‘Protes’ Aktivis Cilik Indonesia Akan Isu Lingkungan ke Dunia dan Pejabat Negara

‘Protes’ Aktivis Cilik Indonesia Akan Isu Lingkungan ke Dunia dan Pejabat Negara
info gambar utama

Di kawasan Eropa dikenal sosok Greta Thunberg, sebagai remaja berusia 19 tahun yang vokal dalam menyuarakan dan mengkritik sejumlah pemimpin dunia terkait masalah lingkungan, terutama krisis iklim. Tapi tak mau kalah, di Indonesia nyatanya juga ada gadis remaja berusia jauh lebih muda yang punya rasa kepedulian tak kalah tinggi dalam bidang sama, yaitu Aeshnina Azzahra.

Aeshnina adalah gadis cilik berusia 15 tahun yang namanya sudah t aka sing di kalangan pegiat lingkungan Indonesia bahkan dunia. Ia pertam dikenal saat dengan tegas menyuarakan keresahan mengenai ancaman sampah plastik yang terjadi di tanah air, terutama di kampung halamannya yakni Gresik.

Tak cukup sampai di situ, remaja yang masih duduk di bangku SMP tersebut berhasil memukau banyak orang setelah menyampaikan pidato dalam acara Plastic Health Summit 2021 yang berlangsung di Amsterdam, Belanda.

Perubahan Iklim di Depan Mata, Kita Bisa Apa?

‘Protes’ terbuka ke berbagai pejabat negara

Aeshnina berpidato dalam Plastic Health Summit 2021 di Belanda | Dok. Ecoton via Aliansi Zero Waste Indonesia
info gambar

Aksi berani Aeshnina dalam menyuarakan kelestarian lingkungan nyatanya bukan hanya dilakukan dalam bentuk protes semata, namun juga dalam bentuk tindakan nyata hingga penyampaian aspirasi ke berbagai pihak terkait, di antaranya para pejabat negara baik di dalam maupun luar negeri.

Pada awal tahun 2020, Nina diketahui pernah bertemu secara langsung dengan Duta Besar Jerman untuk menyampaikan petisi yang berisi tuntutan, agar negara-negara tersebut tidak lagi mengekspor sampah plastiknya ke Indonesia.

Langkah tegas Nina kala itu pun disambut dengan hormat oleh pihak Dubes Jerman, Peter Schoof.

“Saya akan berbuat yang terbaik agar kamu bisa mendapat jawaban sesegera mungkin,” ujar Peter Schoof, saat menerima secara langsung petisi yang ditandatangani oleh sekitar 200 orang.

Tak berhenti sampai di situ, dalam acara Plastic Health Summit 2021, Nina dalam pidatornya juga secara tegas menyampaikan protes kepada negara-negara di Eropa, yang selama ini diketahui menjadi dalang di balik penyelundupan sampah plastik yang dikirim ke beberapa wilayah Indonesia.

“Tolong jangan menambah beban kami, Indonesia bukan tempat pembuangan sampah global…” tegasnya saat berpidato dalam bahasa Inggris.

Sebelum berpidato dalam acara Plastic Health Summit 2021 di Belanda, Aeshnina diketahui memang sudah bertolak ke negara tersebut sejak bulan Oktober lalu dengan tujuan untuk melakukan berbagai kegiatan lingkungan bersama dengan para aktivis yang berada di sana.

COP26, Kegagalan Negara Maju Penuhi Kesepakatan dan Dilema Berakhirnya Era Batu Bara

Terakhir, Nina juga diketahui pernah menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo, untuk menyetop impor sampah plastik yang secara terselubung rupanya memang banyak diterima oleh Indonesia.

Lewat surat yang dibuat dengan tulisan tangannya, Nina mengungkap adanya penyelundupan sampah plastik kotor dalam sampah kertas yang dikirim ke Indonesia dari beberapa negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

Karena itu, ia meminta pemerintah membuat peraturan tegas untuk mencegah masuknya sampah impor plastik yang dimaksud.

“Saya mohon Pak Jokowi agar mengawasi industri-industri nakal yang membuang limbah kotornya ke sungai, serta saya ingin pak Jokowi tidak hanya mementingkan pembangunan, tapi juga dampak lingkungannya,” tulisnya.

Krisis Iklim Mengancam Kehidupan Bumi, BNI Didesak Stop Danai Batu Bara

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini