Menilik Perkembangan dan Praktik Sustainable Fesyen di Indonesia

Menilik Perkembangan dan Praktik Sustainable Fesyen di Indonesia
info gambar utama

Kesadaran untuk menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan sudah semakin meningkat. Praktiknya pun sudah menembus berbagai lapisan masyarakat, dan berbagai bidang terutama dari segi gaya hidup. Mulai dari pariwisata, kuliner, hingga fesyen.

Untuk bidang terakhir yakni fesyen, praktiknya kian meningkat seiring dengan adanya prinsip sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan. Sustainable fashion sendiri sebenarnya didasarkan pada nilai moralitas, bahwa fesyen semestinya menjadi suatu industri yang memiliki value atau nilai selain uang.

Lebih lanjut, konsep fesyen dengan value juga bertujuan untuk membangun kesadaran baik dari konsumen maupun produsen, untuk menjamin kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Bagaimana praktik sustainable fashion yang sejauh ini berjalan di Indonesia?

Memahami Sustainable Fashion, Gerakan Menyelamatkan Bumi dari Sampah Industri Mode

Perkembangan prinsip sustainable versi UNIQLO

Lini produk sustainable Uniqlo | Dok. Uniqlo
info gambar

Hingga saat ini, setidaknya sudah ada berbagai jenama fesyen baik dari bisnis skala kecil, menengah, hingga retail yang memiliki kesadaran sama. Bahkan di tengah praktiknya juga hidup istilah yang dijadikan acuan dalam menjalankan bisnis di bidang terkait, yakni “people, planet, profit”.

Adapun salah satu pihak yang cukup dikenal akan prinsip berkelanjutannya adalah jenama fesyen asal Jepang, yakni Uniqlo. Dikenal cukup aktif menghadirkan lini dengan prinsip berkelanjutan, belum lama ini mereka kembali menghadirkan lini produk pakaian dengan prinsip yang sama, yaitu dapat bertahan dalam jangka waktu lama untuk meminimalisir sampah atau limbah pakaian.

Dalam prosesnya, lini pakaian yang dibuat diproduksi dengan membuat setiap helai pakaian mengandung nilai-nilai keberlanjutan. Ragam koleksi yang dimaksud di antaranya denim yang dibuat dengan prinsip membutuhkan lebih sedikit air, jaket yang dibuat menggunakan teknologi daur ulang, dan fleece atau bulu domba yang dipintal dari botol plastik.

Rangkaian lini produk yang dimaksud mereka hadirkan lewat koleksi Uniqlo Fall/Winter 2022.

Di sisi lain, membahas lebih lanjut mengenai prinsip yang diterapkan dalam menghadirkan produk berkelanjutan di Indonesia, pihak Uniqlo juga rupanya memiliki penemuan tersendiri mengenai bagaimana perkembangan isu sustainable fashion di kalangan masyarakat.

Hal tersebut dibagikan Yulia Rachmawati, perwakilan dari Uniqlo Indonesia kepada GNFI pada Kamis (4/8/2022). Ia mengungkap jika tingkat kesulitan untuk menyadarkan prinsip keberlanjutan kepada masyarakat tidak seperti dulu.

“Kita mengkomunikasikan ini (sustainability) bukan baru kali ini saja, tapi sudah hampir satu dekade secara global company. Memang dulu itu jauh lebih sulit dibandingkan sekarang, karena sekarang (masyarakat) sudah jauh lebih sadar akan isu ini” ujarnya.

Konsep Sustainable Fashion Ala Brand Lokal Indonesia

Kesadaran masyarakat

Lebih lanjut, Yulia juga menyampaikan jika tak dimungkiri trend dalam hal fesyen yang berkelanjutan memang semakin meningkat. Masyarakat terutama setelah pandemi menerapkan gaya hidup yang mulai berganti. Mereka mulai peduli tentang bagaimana caranya agar tidak hanya sekadar mempedulikan penampilan atau model, melainkan juga memilih pakaian yang lebih durable atau tahan lama.

Dan hal tersebut yang diajdikan acuan oleh Uniqlo, untuk menghadirkan produk fesyen dengan menawarkan kualitas yang dapat bertahan lebih lama.

Lebih lanjut, bukan hanya menjual produk, prinsip keberlanjutan yang dianut oleh lini fesyen satu ini juga diterapkan dengan melancarkan campaign yang dapat mendorong masyarakat atau konsumen untuk berpartisipasi dalam misi sustainable.

“Kita terapkan di setiap toko kita, ada satu namanya recycle booth. Di situ bisa donasi pakaian kita dan ternyata itu antusiasmenya cukup tinggi,” ujar Yulia.

Dari praktik kampanye tersebut, nantinya akan ada dua peruntukkan dari kain pakaian yang diperoleh. Pertama kain yang sekiranya masih bisa digunakan oleh pihak lain yang membutuhkan, dan kedua baru didaur ulang untuk menjadi upcycle items Uniqlo.

“Beberapa bulan lalu sewaktu mau lebaran momentumnya, kita bikin event. Dan terkumpul lebih dari 10.000 potong (pakaian).” tambahnya.

Sadar jika gerakan ini sudah mulai banyak disadari dan dilakukan oleh masyarakat secara global, Yulia juga menjelaskan jika beruntungnya, CEO sekaligus pemilik Uniqlo asal Jepang memiliki concern terhadap isu lingkungan. Dan hal itu yang juga diadaptasi oleh lingkup bisnis perusahaan di Indonesia, yakni dengan mendukung komunitas dan pegiat untuk melancarkan aksi pemeliharaan lingkungan di tanah air.

“Kita ada partner dengan Hutan Itu Indonesia, dan mau coba support mereka untuk konservasi di hutan Bengkulu.” pungkasnya.

Memahami Konsep Ekonomi Sirkular dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi yang Berkelanjutan

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini