Catat! Skill yang Harus Dimiliki Mahasiswa Hukum

Catat! Skill yang Harus Dimiliki Mahasiswa Hukum
info gambar utama

Mahasiswa merupakan generasi muda yang sedang menempuh pendidikan di berbagai bidang. Mahasiswa merupakan aset dan investasi masa depan untuk membangun sebuah negara dan peradaban. Dalam kehidupan, siswa disebut sebagai generasi penerus bangsa yang akan menjadi dasar bangsa di masa depan. Pemikiran dan pandangan mahasiswa yang sejalan dengan kemajuan peradaban dapat menjawab tantangan yang relevan. Menemukan impuls perkembangan yang tepat dapat ditandai dengan munculnya banyak kompetensi dalam diri siswa.

Salah satunya ialah Mahasiswa Ilmu Hukum, sebagai mahasiswa hukum sudah sepatasnya menguasai softskill maupun hardskill selama menempuh perkuliahan. Bagi Goodmates yang saat ini mengambil program studi hukum mari simak penjelasan berikut.

  1. Dapat Berpikir Logis dan Kritis

Berpikir kritis adalah suatu kemampuan untuk berpikir dengan rasional dan tertata yang bertujuan untuk memahami hubungan antara ide dan/atau fakta. Pemikiran kritis merupakan sesuatu yang bisa membantu kita dalam menentukan apa yang kita percayai.

Berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir dengan jernih dan rasional mengenai apa yang yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercayai. Proses di mana kita harus membuat penilaian yang rasional, logis, sistematis, dan dipikirkan secara matang adalah proses dalam berpikir kritis.

Robert Ennis seorang filsuf Amerika yang dianggap sebagai salah satu tokoh terkemuka pemikiran kritis menyimpulkan, berpikir kritis merupakan penalaran mengenai keyakinan dan tindakan yang masuk akal dan berfokus pada memutuskan apa yang dipercayai atau yang dilakukan.

Baik informasi yang dikumpulkan atau dihasilkan lewat observasi, pengalaman, refleksi, penalaran, dan komunikasi, sebagai panduan untuk meyakini sesuatu dan melakukan sebuah tindakan.

Sederhananya, berpikir kritis adalah kemampuan berpikir dengan rasional dan melihat permasalahan secara objektif sehingga hasil yang akan diperoleh tidak bias dan sesuai dengan kenyataan yang ada.

 

  1. Skill Penelitian (Research Skill)

Dilansir dari Marketing91, yang dimaksud dengan research skill adalah kemampuan untuk menemukan solusi dan jawaban untuk suatu pertanyaan atau masalah.

Dalam kemampuan ini, kamu harus bisa mengumpulkan informasi relevan terkait sebuah topik, mengolah informasi tersebut, dan menginterpretasikan hasilnya setelah analisis yang cermat.

Yang termasuk dalam research skill adalah:

  1. Menemukan informasi dari berbagai sumber
  2. Menggunakan kemampuan berpikir kritisuntuk menganalisis informasi
  3. Menulis laporan
  4. Mempresentasikan hasil temuanmu

Dari pemaparan tersebut, dapat dilihat bahwa skill melakukan riset bukan hanya dibutuhkan oleh ilmuwan atau peneliti, tetapi semua orang.

 

  1. Menganalisa dan Evaluasi Sebuah Informasi

 

Analisis atau analisa adalah suatu usaha yang dilakukan dengan metode tertentu untuk mengamati sesuatu secara detail. Istilah ini kerap digunakan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, baik ilmu bahasa, ilmu alam, maupun ilmu sosial.Analisis biasanya digunakan saat menelaah suatu karangan atau penelitian. Maka, tak heran jika istilah ini banyak muncul dalam karya tulis ilmiah, seperti skripsi, makalah, atau disertasi.

Pengertian evaluasi adalah suatu proses identifikasi untuk mengukur/ menilai apakah suatu kegiatan atau program yang dilaksanakan sesuai dengan perencanaan atau tujuan yang ingin dicapai.

Ada juga yang mengatakan bahwa arti evaluasi adalah suatu kegiatan mengumpulkan informasi mengenai kinerja sesuatu (metode, manusia, peralatan), dimana informasi tersebut akan dipakai untuk menentukan alternatif terbaik dalam membuat keputusan.

 

  1. Kemampuan untuk Bernegosiasi.

Kemampuan bernegosiasi termasuk kemampuan untuk berdiskusi serta kemampuan untuk mencapai kepuasan semua pihak. Kemampuan meyakinkan pihak-pihak untuk dapat melakukan tindakan yang dibutuhkan. Sedangkan kemampuan untuk mempengaruhi merupakan kombinasi dari kemampuan untuk meyakinkan dan kemampuan bernegosiasi.

Sedangkan yang dibutuhkan untuk memperkaya kemampuan bernegosiasi adalah teknik dan strategi bernegosiasi, kemampuan untuk meyakinkan, kemampuan untuk menyelesaikan masalah, kemampuan untuk menyelesaikan sengketa, kemampuan untuk memberikan nasehat, body language (bahasa tubuh), dan legal risk analysis (menganalisis risiko hukum).

  1. Problem Solving

Problem solving adalah sebuah kemampuan untuk mencari solusi atas segala halangan dari tujuanmu.

Semakin baik kamu menguasai skill ini, semakin cepat dan efektif pula persoalanmu selesai. Hal ini juga berlaku sebaliknya.

Mengutip dari Session Lab dan Chanty, berikut adalah beberapa metode yang bisa digunakan untuk pemecahan masalah.

A. Brainstorming

Salah satu metode yang ampuh untuk memecahkan masalah adalah brainstorming.

Ketika melakukan brainstorming, kamu dan rekan kerja mencari solusi kreatif untuk suatu masalah.

Sehingga, metode ini mendorong setiap orang yang terlibat untuk menyampaikan idenya.

Setelah terkumpul, ide-ide tersebut bisa digabungkan atau diolah untuk menjadi satu solusi utama.

B. Thinking hats

Six thinking hats adalah metode problem solving selanjutnya. Dalam metode ini, kamu dan rekan kerja silih berganti mencoba menghadapi suatu masalah dari beragam perspektif.

C. The 5 whys

Metode problem solving lain yang bisa kamu gunakan bersama rekan kerja adalah the 5 whys. Dalam metode ini, kamu cukup meng-highlight masalah yang akan dipecahkan.

Lalu, tanyakan pada dirimu dan tim “mengapa” masalah tersebut bisa terjadi. Setelah itu, terus tanyakan “mengapa” atau “why” sebanyak 5 kali.

Namun, pastikan untuk menjawab seluruh pertanyaan dengan objektif. Hal ini dapat membantumu capai akar dari permasalahan yang sedang dihadapi.

D. Lightning decision jam

Dalam metode ini, kamu dan rekan kerja masing-masing menulis tantangan, kekhawatiran, atau kesalahan dalam sebuah catatan kecil.

Kemudian, tim memilih masalah mana yang diselesaikan dan dituntun untuk melihat masalah tersebut dari sudut pandang baru.

Hal ini memungkinkan kamu dan tim untuk membuat solusi dari masalah yang dipilih.

Metode ini pun memastikan bahwa proses penyelesaian masalah dilakukan secara terfokus dan teratur.

E. Failure mode and effect analysis

Metode problem solving lain yang bisa kamu gunakan adalah failure mode and effect analysis.

Dalam metode ini, kamu dan tim mencoba menganalisis setiap elemen dari strategi bisnis dan memikirkan hal-hal terburuk yang mungkin terjadi.

Hal-hal terburuk seperti kenapa strategimu gagal dan kapan terjadinya menjadi pokok bahasan dari pemecahan masalah dalam metode ini.

Dengan melihat kemungkinan terburuk dan seberapa mungkin hal itu terjadi, kamu dan tim bisa mencari solusi dari permasalahan tersebut serta mencegahnya.

 

Demikian penjelasan Gooside mengenai kemampuan yang perlu dimiliki sebagaia Mahasiswa Hukum.

Terus asah skill Goodmates agar kariermu makin berkembang, ya!

Referensi : Glints | Gramedia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini