Lekat dengan Dunia Gaib, Harga Ayam Cemani Tak Main-main Mahalnya

Lekat dengan Dunia Gaib, Harga Ayam Cemani Tak Main-main Mahalnya
info gambar utama

Ayam cemani adalah hewan khas Indonesia yang lekat dengan dunia gaib dan penuh misteri. Meski demikian, ternyata harga ayam cemani ternyata tingginya tidak main-main.

Manusia dan ayam bisa dibilang hidup berdekatan. Sejak masa lampau, manusia sudah memelihara dan mengembangbiakkan ayam. Bahkan manusia biasa membangun kandang ayam di area yang sama dengan rumah yang ditinggalinya sehari-hari.

Lazimnya, manusia nemelihara mengembangbiakkan ayam untuk memenuhi kebutuhan pangan. Ya, manusia sangat terbiasa menjadikan ayam sebagai santapan. Kita bahkan bisa menemui aneka masakan ayam di berbagai belahan penjuru dunia.

Sebelumnya, GNFI pernah membahas bahwa manusia sudah menjinakkan ayam sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Ini tertulis dalam penelitian Joris Peters, Ophelie Lebrasseur, Greger Larson, dan kolega berjudul The Biocultural Origins and Dispersal of Domestic Chickens, yang dimuat dalam Jurnal The Proceeding of The National Academy of Sciences [PNAS], edisi 6 Juni 2022.

Riset tersebut menjelaskan bahwa keberadaan tulang ayam domestik pertama yang ditemukan di Ban Non Wat di Thailand tengah, diperkirakan berasal dari tahun 1650 hingga 1250 SM. Dengan kata lain, bisa jadi Asia Tenggara adalah tempat di mana masa-masa awal dekatnya kehidupan manusia dengan ayam terjadi.

Sebagaimana hewan lainnya, ayam pun punya berbagai ras dan jenis yang tersebar di seluruh dunia. Indonesia pun punya jenis ayam yang sangat khas, namanya ayam cemani.

Mengindentifikasi ayam cemani sangat mudah. Dari tampilan fisiknya saja, kita bisa langsung tahu bahwa ayam satu ini memang jelas berbeda. Ayam cemani punya tubuh yang sepenuhnya berwarna hitam legam. Tidak ada warna lain yang tampak di tubuh ayam cemani selain hitam meski ada pula beberapa ayam yang warna hitamnya tidak sempurna.

Bukan hanya tampilan luarnya, bagian dalam tubuh ayam cemani pun berwarna hitam. Sebagaimana bagian luar tubuhnya, daging ayam cemani punya warna hitam legam.

Dari sekian banyak ayam, bisa dibilang ayam cemani adalah yang paling unik dan berbeda dibandingkan ayam-ayam lainnya. Selain dari segi tampilan fisiknya, ayam cemani adalah hewan yang penuh misteri dan kerap dikait-kaitkan dengan dunia gaib.

Peran Pentingnya Ayam di Bali yang Lebih dari Sekadar Hewan Ternak

Asal-usul Ayam Cemani dan Mitosnya

Dari mana asal ayam cemani? Kisah yang diketahui selama ini menyebut ayam cemani berasal dari daerah Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Nama cemani sendiri berasal dari Bahasa Sanskerta yang berarti hitam legam, sesuai dengan penampilannya.

Dilansir Detik.com, ayam cemani pertama kali dimiliki oleh orang bernama Ki Ageng Makukuhan yang hidup pada abad ke-15 saat Kerajaan Majapahit berkuasa di Jawa. Semasa hidupnya, Ki Ageng Makukuhan pernah mendapat permintaan untuk mengobati anak seorang pejabat Lintang Katon.

Ki Ageng Makukuhan memanfaatkan ayam cemani sebagai obat. Setelah diberikan, anak pejabat tersebut kemudian sembuh. Sejak itu ayam cemani lekat dengan simbol kesembuhan.

Meski bisa diperdebatkan secara ilmiah, kepercayaan akan khasiat ayam cemani bagi kesehatan nyatanya masih bertahan hingga kini. Bukan hanya, itu ada pula yang percaya ayam cemani lekat dengan hal gaib yang tidak jauh-jauh dari perdukunan dan ilmu hitam. Ada banyak mitos yang menyertai ayam satu ini.

Beberapa mitos mengenai ayam cemani, seperti dirangkum Okezone.com di antaranya adalah ayam ini bisa menjadi media santet. Jika ada orang yang ingin menyerang orang lain menggunakan santet, maka ayam cemani dianggap sebagai perantara santet menuju orang yang ditarget. Untuk menangkal santet pun dibutuhkan ayam cemani. Meminum darah ayam cemani dipercaya memberikan kekebalan dari santet atau guna-guna.

Kemudian ada juga mitos yang menganggap ayam cemani sebagai makanan jin. Jika seseorang ingin memanggil jin, maka mereka kerap menyediakan aneka macam sesajen yang mana salah satunya adalah ayam cemani.

Lebih ekstrem lagi, ada yang sampai percaya ayam cemani punya efek magis yang membuat seseorang memiliki kekuatan bagaikan superhero. Kata mitos tersebut, jika seseorang memakan daging ayam cemani maka ia akan punya kesaktian yang membuatnya kebal dan susah mati.

Selain Opor Ayam, Ini Ragam Hidangan Khas Lebaran di Berbagai Daerah Indonesia

Harga Ayam Cemani

Mitos-mitos yang menyertai ayam cemani bisa bikin siapapun yang mendengarnya bergidik ngeri. Namun jangan salah, ada lagi hal lain dari ayam cemani yang tidak kalah mengerikannya, yaitu harganya.

Harga ayam cemani sangat mahal. Bahkan bisa jadi ada yang menganggap terlampau mahal untuk ukuran ayam. Harganya mencapai puluhan juta per satu ekornya.

Keberadaan ayam cemani dengan harganya yang demikian mahal bukan hanya diketahui orang Indonesia, namun juga masyarakat mancanegara. Pada 2013, media Amerika Serikat, Phoenix New Times, pernah memberitakan tentang mahalnya ayam cemani. Dalam berita yang dipublikasikan, Phoenix New Times menyebut bahwa ayam cemani dari Indonesia bisa berharga sampai 2500 dolar AS.

Tidak semua ayam cemani bernilai sefantastis itu. Ada pula ayam cemani yang berharga lebih murah meski angkanya tetap menyentuh angka jutaan rupiah. Seorang peternak di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, misalnya, menyebut harga ayam cemani yang diekspornya berharga ratusan dolar.

“Ayam cemani dewasa harga jual bisa lebih mahal, mencapai 100 hingga 200 dollar AS per ekor. Seperti batu akik, tidak ada banderol resmi,” ujar Dio, peternak tersebut, kepada Kompas.com pada 2017 lalu.

Dio juga menjual telur ayam cemani ke luar negeri. Untuk setiap butir telur, harganya adalah 60 sampai 75 dolar AS.

Apa yang membuat ayam cemani menjadi sedemikian mahal? Ada banyak jawabannya. Tempo.co mencatat ada empat hal yang membuat ayam cemani sangat mahal. Pertama adalah jumlahnya yang sedikit. Meski tidak ada data akurat mengenai populasi ayam cemani, diperkirakan jumlahnya adalah 3500 ekor di seluruh dunia.

Tiga hal lainnya berkaitan dengan asal-usul dan hal mistis yang melekat pada ayam cemani. Karena ayam cemani lahir dari perkawinan yang begitu selektif sejak masa lampau, harganya pun menjadi mahal. Sementara jumlah ayam cemani terbilang sedikit, kebutuhan akan ayam cemani untuk ritual menolak bala, ilmu sihir, hingga upacara adat juga membuatnya mahal. Demikian pula dengan adanya kepercayaan bahwa ayam cemani membawa keberuntungan.

Jadi, apakah Kawan GNFI tertarik memeliara ayam cemani? Kalau iya, jangan lupa siapkan uang segepok, ya!

Tapak Ayam Sebagai Hewan Kultural dan Mistisisme Masyarakat Jawa

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini