Orang Indonesia di Balik Rancangan Kota Berkelanjutan di Planet Mars

Orang Indonesia di Balik Rancangan Kota Berkelanjutan di Planet Mars
info gambar utama

Di dunia ini ada segelintir orang yang dikenal punya pandangan dan mimpi visioner tentang kehidupan umat manusia di masa depan. Misalnya dari segi teknologi, bagaimana penemu dari kehadiran telepon seluler, internet, kendaraan listrik, dan lain sebagainya mengubah kehidupan manusia dari masa ke masa.

Dalam cakupan lebih luas, saat ini ada satu misi besar lain yang banyak diketahui sedang dilakukan sekelompok ilmuwan dan pihak terkait. Misi yang dimaksud adalah membuat ‘tempat tinggal baru’ bagi umat manusia selain di Bumi.

Eksplorasi, penelitian, dan proyek pengembangan misi tersebut sudah banyak dilakukan. Sebut saja Elon Musk yang sejak lama sering memamerkan misinya dalam membuat tempat tinggal baru di planet Mars atau bulan. Hal yang sama juga dilakukan oleh lembaga antariksa asal Amerika Serikat, yakni NASA.

Umum diketahui, kalau sejumlah pihak baik itu ilmuwan, peneliti, atau perusahaan yang lebih maju dan melangkah jauh dalam mewujudkan misi di atas kebanyakan berasal dari negara-negara barat.

Tapi siapa sangka, kalau nyatanya ada satu sosok berdarah Indonesia dan memang berasal dari tanah air, yang ikut terlibat bahkan punya peran besar buat merancang tempat tinggal masa depan di luar Bumi. Sosok tersebut adalah Vera Mulyani, yang dikenal sebagai Marschitect atau Mars Architect pertama di dunia.

Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Menjaga Manusia dan Planet Bumi?

Mimpi kehidupan di Mars

Saat ini bermukim di Los Angeles, California. Vera dikenal sebagai arsitek Mars keturunan Indonesia pertama. Ia mendirikan sekaligus menjadi CEO dari Mars City Design di Negeri Paman Sam tersebut, pada tahun 2015.

Mars City Design sendiri dikenal sebagai platform yang merancang tempat tinggal ramah lingkungan dengan prinsip berkelanjutan di Mars. Memiliki mimpi besar, Vera hidup dengan menjalani apa yang ia lakukan saat ini dengan tujuan untuk membantu kehidupan generasi berikutnya.

Mengutip VOA Indonesia, diketahui jika Vera lahir dan besar di Jakarta. Ia tumbuh dengan cita-cita bisa mengeksplorasi dunia dan planet-planet yang ada. Di sisi lain, Vera rupanya menjadi salah satu pihak yang ikut merasakan bagaimana kerusuhan terjadi di Indonesia pada tahun 1998.

Sejak saat itu, Vera kemudian mulai menyadari kalau tempat ia berada saat itu (Indonesia), bukan tempat yang cocok untuk mengembangkan dan merealisasikan cita-citanya. Setelah bertahan dari kondisi yang terjadi, ia kemudian memutuskan untuk pindah dan mengejar impiannya.

"Saya memutuskan untuk menciptakan karier yang belum ada. Supaya orang (dengan mimpi sama) seperti saya bisa mencapai cita-citanya" jelas Vera.

Jalan pertama yang Vera tempuh adalah bersekolah di Paris untuk mendalami ilmu arsitektur dan perancangan kota. Tentu sebelum membuat rancangan di Mars seperti saat ini, ia lebih dulu membuat rancangan untuk sejumlah pembangunan umum seperi rancangan urban design di Manhattan, dan kota-kota lainnya.

Baru kemudian di tahun 2015, Vera mendirikan Mars City Design yang didanai oleh sejumlah pihak swasta. Lembaganya juga didukung oleh berbagai pihak yang percaya dan memang memiliki misi yang sama akan kehidupan umat manusia di masa depan.

Karno Dimedjo, Rencana Eksplorasi Mars, dan Masa Depan Indonesia

Mars City Design dan harapan kehidupan manusia

Dalam prosesnya, Mars City Design yang Vera buat merancang tempat hidup bagi umat manusia di planet Mars. Rancangan tersebut dibangun dengan prinsip berkelanjutan, dan tentunya bisa beradaptasi dengan lingkungan planet Mars yang ekstrem.

Disebutkan kalau rancangan yang dimaksud memang masih dibuat dalam bentuk digital. Namun dalam waktu dekat, rancangan tersebut akan diuji coba dengan dibangun dalam bentuk prototipe pencetakan 3D yang berlokasi di Gurun Mojave, California. Di mana jika dihitung, rancangan tersebut memiliki luas sekitar 40 hektare.

Dalam melancarkan uji coba dan pengembangan, proyek Mars City rancangan Vera nyatanya juga didukung dan berkolaborasi dengan NASA. Bahkan, nantinya sampel penelitian Mars City Design akan dibawa ke planet Mars dan bulan dengan roket SpaceX.

Di lain sisi, Vera rupanya punya keyakinan sendiri akan sikan dan kehidupan manusia. Ia percaya kalau manusia punya kesempatan mengeksplor lebih jauh besarnya kehidupan di dunia, setiap orang akan bisa merubah sikap dan menghindari konflik atau permasalahan yang selama seharusnya tidak terjadi.

"Astronot sudah biasa melihat bumi secara utuh, yang memperlihatkan betapa indah, berharga dan rentannya planet biru kita. Jadi dari ruang angkasa kita tidak melihat batas-batas negara,” jelasnya.

"Kita seperti debu dibandingkan alam semesta, mungkin untuk hidup bersama tanpa menanggapi hal negatif atau perkelahian tanpa harus berperang itu sulit. Jadi saya pikir itu salah satu misi manusia untuk bersatu," tambah Vera lagi.

Ilmuwan Berhasil Tumbuhkan Tanaman di Tanah yang Berasal dari Bulan

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini