Anak

Paling banyak menimbulkan kematian

Data penyakit kanker dunia | Globocan
info gambar

Menurut data yang dimiliki oleh Globocan, organisasi observatorium penyakit kanker dalam cakupan global, kanker paru-paru berada di posisi teratas dari semua jenis kanker yang muncul dalam bentuk catatan insiden sekaligus angka kematian di dunia.

Lebih detail, kanker paru-paru menempati peringkat pertama dalam jumlah kasus baru sebanyak 2,094 juta kasus di seluruh dunia pada tahun 2018. Jumlah kasus baru tertinggi berikutnya adalah kanker payudara, kanker kolorektal, kanker prostat, dan kanker lambung.

Sementara dari segi angka kematian, kanker paru juga berada di posisi teratas dengan sebanyak 1,8 juta kasus kematian, yang diikuti oleh kematian akibat kanker kolorektal, kanker lambung, kanker hati, dan kanker payudara.

Bagaimana di Indonesia? Masih berdasarkan data Globocan yang dikutip dari Kompas.com, kanker paru jadi penyebab sekitar 8,8 persen atau sebanyak 34.783 kasus kanker baru di Indonesia.

Doktor UI Temukan Metode Deteksi Dini Kanker Paru Menggunakan Balon Karet

Seluk-beluk kanker paru-paru

Ilustrasi merokok yang dapat menyebabkan kanker paru | Krunja/Shutterstock
info gambar

Sedikit lebih detail membahas mengenai jenisnya, kanker paru-paru nyatanya dibedakan lagi menjadi beberapa jenis. Dua jenis utama yang umum dalam dunia medis adalah kanker paru-paru primer dan sekunder.

Kanker paru primer adalah kanker yang tumbuh dan dimulai dari dalam organ paru-paru. Sedangkan kanker paru sekunder, adalah sel kanker yang menyebar ke paru-paru dari area lain dalam tubuh. Di saat bersamaan, kanker paru primer dibedakan lagi ke dalam dua jenis, yakni kanker paru non sel kecil (NSCLC), dan kanker paru sel kecil (SCLC).

Lebih detail, kanker paru SCLC merupakan bentuk paling umum, yang dialami 87 persen dari total kasus kanker paru secara keseluruhan. Indonesia Cancer Care Community (ICCC) sendiri bahkan mengungkap jika kasus kanker SCLC bersifat lebih agresif, serta dapat berkembang dan menyebar secara cepat ke bagian tubuh lainnya.

Sedangkan kanker paru NSCLC merupakan jenis yang jarang dialami. Meski begitu, kondisi kanker paru NSCLC nyatanya merupakan penyakit atau dampak yang biasanya sangat rentan diderita oleh para perokok berat, termasuk perokok pasif atau orang yang sering menghirup asap rokok serta polutan.

Sudah bukan lagi menjadi hal yang tabu, kebanyakan orang sebenarnya sudah menyadari jika salah satu penyebab utama dari kanker paru adalah kebiasaan merokok. Hal tersebut lantaran di dalam rokok terdapat zat penyebab kanker (karsinogen), yang dapat memicu kerusakan sel pelapis paru-paru.

Sementara itu mengutip penjelasan di laman Kementerian Kesehatan, banyak orang yang biasanya mengabaikan beberapa gejala ringan yang bisa jadi salah satu tanda awal penyakit kanker paru. Adapun gejala yang dimaksud terdiri dari batuk terus menerus, batuk berdarah yang disertai darah, sesak napas, asma, nyeri dada, merasa sering/sangat lelah, dan merasakan sakit di seluruh tubuh.

Jika sudah terkonfirmasi atau didiagnosis menderita kanker paru, ada beberapa metode pengobatan yang bisa dijalani, yaitu dengan operasi, terapi radiasi, kemoterapi, terapi obat, atau imunoterapi.

Meski begitu, sama halnya seperti penyakit lain ada baiknya jika istilah ‘mencegah lebih baik daripada mengobati’ jika diterapkan untuk jenis penyakit satu ini. Tentunya selain pola hidup sehat dan rajin berolahraga, hal paling utama yang bisa dilakukan untuk menghindari kanker paru adalah dengan menghindari karsinogen, menghindari asap rokok, dan yang paling utama berhenti merokok.

Hari Kanker Sedunia Sebagai Pengingat Akan Pentingnya Menjalani Pola Hidup Sehat

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini