Punya Harapan, Begini Optimisme Masyarakat Terhadap Sektor Ekonomi RI

Punya Harapan, Begini Optimisme Masyarakat Terhadap Sektor Ekonomi RI
info gambar utama

Sebagian masyarakat Indonesia rupanya punya rasa optimisme sangat tinggi terhadap sektor ekonomi dan kesehatan. Hal tersebut terlihat dari hasil survei yang dilakukan oleh Good News From Indonesia, bersama Lembaga Survei KedaiKOPI, yang berlangsung selama bulan Juli 2022.

Survei sendiri melibatkan sebanyak 906 responden yang tersebar di berbagai wilayah mulai dari Jabodetabek, serta kota besar lain di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.

Dari lima sektor yang dibahas, Ekonomi dan Kesehatan merupakan salah satu sektor yang mendapat indeks optimisme sangat tinggi, yakni sebesar 73 persen.

Lebih detail, ada empat hal yang dijadikan indikator untuk mengukur optimisme masyarakat terhadap masa depan sektor ekonomi dan kesehatan di Indonesia. Empat sektor yang dimaksud terdiri dari optimisme mengenai penyerapan SDM di dunia kerja, ketepatan mendapat jenis pekerjaan yang diinginkan, akses layanan kesehatan, serta peluang membangun usaha. Adapun rasa optimis untuk dapat terserap dengan baik di dunia kerja jadi indikator tertinggi.

Lebih Tinggi Dari Perkiraan Sebelumnya, ADB Koreksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pemupuk semangat kondisi perekonomian

Indeks optimisme masyarakat Indonesia di lima sektor | Hasil survei GNFI dan Lembaga Survei KedaiKOPI
info gambar

Di sisi lain, kita tak bisa menutup mata bahwa kondisi perekonomian Indonesia bahkan dunia sedang tidak baik-baik saja. Hal tersebut bahkan disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, dalam salah satu kesempatan pada Jumat (5/8/2022) lalu.

Ia menuturkan, jika para pemimpin dunia termasuk di antaranya Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres, dan para pimpinan negara G7 mengeluhkan hal yang sama, yakni tentang kondisi perekonomian.

"Beliau-beliau menyampaikan, 'Presiden Jokowi, tahun ini kita akan sangat sulit. Terus kemudian seperti apa? Tahun depan akan gelap.' Ini bukan Indonesia, ini dunia, hati-hati," ujar Jokowi, mengutip CNN Indonesia.

Berangkat dari hal tersebut, temuan dan hasil survei yang dilakukan sejatinya menjadi hal yang patut diapresiasi. Karena di tengah kondisi perekonomian yang belum stabil, masih ada rasa optimisme yang tak dimungkiri dapat berpengaruh dan membuat kondisi menjadi lebih baik, dengan semangat tumbuh dan bergerak bersama.

Indonesia Duduki Peringkat Ketiga di Antara Negara Paling Optimis

Prinsip pemenuhan kebutuhan dasar

Kondisi serupa juga terjadi di sektor kebutuhan dasar. Masih menurut keterangan Presiden, lonjakan inflasi terjadi di sejumlah negara, dan sebagian besar negara cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut yang berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

"Pertumbuhan ekonomi turun, tapi inflasi naik, harga-harga barang semua naik. Ini kondisi yang sangat boleh saya sampaikan, dunia pada kondisi yang mengerikan," tutur Jokowi.

Berangkat dari kondisi tersebut, pemerintah terus berupaya mencegah kondisi yang dimaksud 'mengerikan' terjadi di tanah air. Salah satunya adalah dengan menggelontorkan dana sebesar Rp502 triliun, untuk mengerem kenaikan harga barang melalui subsidi BBM.

"Inilah yang sekarang dikendalikan pemerintah. Dengan apa? Dengan subsidi karena begitu harga bensin naik, harga barang otomatis melompat bersama-sama," tutur Jokowi.

Memang, tak sedikit masyarakat yang mengeluhkan mengenai kenaikan harga berbagai bahan pokok dan BBM di Indonesia. Misalnya saja harga minyak goreng yang belum kunjung stabil, kenaikan harga bahan bakar, biaya transportasi, dan lain sebagainya.

Meski begitu, masih berdasarkan hasil surveiyang dilakukan, nyatanya masih ada sebagian masyarakat yang memiliki sikap optimis akan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar di masa yang akan datang.

Sepanjang pemahaman akan kebutuhan dasar adalah hal-hal yang memang dimaksudkan pada fitrahnya, seperti asupan makanan pokok yang mengandung gizi seimbang, pakaian yang layak, dan tempat tinggal. Bukan kebutuhan yang bersifat prestise namun di masa kini sudah menjadi hal umum, misalnya perangkat teknologi, alat transportasi, dan sejenisnya.

Karena berdasarkan hasil survei, jika benar-benar memperhitungkan pemenuhan kebutuhan dasar yang dimaksud, optimisme responden/masyarakat nyatanya sangat tinggi, yakni mencapai angka 80,6 persen.

Menilik Indeks Kebahagiaan Indonesia, Maluku Utara Jadi Provinsi Paling Bahagia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini